Pemkab Gowa Siapkan 348 Personel Pengamanan Aset Daerah
Rabu, 03 Sep 2025 17:28
Apel gelar pasukan yang dipimpin Wakil Bupati Kabupaten Gowa, Darmawangsyah Muin. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa siapkan 348 personel Satpol PP untuk melakukan pengamanan aset daerah terhadap demonstrasi di wilayah Kabupaten Gowa.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Halaman Kantor Bupati Gowa, Rabu (3/9).
Ia mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari proses pengamanan, sesuai tugas pokok dan fungsi dari Satpol PP yang harus terus pertahankan bahkan ditingkatkan.
“Hari ini kami kumpulkan dalam rangka pengamanan objek-objek vital kita, bukan untuk berhadapan dengan adik kita yang melakukan demonstrasi tetapi bagaimana caranya kita menjaga aset yang telah dibangun dari pajak uang rakyat,” ungkapnya.
Ia berharap hari ini dan seterusnya para personel semakin meningkatkan loyalis, daya juang sehingga Satpol Pendidikan maupun Satpol PP Pemkab Gowa terus menjaga apa yang telah dibangun oleh negara.
“Kita harus menjaga apa yang telah kita miliki hari ini. Peran Satpol PP sangat dibutuhkan dalam mengamankan dan menegakkan peraturan daerah serta peraturan bupati hingga hari ini,” jelasnya.
Sementara Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Firman Djamaluddin mengatakan 348 personel yang disiapkan akan dibagi ke dua titik pengamanan yakni di Kantor Bupati Gowa dan Kantor DPRD Gowa, di mana kedua lokasi ini rencananya menjadi titik demonstrasi oleh beberapa organisasi di Gowa.
“Sebenarnya 390 personel, hanya saja sebagian telah bertugas tadi malam, sehingga hari ini kita turunkan 348 personel yang bertugas melakukan pengamanan aset di dalam kantor daerah dan kantor DPRD,” sebutnya.
Dirinya mengimbau agar personil maupun organisasi yang melakukan demonstrasi untuk tidak anarkis. Menurutnya menyuarakan pendapat boleh dilakukan selama sesuai dengan ketentuan dan tidak merusak.
“Kami minta semua teman-teman, masyarakat maupun mahasiswa supaya tidak ikut terlibat di dalam demo anarkis. Silahkan menyampaikan aspirasi sepanjang itu sesuai ketentuan dan tidak anarkis serta tidak merusak yang merugikan kita semua,” pungkasnya.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Halaman Kantor Bupati Gowa, Rabu (3/9).
Ia mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari proses pengamanan, sesuai tugas pokok dan fungsi dari Satpol PP yang harus terus pertahankan bahkan ditingkatkan.
“Hari ini kami kumpulkan dalam rangka pengamanan objek-objek vital kita, bukan untuk berhadapan dengan adik kita yang melakukan demonstrasi tetapi bagaimana caranya kita menjaga aset yang telah dibangun dari pajak uang rakyat,” ungkapnya.
Ia berharap hari ini dan seterusnya para personel semakin meningkatkan loyalis, daya juang sehingga Satpol Pendidikan maupun Satpol PP Pemkab Gowa terus menjaga apa yang telah dibangun oleh negara.
“Kita harus menjaga apa yang telah kita miliki hari ini. Peran Satpol PP sangat dibutuhkan dalam mengamankan dan menegakkan peraturan daerah serta peraturan bupati hingga hari ini,” jelasnya.
Sementara Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Firman Djamaluddin mengatakan 348 personel yang disiapkan akan dibagi ke dua titik pengamanan yakni di Kantor Bupati Gowa dan Kantor DPRD Gowa, di mana kedua lokasi ini rencananya menjadi titik demonstrasi oleh beberapa organisasi di Gowa.
“Sebenarnya 390 personel, hanya saja sebagian telah bertugas tadi malam, sehingga hari ini kita turunkan 348 personel yang bertugas melakukan pengamanan aset di dalam kantor daerah dan kantor DPRD,” sebutnya.
Dirinya mengimbau agar personil maupun organisasi yang melakukan demonstrasi untuk tidak anarkis. Menurutnya menyuarakan pendapat boleh dilakukan selama sesuai dengan ketentuan dan tidak merusak.
“Kami minta semua teman-teman, masyarakat maupun mahasiswa supaya tidak ikut terlibat di dalam demo anarkis. Silahkan menyampaikan aspirasi sepanjang itu sesuai ketentuan dan tidak anarkis serta tidak merusak yang merugikan kita semua,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkab Gowa Dukung Program Desa Cantik BPS untuk Perkuat Data Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendukung upaya Badan Pusat Statistik (BPS) dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat desa.
Jum'at, 01 Mei 2026 17:36
Sulsel
Ketua TP PKK Gowa Puji Dedikasi Kader Posyandu
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mengapresiasi peran kader dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, pada peringatan Hari Posyandu Nasional 2026.
Kamis, 30 Apr 2026 10:51
Sulsel
Pemkab Gowa Percepat Sertifikasi Lahan untuk Dongkrak PAD
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai pertemuan tersebut memberi arah yang lebih jelas bagi daerah dalam mengelola aset strategis.
Rabu, 29 Apr 2026 19:40
Sulsel
363 Peserta Ikut Seleksi Paskibraka Gowa 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memulai tahapan seleksi Paskibraka Tahun 2026 tingkat Kabupaten Gowa melalui pengarahan langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, di Istana Tamalate.
Selasa, 28 Apr 2026 13:08
News
Pemkab Gowa-BSI Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Keluarga Miskin Ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berkomitmen menuntaskan angka keluarga miskin ekstrem (KME) di wilayahnya.
Selasa, 28 Apr 2026 09:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
2
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
3
Melihat Kembali Makna Hari Buruh
4
Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik
5
Satu Mei, Banyak Janji: Satire atas Demokrasi yang Lupa Membayar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
2
Siswa SD dari Berbagai Daerah Ikuti English Camp di SIT Darul Fikri Makassar
3
Melihat Kembali Makna Hari Buruh
4
Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik
5
Satu Mei, Banyak Janji: Satire atas Demokrasi yang Lupa Membayar