Wabup Maros Tinjau Pemondokan Kafilah MTQ, Pastikan Aman dan Nyaman
Kamis, 16 Apr 2026 14:56
Wabup Maros, Muetazim Mansyur saat berada di salah satu pemondokan kafilah MTQ. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limomu
MAROS - Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang juga Ketua Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sulawesi Selatan ke-XXXIV, mengunjungi sejumlah lokasi pemondokan kafilah yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kafilah mendapatkan pelayanan yang baik dari warga yang rumahnya dijadikan tempat pemondokan.
"Kami ingin melihat langsung suasana pemondokan para kafilah. Tentunya ini untuk memastikan mereka aman dan nyaman selama dalam proses mengikuti MTQ ini," katanya, Kamis (16/4/2026).
Muetazim menjelaskan, pemondokan kafilah disiapkan secara mandiri oleh warga berdasarkan rekomendasi pemerintah desa atau kelurahan setempat. Seluruh fasilitas pemondokan tersebut diberikan secara gratis.
Selama masa pemondokan, setiap kafilah juga menyiapkan dapur umum mandiri untuk kebutuhan konsumsi harian, dengan dukungan dari warga sekitar.
"Kami juga melibatkan teman-teman dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk persoalan keamanan mereka selama di pemondokan," sebutnya.
Sejak awal pelaksanaan MTQ, panitia telah menyiapkan 184 titik pemondokan yang tersebar di enam kecamatan, yakni Turikale, Bantimurung, Maros Baru, Lau, Mandai, dan Marusu.
"184 titik ini untuk menampung sedikitnya 1.392 peserta di luar dari pendamping dan pelatih mereka selama menjalani lomba MTQ," lanjutnya.
Muetazim mengungkapkan, antusiasme warga yang menyediakan rumah bagi kafilah sangat tinggi. Mereka merasa bangga dapat terlibat sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ Sulsel.
"Alhamdulillah respons mereka sangat baik. Mereka mengaku bangga karena terlibat sebagai tuan rumah. Kami juga sangat mengapresiasi sikap warga kita yang luar biasa kepada para tamu kita ini," akunya.
Memasuki hari keempat pelaksanaan MTQ Sulsel ke-XXXIV, seluruh cabang lomba masih berada pada tahap penyisihan dan dijadwalkan rampung pada hari ini.
"Insyaallah hari ini sudah terakhir babak penyisihan. Besok akan dilangsungkan babak final untuk semua cabang lomba," pungkasnya.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kafilah mendapatkan pelayanan yang baik dari warga yang rumahnya dijadikan tempat pemondokan.
"Kami ingin melihat langsung suasana pemondokan para kafilah. Tentunya ini untuk memastikan mereka aman dan nyaman selama dalam proses mengikuti MTQ ini," katanya, Kamis (16/4/2026).
Muetazim menjelaskan, pemondokan kafilah disiapkan secara mandiri oleh warga berdasarkan rekomendasi pemerintah desa atau kelurahan setempat. Seluruh fasilitas pemondokan tersebut diberikan secara gratis.
Selama masa pemondokan, setiap kafilah juga menyiapkan dapur umum mandiri untuk kebutuhan konsumsi harian, dengan dukungan dari warga sekitar.
"Kami juga melibatkan teman-teman dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk persoalan keamanan mereka selama di pemondokan," sebutnya.
Sejak awal pelaksanaan MTQ, panitia telah menyiapkan 184 titik pemondokan yang tersebar di enam kecamatan, yakni Turikale, Bantimurung, Maros Baru, Lau, Mandai, dan Marusu.
"184 titik ini untuk menampung sedikitnya 1.392 peserta di luar dari pendamping dan pelatih mereka selama menjalani lomba MTQ," lanjutnya.
Muetazim mengungkapkan, antusiasme warga yang menyediakan rumah bagi kafilah sangat tinggi. Mereka merasa bangga dapat terlibat sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ Sulsel.
"Alhamdulillah respons mereka sangat baik. Mereka mengaku bangga karena terlibat sebagai tuan rumah. Kami juga sangat mengapresiasi sikap warga kita yang luar biasa kepada para tamu kita ini," akunya.
Memasuki hari keempat pelaksanaan MTQ Sulsel ke-XXXIV, seluruh cabang lomba masih berada pada tahap penyisihan dan dijadwalkan rampung pada hari ini.
"Insyaallah hari ini sudah terakhir babak penyisihan. Besok akan dilangsungkan babak final untuk semua cabang lomba," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Capaian PAD di Bawah 70%, Enam OPD Maros Dapat Raport Merah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meminta enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatannya masih di bawah 70 persen untuk menggenjot capaian hingga mendekati target tersebut pada September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Sulsel
Bapenda dan BPN Maros Integrasikan Data Pertanahan dan Perpajakan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menjalin kerja sama dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros untuk mengintegrasikan data pertanahan dan data perpajakan daerah.
Senin, 14 Sep 2026 11:19
Sulsel
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Minggu, 13 Sep 2026 09:37
Sulsel
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalihkan sementara proses pembelajaran bagi murid jenjang TK, SD, dan SMP ke sistem daring atau online.
Minggu, 13 Sep 2026 07:44
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Satu Dekade Kulkas InstaView, LG Indonesia Hadirkan Program Apresiasi Konsumen
2
UMI Tutup Rangkaian Pekan Pesantren Gelombang ke-7, Mahasiswa Ikuti Kegiatan Outbound
3
PLN dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
4
KALLA Rayakan 74 Tahun, Perkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan
5
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Satu Dekade Kulkas InstaView, LG Indonesia Hadirkan Program Apresiasi Konsumen
2
UMI Tutup Rangkaian Pekan Pesantren Gelombang ke-7, Mahasiswa Ikuti Kegiatan Outbound
3
PLN dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
4
KALLA Rayakan 74 Tahun, Perkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan
5
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok