Target 5 Besar di Porprov, KONI Maros Turunkan 476 Atlet
Sabtu, 14 Feb 2026 13:26
Rapat kerja KONI Maros, Sabtu (14/2/2026). Persiapan menghadapi Porprov Sulsel menjadi bahasan utama dalam pertemuan ini. Foto: SINDO Makassar/Najmi s Limonu
MAROS - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Wajo.
KONI Maros akan menurunkan sebanyak 34 cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Kabupaten Maros, Marjan Massere mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan bersama seluruh pengurus cabang olahraga untuk melakukan evaluasi atlet sekaligus mematangkan program kerja tahun 2026.
"Alhamdulillah, ini memang kita laksanakan untuk mempersiapkan Porprov 2026. Kita undang semua cabor untuk mengevaluasi kembali atlet dan beberapa persiapan yang masuk dalam program kerja 2026. Fokus utama kita tentu menghadapi Porprov di Wajo," ujar Marjan, Jumat (13/2/2026).
Dari 35 cabor yang dipertandingkan, Maros akan mengikuti 34 cabang olahraga. Sementara satu cabang lainnya tidak diikuti karena berbagai pertimbangan teknis.
Marjan menyebutkan, total atlet yang disiapkan mencapai 476 orang. Jumlah ini belum termasuk tiga cabang olahraga yang masuk kategori eksibisi.
"Untuk atlet, ada 476 yang kita siapkan. Itu belum termasuk tiga cabor ekshibisi. Kita berharap seluruh atlet bisa memaksimalkan persiapan agar tampil optimal," jelasnya.
Di Porprov kali ini KONI Maros memasang target cukup ambisius. Mereka menargetkan masuk lima besar perolehan medali. Bahkan membuka peluang menembus tiga besar jika target medali emas tercapai.
"Target kita bisa masuk lima besar. Kalau kita mampu mempertahankan dan mencapai target 47 medali emas, insyaallah kita bisa tembus tiga besar," tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Maros mengandalkan sedikitnya 10 cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi lumbung medali. Di antaranya bulu tangkis, panahan, atletik, taekwondo, dan sejumlah cabang potensial lainnya.
"Cabang-cabang unggulan ini yang menjadi harapan kita untuk mendulang emas. Tentu semua cabor tetap kita dorong agar bisa memberikan kontribusi terbaik," ujar Marjan.
Untuk mengikutkan atlet di Porprov kali ini, KONI Maros menyediakan anggaran sebesar Rp3 miliar.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Sulawesi Selatan, Abd Chalid Suang, saat menghadiri kegiatan evaluasi dan pemantapan persiapan atlet KONI Maros.
Menurut Abd Chalid, capaian Maros pada babak kualifikasi menjadi indikator kuat untuk target tersebut realistis. Pada pra-kualifikasi, Maros mampu mengoleksi 43 medali emas.
"Kalau melihat hasil babak kualifikasi dengan 43 emas, itu sudah bisa dihitung-hitung masuk tiga besarl,” ujar Abd Chalid kepada wartawan usai menghadiri Rapat kerja Koni Maros, Sabtu (14/2/2026).
Dia menjelaskan, dengan dukungan anggaran pembinaan sekitar Rp3 miliar, peluang mempertahankan bahkan meningkatkan capaian medali tetap terbuka, asalkan pembinaan dilakukan secara konsisten dan terarah.
"Dengan dana Rp3 miliar, insyaallah cukup untuk membina atlet. Tinggal bagaimana pembinaannya dimaksimalkan. Di babak kualifikasi, para atlet sudah saling berhadapan dengan kekuatan yang seimbang. Artinya, peta persaingan sudah terbaca,” jelasnya.
KONI Maros akan menurunkan sebanyak 34 cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Kabupaten Maros, Marjan Massere mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan bersama seluruh pengurus cabang olahraga untuk melakukan evaluasi atlet sekaligus mematangkan program kerja tahun 2026.
"Alhamdulillah, ini memang kita laksanakan untuk mempersiapkan Porprov 2026. Kita undang semua cabor untuk mengevaluasi kembali atlet dan beberapa persiapan yang masuk dalam program kerja 2026. Fokus utama kita tentu menghadapi Porprov di Wajo," ujar Marjan, Jumat (13/2/2026).
Dari 35 cabor yang dipertandingkan, Maros akan mengikuti 34 cabang olahraga. Sementara satu cabang lainnya tidak diikuti karena berbagai pertimbangan teknis.
