Bimtek Penanggulangan Bencana Toraja Utara Tingkatkan Kesiapsiagaan
Rabu, 10 Sep 2025 15:51
MAKASSAR - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menjadi narasumber dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Bencana yang digelar Pemerintah Kabupaten Toraja Utara di Royal Bay Hotel Makassar, Selasa, (9/09/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak 7 hingga 11 September 2025 ini diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Toraja Utara bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menghadirkan 44 peserta dari unsur BPBD setempat.
Dalam paparannya berjudul Best Practice Penanggulangan Bencana, Jufri Rahman menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh dipahami hanya sebagai urusan darurat, tetapi harus berbasis pada upaya pengurangan risiko sejak dini.
“Jumlah korban bencana sering kali meningkat bukan semata karena bencananya, tetapi karena ketidaksiapan dalam menghadapinya. Karena itu, penting bagi kita untuk memperkuat langkah mitigasi, edukasi, perencanaan tata ruang yang bijak, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujar Jufri.
Sulawesi Selatan termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, dan angin puting beliung, maupun bencana non-alam seperti kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi geografis dan topografis yang beragam menjadi faktor yang memperbesar potensi risiko. Menurut Jufri, kegiatan Bimtek seperti ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana.
“Para peserta harus menyerap pengetahuan dan keterampilan secara sungguh-sungguh, sehingga dapat diaplikasikan langsung di lapangan untuk melindungi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sulsel juga menyoroti beberapa praktik terbaik (best practice) yang dapat dijadikan rujukan:
Membangun sistem peringatan dini yang efektif memanfaatkan teknologi untuk memantau potensi bencana, mempercepat distribusi informasi, dan memastikan kesiapan masyarakat dalam merespons. BPBD bersama aparat desa/kelurahan berperan penting sebagai jembatan komunikasi.
Meningkatkan Resiliensi Masyarakat; Literasi kebencanaan dan program desa tangguh bencana terbukti mampu menekan risiko korban jiwa. Hal ini perlu diperkuat di Toraja Utara dan daerah rawan lainnya di Sulsel.
Mendorong Kolaborasi Lintas Sektor; Penanggulangan bencana bukan hanya urusan pemerintah. Dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media massa memiliki kontribusi besar dalam mempercepat dan memperluas cakupan penanganan bencana.
Belajar dari Daerah dan Negara Lain; Inovasi berbasis teknologi, kearifan lokal, hingga integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat mitigasi di tingkat daerah.
Jufri menutup paparannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana terletak pada tiga hal utama, yakni kesadaran, kesiapsiagaan, dan kebersamaan.
Jika tiga hal ini dijaga, maka dampak bencana dapat diminimalkan, korban jiwa dan kerugian dapat ditekan, dan masyarakat bisa lebih terlindungi.
"Kami mendorong agar pelatihan seperti ini diperluas ke daerah-daerah lain yang rawan bencana di Sulsel,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak 7 hingga 11 September 2025 ini diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Toraja Utara bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menghadirkan 44 peserta dari unsur BPBD setempat.
Dalam paparannya berjudul Best Practice Penanggulangan Bencana, Jufri Rahman menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh dipahami hanya sebagai urusan darurat, tetapi harus berbasis pada upaya pengurangan risiko sejak dini.
“Jumlah korban bencana sering kali meningkat bukan semata karena bencananya, tetapi karena ketidaksiapan dalam menghadapinya. Karena itu, penting bagi kita untuk memperkuat langkah mitigasi, edukasi, perencanaan tata ruang yang bijak, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujar Jufri.
Sulawesi Selatan termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, dan angin puting beliung, maupun bencana non-alam seperti kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi geografis dan topografis yang beragam menjadi faktor yang memperbesar potensi risiko. Menurut Jufri, kegiatan Bimtek seperti ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana.
“Para peserta harus menyerap pengetahuan dan keterampilan secara sungguh-sungguh, sehingga dapat diaplikasikan langsung di lapangan untuk melindungi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sulsel juga menyoroti beberapa praktik terbaik (best practice) yang dapat dijadikan rujukan:
Membangun sistem peringatan dini yang efektif memanfaatkan teknologi untuk memantau potensi bencana, mempercepat distribusi informasi, dan memastikan kesiapan masyarakat dalam merespons. BPBD bersama aparat desa/kelurahan berperan penting sebagai jembatan komunikasi.
Meningkatkan Resiliensi Masyarakat; Literasi kebencanaan dan program desa tangguh bencana terbukti mampu menekan risiko korban jiwa. Hal ini perlu diperkuat di Toraja Utara dan daerah rawan lainnya di Sulsel.
Mendorong Kolaborasi Lintas Sektor; Penanggulangan bencana bukan hanya urusan pemerintah. Dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media massa memiliki kontribusi besar dalam mempercepat dan memperluas cakupan penanganan bencana.
Belajar dari Daerah dan Negara Lain; Inovasi berbasis teknologi, kearifan lokal, hingga integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat mitigasi di tingkat daerah.
Jufri menutup paparannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana terletak pada tiga hal utama, yakni kesadaran, kesiapsiagaan, dan kebersamaan.
Jika tiga hal ini dijaga, maka dampak bencana dapat diminimalkan, korban jiwa dan kerugian dapat ditekan, dan masyarakat bisa lebih terlindungi.
"Kami mendorong agar pelatihan seperti ini diperluas ke daerah-daerah lain yang rawan bencana di Sulsel,” pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Dari Pemprov hingga Pemerintah Pusat, Jejak 40 Tahun Pengabdian Jufri Rahman
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman akan memasuki masa purnabakti sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 1 Oktober 2026.
Kamis, 01 Okt 2026 11:02
News
Potensi Wajo Perlu Disinergikan dengan Prioritas Pembangunan Sulsel
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mendorong penguatan sinkronisasi kebijakan perencanaan pembangunan antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk menghadapi tahun anggaran 2027.
Selasa, 01 Sep 2026 12:08
Sulsel
DPRD Sulsel Sayangkan BPBD Pangkas Anggaran Mitigasi Bencana
Komisi E DPRD Provinsi kecewa anggaran untuk bantuan bencana di Sulawesi Selatan (Sulsel) dipangkas.
Selasa, 14 Apr 2026 15:59
News
BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik Ke Pengungsi Banjir di Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur Sulawesi Selatan kepada warga terdampak banjir di Kota Makassar, Minggu, (11/01/2026).
Senin, 12 Jan 2026 17:06
News
BPBD Sulsel Imbau Warga Waspada Potensi Gelombang Tinggi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap potensi cuaca ekstrem terutama gelombang tinggi, hujan lebat dan angin kencang.
Minggu, 28 Des 2025 22:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
2
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
3
Masa Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Indosat Perkuat Transformasi Berbasis AI
4
Pemkot Makassar Pastikan Anggaran PPPK Aman, Kontrak Dievaluasi Berdasarkan Kinerja
5
BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi Lima Program Prioritas dengan Pemkab Toraja Utara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
2
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
3
Masa Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Indosat Perkuat Transformasi Berbasis AI
4
Pemkot Makassar Pastikan Anggaran PPPK Aman, Kontrak Dievaluasi Berdasarkan Kinerja
5
BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi Lima Program Prioritas dengan Pemkab Toraja Utara