Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Bantuan Pompa Irigasi di Bone
Kamis, 04 Jul 2024 16:53
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Joko Widodomeninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan 300 unit pompa untuk pengairan sawah di Bone. Foto: Setkab
MAKASSAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Jokowi meninjau langsung pelaksanaan pemberian bantuan 300 unit pompa untuk pengairan sawah dan pertanian (pompanisasi) di Desa Jaling, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis, (4/07/2024).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dengan memperbaiki sistem irigasi di daerah kering seperti di Provinsi Sulawesi Selatan.
Saat berada di lokasi, Presiden Jokowi juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para petani yang sedang bekerja di sawah. Salah satu petani, Isal, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan air hujan untuk mengairi tanaman di sawahnya yang berada di dataran tinggi.
"Kurang hujan, padahal di sini air hujan saja yang ditunggu. Ini kan sawah tinggi daratannya, jadi menunggu air hujan baru bisa bertani di sawah," ungkap Isal.
Isal pun menyampaikan apresiasi atas bantuan pompa yang diberikan pemerintah. Menurutnya, pompa tersebut dapat membantunya dalam bertani.
"Ada (perbedaannya), kalau tidak ada hujan tidak menggarap sawah, karena ini sawahnya air hujan saja ditunggu, kalau tidak ada air hujan tidak bisa menggarap sawah. (Ada pompa) bisa agak lancar bersawahnya," ungkap Isal.
Petani lainnya, Andi Mus Mulyadi, juga menyampaikan manfaat pompa irigasi tersebut. Menurut Andi, pompa tersebut dapat mengatasi kekurangan air saat musim kemarau. "Kalau ada pompa cepat teratasi airnya, kalau kekurangan kayak kemarau," tambahnya.
Selain itu, Andi juga menekankan perbedaan signifikan dalam produktivitas tanam sejak menggunakan pompa irigasi. Bahkan, Andi mengatakan bahwa ia dan petani lainnya dapat bertani hingga tiga kali dalam setahun.
"Kalau ndak ada pompa (tanam) satu tahun sekali. Selama ini ada pompa, alhamdulillah, bisa sampai tiga kali kalau hasilnya merata. Beda ton-nya selama pakai pompa hampir satu ton dengan pakai pupuk organik," ucap Andi.
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa didatangi Pak Presiden. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya," tutur Andi, mengapresiasi kehadiran Presiden Joko Widodo yang memperhatikan langsung kondisi para petani.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, dan Pj. Bupati Bone Andi Islamuddin.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dengan memperbaiki sistem irigasi di daerah kering seperti di Provinsi Sulawesi Selatan.
Saat berada di lokasi, Presiden Jokowi juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para petani yang sedang bekerja di sawah. Salah satu petani, Isal, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan air hujan untuk mengairi tanaman di sawahnya yang berada di dataran tinggi.
"Kurang hujan, padahal di sini air hujan saja yang ditunggu. Ini kan sawah tinggi daratannya, jadi menunggu air hujan baru bisa bertani di sawah," ungkap Isal.
Isal pun menyampaikan apresiasi atas bantuan pompa yang diberikan pemerintah. Menurutnya, pompa tersebut dapat membantunya dalam bertani.
"Ada (perbedaannya), kalau tidak ada hujan tidak menggarap sawah, karena ini sawahnya air hujan saja ditunggu, kalau tidak ada air hujan tidak bisa menggarap sawah. (Ada pompa) bisa agak lancar bersawahnya," ungkap Isal.
Petani lainnya, Andi Mus Mulyadi, juga menyampaikan manfaat pompa irigasi tersebut. Menurut Andi, pompa tersebut dapat mengatasi kekurangan air saat musim kemarau. "Kalau ada pompa cepat teratasi airnya, kalau kekurangan kayak kemarau," tambahnya.
Selain itu, Andi juga menekankan perbedaan signifikan dalam produktivitas tanam sejak menggunakan pompa irigasi. Bahkan, Andi mengatakan bahwa ia dan petani lainnya dapat bertani hingga tiga kali dalam setahun.
"Kalau ndak ada pompa (tanam) satu tahun sekali. Selama ini ada pompa, alhamdulillah, bisa sampai tiga kali kalau hasilnya merata. Beda ton-nya selama pakai pompa hampir satu ton dengan pakai pupuk organik," ucap Andi.
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa didatangi Pak Presiden. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya," tutur Andi, mengapresiasi kehadiran Presiden Joko Widodo yang memperhatikan langsung kondisi para petani.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, dan Pj. Bupati Bone Andi Islamuddin.
(GUS)
Berita Terkait
Sports
Hadiri Pembukaan Porprov Sulsel, Darmawangsyah Harap Gowa Masuk 10 Besar
Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin berharap kontingen Kabupaten Gowa mampu menambah perolehan medali dan masuk sepuluh besar.
Minggu, 08 Nov 2026 09:07
Sports
Bupati-Wabup Bone Sambut dan Ikuti Kirab Obor Porprov Bersama Ribuan Warga
Suasana semarak mewarnai penyambutan kirab obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Bone, Jumat (6/11/2026).
Jum'at, 06 Nov 2026 14:54
Sports
Judo Bone Sumbang 26 Medali di Porprov 2026: 6 Emas, 4 Perak dan 16 Perunggu
Cabang olahraga (cabor) judo Kabupaten Bone menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026.
Jum'at, 06 Nov 2026 09:02
Sports
Atlet Judo Bone Aditya Wahyudi Kembali Sumbang Emas di Porprov Sulsel 2026
Atlet judo nasional asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Aditya Wahyudi Muhammad, kembali menunjukkan prestasinya dengan mempersembahkan medali emas pada ajang Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026.
Kamis, 05 Nov 2026 23:37
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soliditas Tanpa Celah, Golkar Sulsel Jaga Barisan Lawan Wacana Munaslub
2
Dinilai Gagal Total, Kader Muda Golkar Takalar Desak IAS Segera Copot Zulkarnain Arief
3
AI dan Hoaks Keagamaan: Ketika Teknologi Diuji oleh Kearifan Lokal
4
Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi Kasus Penyadapan, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
5
Al-Markaz Hijab Fun Run 2026 Siap Digelar di Makassar 21 November
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soliditas Tanpa Celah, Golkar Sulsel Jaga Barisan Lawan Wacana Munaslub
2
Dinilai Gagal Total, Kader Muda Golkar Takalar Desak IAS Segera Copot Zulkarnain Arief
3
AI dan Hoaks Keagamaan: Ketika Teknologi Diuji oleh Kearifan Lokal
4
Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi Kasus Penyadapan, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
5
Al-Markaz Hijab Fun Run 2026 Siap Digelar di Makassar 21 November