Merek Unik Produk UMKM Nasabah PNM Mekaar Curi Perhatian Jokowi: dari Lontara hingga Mama Muda
Kamis, 22 Feb 2024 23:02
Presiden Jokowi mereview sejumlah produk UMKM dari nasabah PNM Mekaar saat acara silaturahmi di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Foto/Dok PNM
MAROS - Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, mereview sejumlah produk UMKM dari nasabah PNM Mekaar saat acara silaturahmi dengan peserta dan pendamping program Mekaar binaan PNM di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros pada Kamis (22/2/2024) siang. Sejumlah produk sukses mencuri perhatian orang nomor satu di Indonesia.
Paling tidak, ada sekitar lima produk UMKM yang diulas Jokowi, khususnya perihal packaging alias kemasan dan merek atau brand. Pertama, keripik bawang putih dengan merek Jirah. Meski belum pernah merasakan rasanya, tapi packaging dan brand yang dibangun sudah bagus.
"Ini bagus, kripik Bawang Putih Jirah. Gampang dijual ke supermarket, gampang dijual ke Hypermarket,” ujar Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu juga tertarik dengan kerupuk rajungan dengan merek Mama Muda. Produk UMKM dari nasabah PNM Mekaar itu juga memiliki kemasan dan merek yang bagus dan sudah cukup menjual.
“Packaging-nya juga bagus sekali. Mereknya Mama Muda. Ini bagus sekali. Mama Muda bagus sekali. Ini yang harus kita tiru hal-hal seperti ini,” ujar Jokowi disambut riuh gelak tawa ribuan emak-emak nasabah PNM Mekaar.
Produk ketiga, Jokowi memperlihatkan produk UMKM tanpa merek berupa ayam krispi. Meski belum ada mereknya, tapi kemasannya sudah lumayan bagus dan harganya kompetitif. Olehnya itu, ia yakin produk ini bisa bersaing dan laku bila dipasarkan.
Produk keempat, Jokowi mereview sambel bawang merek Lontara. Produk UMKM ini ternyata sudah go internasional. Jokowi menyebut sambel bawang Lontara ini sudah diekspor ke negera tetangga.
"Yang saya senang, karena ini sudah diekspor ke Brunei (Darussalam) dan Malaysia. Saya tidak tanya (ke pemilik) jumlahnya berapa (yang diekspor) tapi pasti kualitasnya baik karena sudah diterima di luar negeri," tuturnya.
Produk terakhir alias kelima, Jokowi mengulas Sirup Sarabba. Kemasan produk minuman khas asal Sulsel itu disebutnya sudah bagus. Olehnya itu, untuk pemasarannya dirasa tidak bakal sulit.
Pada kesempatan itu, Menteri BUMN RI, Erick Thohir, melaporkan pertumbuhan atau kinerja PNM yang terbilang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. PNM telah banyak membantu usaha emak-emak pra-sejahtera untuk berkembang.
Secara nasional, pertumbuhan jumlah nasabah naik dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, jumlah nasabah PNM hanya 6 juta dan kini telah menembus angka 15,2 juta nasabah.
"Khusus di Sulsel, nasabah aktif telah mencapai 406 ribu dengan nilai penyaluran (pinjaman) Rp6,81 triliun. Untuk Maros sendiri, nasabah aktif 24.461 dengan nilai penyaluran Rp374 miliar," tuturnya.
Paling tidak, ada sekitar lima produk UMKM yang diulas Jokowi, khususnya perihal packaging alias kemasan dan merek atau brand. Pertama, keripik bawang putih dengan merek Jirah. Meski belum pernah merasakan rasanya, tapi packaging dan brand yang dibangun sudah bagus.
"Ini bagus, kripik Bawang Putih Jirah. Gampang dijual ke supermarket, gampang dijual ke Hypermarket,” ujar Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu juga tertarik dengan kerupuk rajungan dengan merek Mama Muda. Produk UMKM dari nasabah PNM Mekaar itu juga memiliki kemasan dan merek yang bagus dan sudah cukup menjual.
“Packaging-nya juga bagus sekali. Mereknya Mama Muda. Ini bagus sekali. Mama Muda bagus sekali. Ini yang harus kita tiru hal-hal seperti ini,” ujar Jokowi disambut riuh gelak tawa ribuan emak-emak nasabah PNM Mekaar.
Produk ketiga, Jokowi memperlihatkan produk UMKM tanpa merek berupa ayam krispi. Meski belum ada mereknya, tapi kemasannya sudah lumayan bagus dan harganya kompetitif. Olehnya itu, ia yakin produk ini bisa bersaing dan laku bila dipasarkan.
Produk keempat, Jokowi mereview sambel bawang merek Lontara. Produk UMKM ini ternyata sudah go internasional. Jokowi menyebut sambel bawang Lontara ini sudah diekspor ke negera tetangga.
"Yang saya senang, karena ini sudah diekspor ke Brunei (Darussalam) dan Malaysia. Saya tidak tanya (ke pemilik) jumlahnya berapa (yang diekspor) tapi pasti kualitasnya baik karena sudah diterima di luar negeri," tuturnya.
Produk terakhir alias kelima, Jokowi mengulas Sirup Sarabba. Kemasan produk minuman khas asal Sulsel itu disebutnya sudah bagus. Olehnya itu, untuk pemasarannya dirasa tidak bakal sulit.
Pada kesempatan itu, Menteri BUMN RI, Erick Thohir, melaporkan pertumbuhan atau kinerja PNM yang terbilang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. PNM telah banyak membantu usaha emak-emak pra-sejahtera untuk berkembang.
Secara nasional, pertumbuhan jumlah nasabah naik dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, jumlah nasabah PNM hanya 6 juta dan kini telah menembus angka 15,2 juta nasabah.
"Khusus di Sulsel, nasabah aktif telah mencapai 406 ribu dengan nilai penyaluran (pinjaman) Rp6,81 triliun. Untuk Maros sendiri, nasabah aktif 24.461 dengan nilai penyaluran Rp374 miliar," tuturnya.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Dorong UMKM Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
Kalla Institute resmi menjalin kerja sama dengan PT Tatanara Logos Strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selasa, 05 Mei 2026 13:52
Ekbis
Kartini BISA Fest: Langkah Nyata Telkom Perkuat UMKM Perempuan di Era Digital
Melalui gelaran Kartini BISA Fest, perusahaan menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perempuan.
Kamis, 30 Apr 2026 18:31
Ekbis
UMKM dan Pesantren Sulsel Naik Kelas Lewat Program REWAKO 2026
Program REWAKO dirancang sebagai pengembangan end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO.
Selasa, 28 Apr 2026 11:13
Ekbis
BSI Dorong Pedagang Naik Kelas Lewat Inovasi QRIS Soundbox
Melalui berbagai inovasi, BSI ingin mendorong para pedagang agar lebih adaptif terhadap sistem pembayaran non-tunai sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Senin, 27 Apr 2026 15:53
Ekbis
Bisachat AI Permudah UMKM Balas Chat WhatsApp Tanpa Ribet
Pengembangan Bisachat AI dimulai pada Juni 2025, berangkat dari pengalaman para pengembangnya yang kerap menghadapi tingginya volume percakapan pelanggan di berbagai bisnis digital.
Rabu, 22 Apr 2026 19:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar