Cegah Penularan PMK, 1.392 Hewan Ternak di Maros Divaksin
Selasa, 29 Apr 2025 16:54
Pemerintah Kabupaten Maros terus melakukan pemberian vaksin PMK terhadap hewan ternak sapi milik masyarakat. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros terus melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).
Tercatat, sampai April 2025, sudah ada sebanyak 1.392 ekor hewan ternak di Kabupaten Maros telah menjalani vaksinasi PMK.
Kepala Dinas Pertanian Maros, Fadli mengatakan, vaksinasi dilakukan terhadap 1.274 ekor sapi dan 118 ekor kambing.
"Kami punya stok 1.500 dosis vaksin. Sampai saat ini sudah dilakukan vaksinasi terhadap 1.274 sapi dan 118 untuk kambing, jadi totalnya sudah 1.392 hewan ternak yang divaksin," ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Vaksinasi ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran PMK yang sempat menyerang hewan ternak di beberapa kecamatan.
Fadli menyebutkan, sejak Januari hingga April 2025, terdapat 539 kasus PMK yang dilaporkan.
"Kasus terbanyak di Kecamatan Bantimurung sebanyak 170 ekor," sebutnya.
Mantan Kepala BPBD Maros ini menambahkan, seluruh hewan yang sempat terjangkit dan diobati oleh pihak Puskeswan dinyatakan sembuh.
"Adapun yang tidak terlapor perkembangannya itu mati karena dipotong peternaknya," ungkap Fadli.
Fadli menuturkan, selain vaksinasi, pihaknya juga mengimbau peternak untuk aktif melakukan isolasi terhadap ternak yang menunjukkan gejala PMK serta rutin melakukan penyemprotan disinfektan.
Dia mengingatkan pentingnya laporan cepat ke petugas kesehatan hewan untuk penanganan lebih lanjut.
Dia juga menyampaikan, hewan ternak yang terjangkit PMK tetap aman dikonsumsi, asal melalui proses pengolahan dengan suhu tinggi di atas 70 derajat Celcius, dan bagian organ yang rusak tidak dikonsumsi.
"Peternak tidak perlu panik. PMK memang cepat menular, tapi tingkat kesembuhannya juga tinggi jika dilakukan pengobatan dengan tepat," pesannya.
Tercatat, sampai April 2025, sudah ada sebanyak 1.392 ekor hewan ternak di Kabupaten Maros telah menjalani vaksinasi PMK.
Kepala Dinas Pertanian Maros, Fadli mengatakan, vaksinasi dilakukan terhadap 1.274 ekor sapi dan 118 ekor kambing.
"Kami punya stok 1.500 dosis vaksin. Sampai saat ini sudah dilakukan vaksinasi terhadap 1.274 sapi dan 118 untuk kambing, jadi totalnya sudah 1.392 hewan ternak yang divaksin," ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Vaksinasi ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran PMK yang sempat menyerang hewan ternak di beberapa kecamatan.
Fadli menyebutkan, sejak Januari hingga April 2025, terdapat 539 kasus PMK yang dilaporkan.
"Kasus terbanyak di Kecamatan Bantimurung sebanyak 170 ekor," sebutnya.
Mantan Kepala BPBD Maros ini menambahkan, seluruh hewan yang sempat terjangkit dan diobati oleh pihak Puskeswan dinyatakan sembuh.
"Adapun yang tidak terlapor perkembangannya itu mati karena dipotong peternaknya," ungkap Fadli.
Fadli menuturkan, selain vaksinasi, pihaknya juga mengimbau peternak untuk aktif melakukan isolasi terhadap ternak yang menunjukkan gejala PMK serta rutin melakukan penyemprotan disinfektan.
Dia mengingatkan pentingnya laporan cepat ke petugas kesehatan hewan untuk penanganan lebih lanjut.
Dia juga menyampaikan, hewan ternak yang terjangkit PMK tetap aman dikonsumsi, asal melalui proses pengolahan dengan suhu tinggi di atas 70 derajat Celcius, dan bagian organ yang rusak tidak dikonsumsi.
"Peternak tidak perlu panik. PMK memang cepat menular, tapi tingkat kesembuhannya juga tinggi jika dilakukan pengobatan dengan tepat," pesannya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Capaian PAD di Bawah 70%, Enam OPD Maros Dapat Raport Merah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatannya masih di bawah 70 persen untuk menggenjot capaian hingga mendekati target tersebut pada September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Sulsel
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Minggu, 13 Sep 2026 09:37
Sulsel
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalihkan sementara proses pembelajaran bagi murid jenjang TK, SD, dan SMP ke sistem daring atau online.
Minggu, 13 Sep 2026 07:44
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
4
Sharing Program Prioritas dan Penanganan Stunting, BKKBN Sulsel Terima Kunjungan DPRD Bone
5
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
4
Sharing Program Prioritas dan Penanganan Stunting, BKKBN Sulsel Terima Kunjungan DPRD Bone
5
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan