Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah

Jum'at, 28 Agu 2026 07:57
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
Suasana haru saat orang tua wisuda memeluk wisudawati UMI yang mendapat bantuan penyelesaian studi. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Tidak semua mahasiswa yang terlambat menyelesaikan kuliah kehilangan semangat belajar. Ada yang justru sudah menyelesaikan hampir seluruh proses akademiknya.

Skripsi atau tesis sudah dikerjakan.Penelitian sudah berjalan. Mata kuliah hampir seluruhnya selesai. Namun ketika tinggal menyelesaikan tahapan akhir, keadaan keluarga berubah.

Ada orang tua yang meninggal.Ada keluarga yang kehilangan pekerjaan.Ada usaha keluarga yang sebelumnya membiayai pendidikan tiba-tiba menurun.

Ada penyakit yang membuat penghasilan keluarga dialihkan untuk biaya pengobatan.Ada perceraian yang mengubah kemampuan ekonomi keluarga.

Dan ada tekanan ekonomi yang datang justru ketika mahasiswa sudah berada pada tahap akhir pendidikan.

Kondisi seperti inilah yang ditemukan Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 121 mahasiswa program Sarjana, Magister, dan Doktor yang hampir menyelesaikan seluruh proses akademiknya tetapi terkendala biaya untuk mengikuti proses ujian akhir.

UMI kemudian mengambil kebijakan memberikan Bantuan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi sebesar Rp1,599 miliar kepada 121 mahasiswa tersebut.

Kebijakan itu diumumkan Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib, pada Wisuda UMI Periode II Hari Pertama, Kamis, (27/08/2026).

“Ketika kami telusuri, di balik angka tunggakan itu ada persoalan manusia. Ada orang tua yang meninggal. Ada keluarga kehilangan pekerjaan. Ada usaha keluarga yang menurun. Ada penyakit. Ada perceraian. Ada tekanan ekonomi yang justru datang ketika mahasiswa hampir selesai,” kata Prof Hambali dalam pidatonya saat wisuda UMI Makassar Kamis 27 Agustus 2026 di Hotel Claro Makassar

Bukan Membebaskan Mahasiswa dari Tanggung Jawab Akademik

UMI menegaskan bahwa Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi bukan kebijakan untuk membenarkan mahasiswa berlama-lama kuliah. Bantuan tersebut juga bukan penghapusan tanggung jawab akademik.

Mahasiswa tetap harus memenuhi persyaratan akademik, menyelesaikan penelitian, mengikuti ujian, dan memenuhi standar kelulusan sesuai ketentuan universitas. Yang dibantu adalah mahasiswa dengan kondisi tertentu yang secara akademik sudah mendekati penyelesaian studi, tetapi mengalami hambatan finansial yang telah ditelusuri dan diverifikasi.

Bagi UMI, dua hal harus berjalan bersama, mahasiswa mempunyai tanggung jawab menyelesaikan studinya tepat waktu, dan universitas mempunyai tanggung jawab mengetahui ketika mahasiswa yang serius belajar mengalami keadaan darurat di luar kemampuannya.

Prof Hambali mengungkapkan pertanyaan yang muncul ketika universitas mengetahui kondisi mereka. “Apakah setelah berjuang bertahun-tahun mereka harus berhenti hanya beberapa langkah sebelum selesai? UMI memutuskan: tidak,” katanya.

Masalah Biaya Pendidikan Bukan Persoalan UMI Saja

Persoalan keberlanjutan pendidikan tinggi bukan hanya terjadi di satu kampus. Data terbaru Statistik Pendidikan Tinggi 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat terdapat 289.670 mahasiswa yang mengalami putus kuliah pada 2025, meningkat 2,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data tersebut mencakup berbagai kategori dan penyebab, sehingga tidak seluruhnya dapat disebut disebabkan faktor ekonomi. Namun skalanya menunjukkan bahwa keberlanjutan studi merupakan persoalan nyata dalam pendidikan tinggi Indonesia.

Pemerintah juga secara khusus memberi perhatian terhadap hambatan ekonomi. Pada Juli 2026, Kemdiktisaintek meminta perguruan tinggi negeri menelusuri calon mahasiswa yang lulus tetapi belum melakukan registrasi ulang agar tidak ada calon mahasiswa kehilangan kesempatan kuliah semata-mata karena persoalan biaya.

Data Kemdiktisaintek lainnya menunjukkan 28,2 persen mahasiswa baru PTN pada 2025 berasal dari keluarga kurang mampu dan memperoleh dukungan melalui KIP Kuliah, berbagai beasiswa, maupun kelompok UKT rendah.

Realitas tersebut menunjukkan satu hal kemampuan akademik dan kemampuan ekonomi tidak selalu berjalan beriringan. Seorang mahasiswa dapat berprestasi tetapi keluarganya mengalami kehilangan penghasilan. Seorang mahasiswa dapat sudah berada di semester akhir ketika orang tuanya meninggal. Seorang mahasiswa dapat mampu membayar kuliah selama bertahun-tahun, lalu kondisi ekonomi keluarga berubah dalam beberapa bulan.

Karena itu, mekanisme bantuan pendidikan membutuhkan data yang mampu melihat perubahan kondisi mahasiswa, bukan hanya kondisi saat mereka pertama kali masuk perguruan tinggi.

Dari Tunggakan Menjadi Persoalan Manusia

Inilah pendekatan yang ingin dibangun UMI.Tunggakan keuangan tidak langsung dibaca sebagai angka. Universitas terlebih dahulu mencari tahu mengapa mahasiswa belum mampu menyelesaikan kewajibannya.

Sebab angka yang sama dapat mempunyai cerita yang sangat berbeda. Ada mahasiswa yang memang tidak disiplin.Ada yang tidak aktif. Ada yang mempunyai persoalan akademik.

Tetapi ada pula mahasiswa yang serius menyelesaikan pendidikan dan mendadak kehilangan sumber pembiayaan keluarga. Kelompok terakhir inilah yang memerlukan pendekatan berbeda.

Karena itu, Rektor UMI menyebut bantuan Rp1,599 miliar tersebut bukan semata-mata program beasiswa. “Bagi kami, ini bukan sekadar beasiswa biasa. Ini adalah kebijakan akademik sekaligus kebijakan kemanusiaan,” katanya.
(GUS)
Berita Terkait
UMI Bawa Layanan Kesehatan ke Pengungsian Penyintas Gempa NTT
News
UMI Bawa Layanan Kesehatan ke Pengungsian Penyintas Gempa NTT
Sejumlah warga Kampung Nggori atau Gendang Gori, Desa Bangka John, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Kamis, 27 Agu 2026 22:43
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
News
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan silaturrahim dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, HM Ikbal Ismail, di Kantor Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulsel, Kompleks Asrama Haji Sudiang
Rabu, 26 Agu 2026 15:09
UMI Bangun IT Center Lima Lantai, Ditargetkan Rampung 2028
News
UMI Bangun IT Center Lima Lantai, Ditargetkan Rampung 2028
UMI memulai pembangunan Pusat Gedung IT Center atau UMI Connection di Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Rabu (26/8/2026). Pembangunan gedung lima lantai tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
Rabu, 26 Agu 2026 14:36
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
News
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) bersama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menerapkan model penangkaran kedelai adaptif perubahan iklim di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Senin, 24 Agu 2026 22:40
Kampus Berdampak Bukan Sekadar Slogan, UMI Buktikan dengan Aksi Kemanusiaan di NTT
News
Kampus Berdampak Bukan Sekadar Slogan, UMI Buktikan dengan Aksi Kemanusiaan di NTT
Apa arti Kampus Berdampak ketika masyarakat sedang menghadapi bencana? Bagi Universitas Muslim Indonesia (UMI), jawabannya bukan pada slogan, melainkan pada apa yang bisa dilakukan ketika masyarakat membutuhkan.
Kamis, 20 Agu 2026 11:53
Berita Terbaru