DPRD Sulsel Sayangkan BPBD Pangkas Anggaran Mitigasi Bencana
Selasa, 14 Apr 2026 15:59
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi E DPRD Provinsi kecewa anggaran untuk bantuan bencana di Sulawesi Selatan (Sulsel) dipangkas. Kekecewaan itu disampaikan saat rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Akhir Tahun Anggaran 2025 di kantor sementara dewan, Makassar pada Selasa (14/04/2026).
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah mengatakan pihaknya sejak 2024 hingga 2025 terus merekomendasikan untuk menambah anggaran Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD). Alasannya jelas, sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana sewaktu-waktu.
"Karena kita memang menganggap (hal ini) penting, sebab kita tidak tahu kapan terjadi bencana di daerah. Makanya kami di Komisi E ini sepakat untuk selalu meminta penambahan anggaran untuk BPBD, karena banyaknya bencana yang terjadi di daerah," ucapnya.
Andi Indah menuturkan, upaya Komisi E tersebut berhasil untuk menambah anggaran BPBD. Tapi berjalannya waktu, Pemprov Sulsel melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ternyata memparsialkan anggarannya tanpa adanya pemberitahuan.
"Alasan parsialnya apa, katanya efisiensi. Makanya berkuranglah anggarannya. Jadi ini kami sudah berjuang untuk menaikkan anggaran, tapi pemerintah provinsi itu memparsialkan tanpa menyampaikan kepada kita," ujarnya.
Menurut Andi Indah, mestinya TAPD tidak memotong anggaran BPBD karena menyangkut kebencanaan. Pasalnya, anggaran tersebut berkaitan langsung dengan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan darurat bencana yang menyentuh keselamatan masyarakat.
Ia menegaskan, pengurangan anggaran justru berpotensi melemahkan respons cepat pemerintah daerah saat terjadi bencana, baik itu banjir, longsor, maupun bencana lainnya yang kerap terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.
"Jadi dukungan anggaran yang memadai juga diperlukan untuk penguatan logistik, peralatan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat," jelasnya.
Informasi yang diterima, Komisi E DPRD Sulsel berhasil menambah anggaran BPBD sebesar Rp1,6 miliar di APBD Pokok 2026. Tapi dalam perjalannya, anggaran ini diparsialkan oleh TAPD.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Mahmud juga menyoroti pengurangan anggaran kebencanaan yang sudah diperjuangkan dewan. "Jangan sampai Pak Kaban (Amson) sendiri yang kurangi anggarannya, padahal ini untuk keselamatan masyarakat," jelasnya.
Perwakilan TAPD, Taufik menyampaikan alasan memparsialkan anggaran BPBD. Ia bilang kebijakan itu untuk mengikuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tentang efisiensi.
"Jadi bahwa hampir semua OPD kita lakukan parsial untuk menyesuaikan terhadap hal tersebut, dan itu dibahas di tingkat TAPD," ungkapnya.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo mengungkapkan mekanisme parsial anggaran memang diserahkan oleh TAPD ke pihaknya. Ia mengklaim, anggaran yang diparsialkan sudah sesuai dengan
"Jadi anggaran yang diparsialkan ya itu, tidak mungkin kita mau potong gajinya orang dan juga logistik. Jadi yang dikurangi adalah anggaran yang dianggap lebih fleksibel," tandasnya.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah mengatakan pihaknya sejak 2024 hingga 2025 terus merekomendasikan untuk menambah anggaran Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD). Alasannya jelas, sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana sewaktu-waktu.
"Karena kita memang menganggap (hal ini) penting, sebab kita tidak tahu kapan terjadi bencana di daerah. Makanya kami di Komisi E ini sepakat untuk selalu meminta penambahan anggaran untuk BPBD, karena banyaknya bencana yang terjadi di daerah," ucapnya.
Andi Indah menuturkan, upaya Komisi E tersebut berhasil untuk menambah anggaran BPBD. Tapi berjalannya waktu, Pemprov Sulsel melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ternyata memparsialkan anggarannya tanpa adanya pemberitahuan.
"Alasan parsialnya apa, katanya efisiensi. Makanya berkuranglah anggarannya. Jadi ini kami sudah berjuang untuk menaikkan anggaran, tapi pemerintah provinsi itu memparsialkan tanpa menyampaikan kepada kita," ujarnya.
