Kejari Limpahkan Berkas Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan Rumdis DPRD Bantaeng
Selasa, 29 Okt 2024 16:42

Press conference kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan kesejahteraan rumah negara dan belanja rumah tangga pimpinan DPRD Bantaeng. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
BANTAENG - Penyidik Khusus Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantaeng menyerahkan berkas tahap II empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan kesejahteraan rumah negara (rumdis) dan belanja rumah tangga pimpinan DPRD Bantaeng masa jabatan 2019-2024. Kasus ini membuat negara rugi Rp4,9 miliar.
Keempat tersangka masing-masing, HA (Ketua), IR (Wakil Ketua I) serta MR (Wakil Ketua II) serta Sekretaris Dewan DK. Keempat tersangka tersebut akan menjalani penahanan di tingkat penuntutan selama 20 hari, mulai 29 Oktober hingga 17 November 2024 mendatang.
Kepala Kejari Bantaeng Satria Abdi mengatakan, selama proses tahap II dilaksanakan, empat tersangka telah didampingi oleh Penasehat Hukum. Selanjutnya tim penuntut umum akan menyusun dan mempersiapkan surat dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar untuk disidangkan.
"Tidak akan lama lagi, ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Makassar," ujar Satria Abdi, Selasa 29 Oktober 2024.
Satria Abdi menambahkan, pihaknya telah menyita uang negara sebesar Rp1,3 miliar. Berarti masih tersisa kurang lebih Rp3,6 miliar. Selain menyita barang bukti uang. Pihaknya juga menyita tujuh bidang tanah, delapan handphone serta sembilan rekening dari keempat tersangka.
Dengan kekurangan Rp3,6 miliar, Kejaksaan pun menyita tujuh bidang tanah, termasuk delapan unit handphone, serta sembilan rekening.
Sebelumnya, HA, IR, MR serta DK ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Bantaeng, pada Rabu 17 Juli 2024. Mereka diduga melakukan korupsi tahap II empat orang tersangka kasus dugaan rindak pidana korupsi tunjangan kesejahteraan rumah negara masa bakti 2019-2024.
Dari hasil temuan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, tiga anggota DPRD dan Sekwan ditetapkan menjadi tersangka.
Keempat tersangka masing-masing, HA (Ketua), IR (Wakil Ketua I) serta MR (Wakil Ketua II) serta Sekretaris Dewan DK. Keempat tersangka tersebut akan menjalani penahanan di tingkat penuntutan selama 20 hari, mulai 29 Oktober hingga 17 November 2024 mendatang.
Kepala Kejari Bantaeng Satria Abdi mengatakan, selama proses tahap II dilaksanakan, empat tersangka telah didampingi oleh Penasehat Hukum. Selanjutnya tim penuntut umum akan menyusun dan mempersiapkan surat dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar untuk disidangkan.
"Tidak akan lama lagi, ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Makassar," ujar Satria Abdi, Selasa 29 Oktober 2024.
Satria Abdi menambahkan, pihaknya telah menyita uang negara sebesar Rp1,3 miliar. Berarti masih tersisa kurang lebih Rp3,6 miliar. Selain menyita barang bukti uang. Pihaknya juga menyita tujuh bidang tanah, delapan handphone serta sembilan rekening dari keempat tersangka.
Dengan kekurangan Rp3,6 miliar, Kejaksaan pun menyita tujuh bidang tanah, termasuk delapan unit handphone, serta sembilan rekening.
Sebelumnya, HA, IR, MR serta DK ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Bantaeng, pada Rabu 17 Juli 2024. Mereka diduga melakukan korupsi tahap II empat orang tersangka kasus dugaan rindak pidana korupsi tunjangan kesejahteraan rumah negara masa bakti 2019-2024.
Dari hasil temuan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, tiga anggota DPRD dan Sekwan ditetapkan menjadi tersangka.
(MAN)
Berita Terkait

Sulsel
Kejari Bantaeng Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng kembali melaksanakan eksekusi/pemusnahan barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap.
Senin, 10 Mar 2025 15:27

Sulsel
Kejari Bantaeng Tahan Direktur CV Cipta Prasetya Kasus Dugaan Korupsi Jaringan Irigasi
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng melakukan penahanan terhadap Direktur CV Cipta Prasetya berisial AM.. Penahanan dilakukan setelah AM menjalani pemeriksaan.
Kamis, 19 Des 2024 18:01

Sulsel
Peringati Hakordia, Kejari Bantaeng Gelar Diskusi Pencegahan Tipikor
Kejari Bantaeng bersama pemerintah setempat menggelar diskusi Pencegahan Tipikor di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Rabu, 4 Desember 2024. Kegiatan ini dalam Rangka Peringatan Hakordia 2024.
Kamis, 05 Des 2024 09:53

Sulsel
Sudah Inkrah, Kejari Musnahkan Sejumlah Barang Bukti Tindak Pidana
Kejari Bantaeng melaksanakan pemusnahan barang bukti sejumlah perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, Kamis (7/11/2024). Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejari Bantaeng.
Kamis, 07 Nov 2024 15:06

Sulsel
Penyidik Gakkum KLHK Sulawesi Limpahkan Kasus Kayu Ilegal ke Kejari Bantaeng
Kasus ini melibatkan tersangka HM (59) yang diduga terlibat dalam peredaran kayu ilegal di Jalan Poros Bantaeng Panaikang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 17 Agu 2024 07:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Kemenkum Sulsel Komitmen Beri Pelayanan Terbaik, Maksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Kemenkum Sulsel Komitmen Beri Pelayanan Terbaik, Maksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat