SMA Islam Athirah 1 Perkuat Mental Riset Siswa Lewat Diklat KIR

Jum'at, 06 Feb 2026 11:06
SMA Islam Athirah 1 Perkuat Mental Riset Siswa Lewat Diklat KIR
Suasana Pendidikan dan Pelatihan Karya Ilmiah Remaja (Diklat KIR) bagi siswa kelas XI di Masjid Lantai 8 Menara Sekolah Islam Athirah, Jumat (6/2/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar Pendidikan dan Pelatihan Karya Ilmiah Remaja (Diklat KIR) bagi siswa kelas XI di Masjid Lantai 8 Menara Sekolah Islam Athirah, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk membentuk mental riset, kemampuan inovasi, serta keterampilan penulisan ilmiah sejak dini.

Diklat yang dimulai pukul 08.00 WITA dibuka langsung oleh Kepala SMA Islam Athirah, Tawakkal Kahar. Ia menegaskan bahwa KIR menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan akademik siswa sejak bangku sekolah.

“KIR tidak hanya melatih ide dan kreativitas, tetapi juga membekali kalian agar siap menghadapi tantangan akademik di perguruan tinggi, seperti penulisan skripsi,” ujar Tawakkal di hadapan puluhan siswa.

Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi siswa kelas XI untuk menghasilkan karya ilmiah yang terstruktur, berkualitas, dan memiliki daya saing. Pendekatan pelatihan dikemas interaktif melalui sesi berbagi pengalaman oleh siswa kelas XII yang telah lolos ujian KIR pada tahun sebelumnya.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran praktis mulai dari cara mengatasi writer’s block, menyusun proposal yang sistematis, hingga teknik mempresentasikan ide di hadapan penguji. Perwakilan siswa kelas XII, Adel, turut membagikan pengalamannya mengikuti program riset di sekolah.

“Kami sangat beruntung mendapatkan pengalaman menyusun KIR, menulis buku, serta membuat produk digital melalui program sekolah. Pengalaman ini membuat kami terbiasa dengan dunia riset dan inovasi, yang tidak banyak didapatkan siswa di luar,” ungkap perwakilan siswa kelas XII, Adel.

Diklat dilanjutkan dengan pelatihan intensif di kelas melalui empat modul utama. Pertama, materi KIR yang mencakup perumusan masalah, hipotesis, dan metodologi penelitian. Kedua, penulisan buku nonfiksi edukatif, mulai dari penyusunan struktur hingga proses penyuntingan. Ketiga, pengembangan produk digital berupa prototipe aplikasi menggunakan Python, HTML/CSS, serta Canva untuk visualisasi data. Keempat, penerapan konsep Kaizen sebagai metode perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.

Seluruh rangkaian pelatihan dipandu langsung oleh guru SMA Islam Athirah sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam membangun karakter ilmiah, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan riset peserta didik sejak dini.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru