Pupuk Indonesia Dorong Peningkatan Serapan Pupuk Organik Subsidi di Gowa
Senin, 29 Sep 2025 16:17
Pupuk Indonesia mengajak seluruh petani yang terdaftar dalam RDKK di Kabupaten Gowa segera memanfaatkan pupuk organik subsidi yang telah dialokasikan oleh pemerintah. Foto/IST
MAKASSAR - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak seluruh petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk segera memanfaatkan pupuk organik subsidi yang telah dialokasikan oleh pemerintah.
Ajakan ini disampaikan oleh Kementerian Pertanian dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Serapan Pupuk Subsidi Organik yang digelar di Makassar, belum lama ini.
General Manager Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia siap mendukung upaya percepatan serapan pupuk bersubsidi, dengan menjaga ketersediaan stok sesuai alokasi.
“Kami menjamin bahwa stok pupuk subsidi, termasuk pupuk organik telah tersedia. Harapan kami, melalui sosialisasi ini para petani dan mitra distribusi semakin memahami mekanisme penyaluran dan segera melakukan penebusan sesuai alokasi yang ada,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan, peningkatan penebusan pupuk bersubsidi akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Pupuk organik tidak hanya penting untuk meningkatkan hasil, tapi juga untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Karena itu, kami terus mendorong petani agar aktif menebus pupuk Petroganik bersubsidi,” jelas dia.
Kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antar pihak dalam mendukung penyaluran pupuk subsidi, khususnya pupuk organik, agar target realisasi sebesar 85% dari alokasi di Kabupaten Gowa bisa tercapai.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra, menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menyukseskan program pupuk subsidi tahun 2025.
“Kita harus bekerja bersama, baik Pupuk Indonesia, Pelaku Usaha Distribusi, titik serah atau PPTS, maupun Penyuluh atau PPL, agar serapan pupuk subsidi di Gowa bisa ditingkatkan,” tegas Jekvy.
Sementara itu, Kapoksi Pupuk Bersubsidi Kementerian Pertanian, Sry Pujiati, menyoroti pentingnya perencanaan kebutuhan pupuk yang akurat.
“Penyusunan e-RDKK harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Data yang akurat akan mempermudah distribusi, mengurangi hambatan, dan memastikan pupuk benar-benar diterima oleh petani yang berhak,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta, terutama para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kios pengecer sebagai pihak penerima di titik serah. Mereka mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai mekanisme distribusi dan penyaluran pupuk subsidi organik.
Pupuk Indonesia optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, distributor, kios resmi, dan petani, target penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Gowa dapat tercapai.
Ajakan ini disampaikan oleh Kementerian Pertanian dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Serapan Pupuk Subsidi Organik yang digelar di Makassar, belum lama ini.
General Manager Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia siap mendukung upaya percepatan serapan pupuk bersubsidi, dengan menjaga ketersediaan stok sesuai alokasi.
“Kami menjamin bahwa stok pupuk subsidi, termasuk pupuk organik telah tersedia. Harapan kami, melalui sosialisasi ini para petani dan mitra distribusi semakin memahami mekanisme penyaluran dan segera melakukan penebusan sesuai alokasi yang ada,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan, peningkatan penebusan pupuk bersubsidi akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Pupuk organik tidak hanya penting untuk meningkatkan hasil, tapi juga untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Karena itu, kami terus mendorong petani agar aktif menebus pupuk Petroganik bersubsidi,” jelas dia.
Kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antar pihak dalam mendukung penyaluran pupuk subsidi, khususnya pupuk organik, agar target realisasi sebesar 85% dari alokasi di Kabupaten Gowa bisa tercapai.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra, menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menyukseskan program pupuk subsidi tahun 2025.
“Kita harus bekerja bersama, baik Pupuk Indonesia, Pelaku Usaha Distribusi, titik serah atau PPTS, maupun Penyuluh atau PPL, agar serapan pupuk subsidi di Gowa bisa ditingkatkan,” tegas Jekvy.
Sementara itu, Kapoksi Pupuk Bersubsidi Kementerian Pertanian, Sry Pujiati, menyoroti pentingnya perencanaan kebutuhan pupuk yang akurat.
“Penyusunan e-RDKK harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Data yang akurat akan mempermudah distribusi, mengurangi hambatan, dan memastikan pupuk benar-benar diterima oleh petani yang berhak,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta, terutama para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kios pengecer sebagai pihak penerima di titik serah. Mereka mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai mekanisme distribusi dan penyaluran pupuk subsidi organik.
Pupuk Indonesia optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, distributor, kios resmi, dan petani, target penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Gowa dapat tercapai.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun
Sepanjang Januari-Juni 2026, pendapatan Pupuk Indonesia mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51% secara tahunan. Sementara itu, EBITDA meningkat 140% menjadi Rp14,28 triliun.
Kamis, 13 Agu 2026 17:35
News
Respons Cepat Tuntutan Peternak, Mentan Pastikan Penyerapan MBG dan Pakan Subsidi Bulog
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk membela dan melindungi peternak kecil dari potensi praktik merugikan oleh perusahaan besar.
Selasa, 11 Agu 2026 11:09
News
Kementan Genjot Indeks Pertanaman Lewat Gerakan Tanam Serempak di 25 Provinsi
Kementan menggelar Gerakan Tanam Serempak di 25 provinsi sebagai upaya mempercepat peningkatan indeks pertanaman dan mendukung swasembada pangan.
Sabtu, 01 Agu 2026 07:41
News
Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Harga Tembus Rp42 Ribu per Kg
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan dalam penjualan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran.
Kamis, 30 Jul 2026 16:10
Ekbis
Pupuk Indonesia Perkuat Sektor Perikanan Sulsel melalui Program Tebus Bersama
Tri menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan setelah pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan.
Senin, 27 Jul 2026 11:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Satukan Dua Kekuatan Golkar Soppeng, Suwardi Haseng dan Andi Dulli Kembali Satu Panggung
2
Rumah Kosong di Jeneponto Dibobol Siang Bolong, Uang Rp 12 Juta Raib
3
Mahtan Buka Donasi Bertajuk MAHTANCare Peduli Bencana Gempa NTT
4
BI Sulsel Rayakan 7 Tahun QRIS Lewat Sultan QRIS Run 2026
5
Ribuan Alumni Smansa Makassar Tumpah Ruah di Fun Walk HUT ke-76
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Satukan Dua Kekuatan Golkar Soppeng, Suwardi Haseng dan Andi Dulli Kembali Satu Panggung
2
Rumah Kosong di Jeneponto Dibobol Siang Bolong, Uang Rp 12 Juta Raib
3
Mahtan Buka Donasi Bertajuk MAHTANCare Peduli Bencana Gempa NTT
4
BI Sulsel Rayakan 7 Tahun QRIS Lewat Sultan QRIS Run 2026
5
Ribuan Alumni Smansa Makassar Tumpah Ruah di Fun Walk HUT ke-76