Warga Monro Monro Jeneponto Keluhkan Air PDAM yang Keruh
Selasa, 14 Okt 2025 13:19
Kondisi air yang keluar dari keran warga. Foto: Istimewa
JENEPONTO - Warga Kelurahan Monro Monro, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kondisi air yang disuplai oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Pasalnya, dalam dua hari terakhir, air yang keluar dari keran warga tampak keruh, berwarna coklat mirip dengan kopi susu.
Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang warga Monro Monro yang selama ini bergantung pada pasokan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.
“Airnya keruh sekali, seperti bercampur lumpur. Kadang kadang juga tidak mengalir, dan kalau mengalir airnya kotor,” ujar salah satu Warga Monro Monro yang tidak mau disebutkan identitasnya saat ditemui di salah satu warkop di jalan Pahlawan Jeneponto, Selasa (14/10/2025).
Menurut warga, kondisi ini telah berlangsung selama dua hari. Mereka mengaku telah melaporkan masalah tersebut ke pihak PDAM, namun hingga saat ini belum ada perbaikan berarti.
“Saya sudah sampaikan pegawai PDAM, tapi dia bilang nanti saya sampaikan ke Kantor, tapi belum ada perbaikan," ungkapnya.
Tak hanya soal kebersihan, warga juga mengeluhkan tarif PDAM yang tetap berjalan normal, meskipun kualitas air yang diterima tidak layak konsumsi.
"Kalau soal pembayaran tarif, PDAM tidak mau kalau kita menunggak," ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Jeneponto Junaedi menjelaskan bahwa air itu biasanya keruh jika ada perbaikan pipa bocor pada instalasi jaringan utama.
“Kalau ada biasanya pipa bocor dan diperbaiki itu lumpur lari ke ujung pipa, jadi air keruh,” jelasnya.
Meski begitu, warga berharap agar PDAM Jeneponto memberikan pelayanan air bersih tetap berjalan baik.
“Kami butuh air bersih, bukan janji," ungkap warga lain.
Pasalnya, dalam dua hari terakhir, air yang keluar dari keran warga tampak keruh, berwarna coklat mirip dengan kopi susu.
Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang warga Monro Monro yang selama ini bergantung pada pasokan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.
“Airnya keruh sekali, seperti bercampur lumpur. Kadang kadang juga tidak mengalir, dan kalau mengalir airnya kotor,” ujar salah satu Warga Monro Monro yang tidak mau disebutkan identitasnya saat ditemui di salah satu warkop di jalan Pahlawan Jeneponto, Selasa (14/10/2025).
Menurut warga, kondisi ini telah berlangsung selama dua hari. Mereka mengaku telah melaporkan masalah tersebut ke pihak PDAM, namun hingga saat ini belum ada perbaikan berarti.
“Saya sudah sampaikan pegawai PDAM, tapi dia bilang nanti saya sampaikan ke Kantor, tapi belum ada perbaikan," ungkapnya.
Tak hanya soal kebersihan, warga juga mengeluhkan tarif PDAM yang tetap berjalan normal, meskipun kualitas air yang diterima tidak layak konsumsi.
"Kalau soal pembayaran tarif, PDAM tidak mau kalau kita menunggak," ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Jeneponto Junaedi menjelaskan bahwa air itu biasanya keruh jika ada perbaikan pipa bocor pada instalasi jaringan utama.
“Kalau ada biasanya pipa bocor dan diperbaiki itu lumpur lari ke ujung pipa, jadi air keruh,” jelasnya.
Meski begitu, warga berharap agar PDAM Jeneponto memberikan pelayanan air bersih tetap berjalan baik.
“Kami butuh air bersih, bukan janji," ungkap warga lain.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN Sulsel Jalankan Program ASRI, Dukung Arahan Presiden Prabowo Wujudkan Lingkungan Bersih
2
Perindo Siap Bertarung Lawan Gajah-gajah, Sulsel Bukan Kandang Partai Manapun
3
Hadapi Audit BPK, OPD Bantaeng Diminta Proaktif Lengkapi Dokumen
4
SMA Islam Athirah 1 Perkuat Mental Riset Siswa Lewat Diklat KIR
5
Investasi Sulsel 2025 Tembus Rp19,54 Triliun, Tumbuh 39,25 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN Sulsel Jalankan Program ASRI, Dukung Arahan Presiden Prabowo Wujudkan Lingkungan Bersih
2
Perindo Siap Bertarung Lawan Gajah-gajah, Sulsel Bukan Kandang Partai Manapun
3
Hadapi Audit BPK, OPD Bantaeng Diminta Proaktif Lengkapi Dokumen
4
SMA Islam Athirah 1 Perkuat Mental Riset Siswa Lewat Diklat KIR
5
Investasi Sulsel 2025 Tembus Rp19,54 Triliun, Tumbuh 39,25 Persen