Bupati Irwan dan Pompessi Luwu Lakukan Prosesi Mattompang Pusaka

Sabtu, 17 Mei 2025 15:12
Bupati Irwan dan Pompessi Luwu Lakukan Prosesi Mattompang Pusaka
Prosesi Mattompang Pusaka dalam rangkaian acara Pameran Benda Pusaka yang berlangsung di basement Andi Nyiwi Park, Kecamatan Malili. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, bersama komunitas pemerhati budaya Pompessi Luwu melaksanakan prosesi Mattompang Pusaka dalam rangkaian acara Pameran Benda Pusaka yang berlangsung di basement Andi Nyiwi Park, Kecamatan Malili, Jumat (16/05/2025).

Acara sakral ini menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangka memeriahkan Pesta Rakyat peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Luwu Timur.

Mattompang merupakan prosesi pembersihan benda-benda pusaka khususnya pusaka-pusaka Parewa Matareng atau senjata tajam yang sudah menjadi kebiasaan orang-orang terdahulu atau leluhur di seluruh belahan nusantara, termasuk di Tana Luwu.

Melalui Mattompang Pusaka, Pompessi mengangkat kembali kesadaran sejarah bahwa tanah ini bukan hanya tempat lahir kabupaten baru, tetapi juga tapak pertama dari salah satu peradaban tertua di jazirah Sulawesi.

Prosesi Mattompang dalam khazanah adat Luwu yang tertinggi adalah Mattompang Arajang yaitu pembersihan benda-benda pusaka kebesaran kedatuan Luwu, yang dilakukan adalah mattompang pusaka to marajaE, yaitu keris Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST. IPM., dan keris Almarhum Opu Mincara Malili, Andi Rum Nyiwi Opu To Pamadeng, dua keris Luwu Sapukala yang terbuat dari bahan-bahan besi Luwu terbaik dari Luwu Timur sebagai sumber ferronickel terbaik di nusantara bersama dengan pusaka-pusaka milik keluarga besar Pompessi Luwu.

Bupati Irwan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Pompessi dalam menjaga dan melestarikan pusaka, khususnya yang berasal dari Luwu Timur.

"Semoga harapan dan upaya dari teman-teman Pompessi ini bisa terus kita jaga dan tingkatkan. Dengan demikian, warisan leluhur, baik dari generasi dahulu maupun sekarang, dapat terus kita lestarikan," tutur Bupati.

Bupati juga mengusulkan agar ke depan dapat dipikirkan pembangunan museum khusus di Lutim sebagai tempat penyimpanan dan pameran benda pusaka.

Olehnya itu, Bupati menyarankan untuk sementara waktu, agar perpustakaan daerah bisa dimanfaatkan sebagai lokasi penyimpanan sementara.

"Insyaallah, tahun ini kita bisa mulai memikirkan lokasi yang representatif untuk pembangunan museum sejarah dan budaya Lutim, yang nantinya akan dikelola oleh teman-teman Pompessi," imbuh Bupati Irwan.

Sementara Ketua Koordinator Pameran Benda Pusaka, Musran Mustaring menyampaikan bahwa, kegiatan "Tompang" bukanlah hal baru di Lutim. Setiap tahun, ritual ini digelar sebagai bentuk kepedulian para pemerhati budaya terhadap warisan leluhur.

"Luwu adalah salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Maka dari itu, kegiatan seperti "Tompang" penting untuk terus kita lestarikan agar anak cucu kita tidak kehilangan jejak sejarah dan kebudayaan tanah Luwu," ungkap Musran.

Terakhir, Ia juga mengungkapkan bahwa, peninggalan sejarah dan pusaka di Lutim menjadi incaran para kolektor dari berbagai penjuru nusantara.

"Oleh karena itu, pelestarian benda-benda bersejarah seperti besi tua dari Matano, peninggalan dari darat hingga laut, menjadi tanggung jawab bersama," tuturnya.

"Pameran dan ritual "Tompang" tahun ini telah memasuki pelaksanaan ke-11. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda asli Lutim agar tidak melupakan sejarah dan budaya leluhur," pungkasnya.

Dalam momen ini, Bupati Luwu Timur dianugerahi sebuah Keris Pusaka bernama "Sangka Batara" jenis Sapukala dari Pompessi Luwu. Nama tersebut merupakan pemberian langsung dari Datu Luwu.

Kegiatan ditutup dengan meninjau benda-benda pusaka yang dipamerkan. Dalam pameran ini, Pompessi menampilkan berbagai koleksi bersejarah milik masyarakat adat Luwu, mulai dari keris, tombak, parang, hingga perlengkapan ritual tradisional.
(MAN)
Berita Terkait
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Sulsel
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan kesiapan menjelang verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026 yang akan dilakukan Tim Kementerian Kesehatan RI.
Kamis, 24 Sep 2026 19:52
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Sulsel
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tercatat 2,34 persen per Agustus 2026, sementara secara bulanan (month to month) daerah ini justru mengalami deflasi 0,43 persen.
Rabu, 23 Sep 2026 09:08
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
Sulsel
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menyatakan kesiapannya menjadi pihak intervensi dalam perkara sengketa Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili
Rabu, 23 Sep 2026 00:19
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
Sulsel
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menetapkan donor darah aparatur sipil negara (ASN) sebagai agenda rutin bulanan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan mendapat giliran secara bergilir.
Senin, 21 Sep 2026 16:35
Rehabilitasi 364 Hektare Lada Luwu Timur Jalan, Persoalan Pascapanen Belum Tuntas
Sulsel
Rehabilitasi 364 Hektare Lada Luwu Timur Jalan, Persoalan Pascapanen Belum Tuntas
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjalankan program rehabilitasi tanaman lada seluas 364 hektare pada 2026 di tiga kecamatan sentra produksi, yakni Towuti, Wasuponda, dan Nuha.
Jum'at, 18 Sep 2026 15:45
Berita Terbaru