Menurut Andi Indah, mestinya TAPD tidak memotong anggaran BPBD karena menyangkut kebencanaan. Pasalnya, anggaran tersebut berkaitan langsung dengan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan darurat bencana yang menyentuh keselamatan masyarakat.
Ia menegaskan, pengurangan anggaran justru berpotensi melemahkan respons cepat pemerintah daerah saat terjadi bencana, baik itu banjir, longsor, maupun bencana lainnya yang kerap terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.
"Jadi dukungan anggaran yang memadai juga diperlukan untuk penguatan logistik, peralatan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat," jelasnya.
Informasi yang diterima, Komisi E DPRD Sulsel berhasil menambah anggaran BPBD sebesar Rp1,6 miliar di APBD Pokok 2026. Tapi dalam perjalannya, anggaran ini diparsialkan oleh TAPD.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Mahmud juga menyoroti pengurangan anggaran kebencanaan yang sudah diperjuangkan dewan. "Jangan sampai Pak Kaban (Amson) sendiri yang kurangi anggarannya, padahal ini untuk keselamatan masyarakat," jelasnya.
Perwakilan TAPD, Taufik menyampaikan alasan memparsialkan anggaran BPBD. Ia bilang kebijakan itu untuk mengikuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tentang efisiensi.
"Jadi bahwa hampir semua OPD kita lakukan parsial untuk menyesuaikan terhadap hal tersebut, dan itu dibahas di tingkat TAPD," ungkapnya.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo mengungkapkan mekanisme parsial anggaran memang diserahkan oleh TAPD ke pihaknya. Ia mengklaim, anggaran yang diparsialkan sudah sesuai dengan
"Jadi anggaran yang diparsialkan ya itu, tidak mungkin kita mau potong gajinya orang dan juga logistik. Jadi yang dikurangi adalah anggaran yang dianggap lebih fleksibel," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Puas Hasil MYP di Gowa, LBK Ajak Warga Ikut Merawat Jalan Bu'rung-bu'rung-Bili'-Bili'
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Lukman B Kady (LBK) mengapresiasi kualitas pekerjaan jalan melalui program multi years project (MYP) di ruas Bu'rung-bu'rung-Bili'-Bili', Kabupaten Gowa, yang kini telah rampung dan diresmikan.
Kamis, 22 Okt 2026 16:47
Sulsel
Paripurna HUT Sulsel ke-357, Keluhan Rakyat Harus Jadi Pelecut Pembangunan Sulsel
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Sulsel.
Senin, 19 Okt 2026 14:27
Sulsel
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjadi bakal calon pertama yang mengambil formulir maju di musyawarah daerah (Musda) Demokrat Sulsel.
Kamis, 15 Okt 2026 13:25
Sulsel
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mematok target tinggi usai dilantik untuk periode kelimanya memimpin partai ini. Ia dikukuhkan langsung oleh Ketum DPP Zulkifli Hasan di Makassar pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 18:16
News
PLN Komitmen Hak Pelanggan Terpenuhi, Verifikasi Gangguan Dilakukan Secara Akuntabel
PT PLN (Persero) terus memastikan pemenuhan hak pelanggan dalam menyikapi kondisi kelistrikan yang terjadi di Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Rabu, 07 Okt 2026 16:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Perekrutan PMI Ilegal, Korban Setor Rp20 Juta
2
Serahkan Dukungan, DPD Sempurnakan Langkah Appi Maju di Musda Demokrat Sulsel
3
Prof Hasmyati Sebut Kemajuan UNM Butuh Kepercayaan dan Kekuatan Internal Kampus
4
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Kritis 6 Hari
5
PPPK Maju Pilkades Maros Wajib Mundur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Perekrutan PMI Ilegal, Korban Setor Rp20 Juta
2
Serahkan Dukungan, DPD Sempurnakan Langkah Appi Maju di Musda Demokrat Sulsel
3
Prof Hasmyati Sebut Kemajuan UNM Butuh Kepercayaan dan Kekuatan Internal Kampus
4
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Kritis 6 Hari
5
PPPK Maju Pilkades Maros Wajib Mundur