Marjan menyebutkan, total atlet yang disiapkan mencapai 476 orang. Jumlah ini belum termasuk tiga cabang olahraga yang masuk kategori eksibisi.
"Untuk atlet, ada 476 yang kita siapkan. Itu belum termasuk tiga cabor ekshibisi. Kita berharap seluruh atlet bisa memaksimalkan persiapan agar tampil optimal," jelasnya.
Di Porprov kali ini KONI Maros memasang target cukup ambisius. Mereka menargetkan masuk lima besar perolehan medali. Bahkan membuka peluang menembus tiga besar jika target medali emas tercapai.
"Target kita bisa masuk lima besar. Kalau kita mampu mempertahankan dan mencapai target 47 medali emas, insyaallah kita bisa tembus tiga besar," tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Maros mengandalkan sedikitnya 10 cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi lumbung medali. Di antaranya bulu tangkis, panahan, atletik, taekwondo, dan sejumlah cabang potensial lainnya.
"Cabang-cabang unggulan ini yang menjadi harapan kita untuk mendulang emas. Tentu semua cabor tetap kita dorong agar bisa memberikan kontribusi terbaik," ujar Marjan.
Untuk mengikutkan atlet di Porprov kali ini, KONI Maros menyediakan anggaran sebesar Rp3 miliar.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Sulawesi Selatan, Abd Chalid Suang, saat menghadiri kegiatan evaluasi dan pemantapan persiapan atlet KONI Maros.
Menurut Abd Chalid, capaian Maros pada babak kualifikasi menjadi indikator kuat untuk target tersebut realistis. Pada pra-kualifikasi, Maros mampu mengoleksi 43 medali emas.
"Kalau melihat hasil babak kualifikasi dengan 43 emas, itu sudah bisa dihitung-hitung masuk tiga besarl,” ujar Abd Chalid kepada wartawan usai menghadiri Rapat kerja Koni Maros, Sabtu (14/2/2026).
Dia menjelaskan, dengan dukungan anggaran pembinaan sekitar Rp3 miliar, peluang mempertahankan bahkan meningkatkan capaian medali tetap terbuka, asalkan pembinaan dilakukan secara konsisten dan terarah.
"Dengan dana Rp3 miliar, insyaallah cukup untuk membina atlet. Tinggal bagaimana pembinaannya dimaksimalkan. Di babak kualifikasi, para atlet sudah saling berhadapan dengan kekuatan yang seimbang. Artinya, peta persaingan sudah terbaca,” jelasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Lantik Pengurus KONI Maros, Darmawangsyah Muin Tekankan Pembinaan dan Perhatian ke Atlet
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin, resmi melantik pengurus KONI Kabupaten Maros periode 2026–2030 di Grand Hall II Waterboom Maros, Rabu (22/7/2026).
Rabu, 22 Jul 2026 21:39
Sports
Darmawansyah Muin Lantik 71 Pengurus KONI Kabupaten Maros
Chaerul Syahab resmi memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros setelah dilantik bersama 71 orang jajaran pengurus KONI di Grand Hall Waterboom Maros, Rabu (22/7/2026).
Rabu, 22 Jul 2026 19:29
News
Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Maros Dituntut 1 Tahun 9 Bulan Penjara
Dua terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2016 dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 9 bulan.
Rabu, 08 Jul 2026 17:07
Sports
Maros Bidik Lima Besar Porprov, Jumlah Cabor Lolos Meningkat Jadi 34
Bupati Maros, Chaidir Syam, menargetkan Kabupaten Maros mampu menembus lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan.
Minggu, 28 Jun 2026 12:16
Sulsel
Menuju Porprov 2026, KONI Maros Hadirkan Aplikasi SIMARU
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Olahraga dan Prestasi Unggul (SIMARU).
Rabu, 11 Mar 2026 11:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
OJK Akselerasi Inovasi Keuangan Digital Lewat Digination Day 2026
4
DPRD Sepakat Pemprov Sulsel Lanjutkan Program MYP Tahap II
5
UMI Bawa Layanan Kesehatan ke Pengungsian Penyintas Gempa NTT
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
OJK Akselerasi Inovasi Keuangan Digital Lewat Digination Day 2026
4
DPRD Sepakat Pemprov Sulsel Lanjutkan Program MYP Tahap II
5
UMI Bawa Layanan Kesehatan ke Pengungsian Penyintas Gempa NTT