Athirah Bukit Baruga Mantapkan Pendidikan Berbasis Keberlanjutan
Selasa, 09 Des 2025 15:17
Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga terus memantapkan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan melalui berbagai program lingkungan yang melibatkan siswa. Foto/IST
MAKASSAR - Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga terus memantapkan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan melalui berbagai program lingkungan yang melibatkan siswa secara langsung, termasuk pemanfaatan ecobrick sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Upaya ini menjadi wujud integrasi antara edukasi dan praktik pengelolaan sampah secara terarah. Dengan memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan ecobrick, sekolah mendorong terciptanya budaya daur ulang yang terstruktur di lingkungan belajar.
Kawasan Athirah Bukit Baruga sendiri dirancang sebagai lingkungan pendidikan yang menjadikan keberlanjutan sebagai prinsip utama. Di atas lahan sekitar lima hektar, area sekolah dipenuhi pepohonan dan ruang hijau yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis alam.
Pengembangan area terbuka dan jalur hijau dilakukan untuk memaksimalkan karakter lingkungan berbukit yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Penataan ini sekaligus memperkuat atmosfer sekolah hijau yang menjadi identitas Athirah Bukit Baruga.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, menjelaskan bahwa transformasi kawasan terjadi melalui program penghijauan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Dulu kawasan ini tidak serindang sekarang karena pepohonannya masih sedikit. Karena itu, kami melihat sekolah harus menjadi tempat yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, bukan hanya tempat belajar akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan lingkungan diterapkan melalui pembiasaan sederhana namun konsisten.
“Lewat kegiatan seperti memilah sampah, menanam pohon, menghemat energi, dan menjaga kebersihan, siswa belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Di sisi lain, guru perlu menjadi pendorong utama dengan memasukkan isu lingkungan ke dalam setiap proses pembelajaran,” jelasnya.
Prinsip keberlanjutan ini diterapkan di seluruh unit pendidikan, termasuk SD Islam Athirah Baruga yang berada dalam kompleks yang sama. Unit tersebut dikenal aktif menjalankan program lingkungan berbasis prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Konsistensi ini membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata tingkat kota oleh SD Athirah Baruga. Penghargaan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi sekolah untuk terus memperkuat budaya lingkungan yang telah dibangun.
Kepala Sekolah SD Athirah Bukit Baruga, Taswil Mardi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter peduli lingkungan.
“Program yang kami anggap urgen salah satunya adalah sampah. Anak-anak kami ajarkan memilah sampah sesuai jenisnya dan mengolahnya menjadi kompos maupun ecobrick,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ecobrick yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga diwujudkan dalam karya nyata. “Ecobrick yang dihasilkan siswa dimanfaatkan untuk membuat plang nama sekolah. Kami juga bekerja sama dengan bank sampah pemerintah kota dan sejumlah bank sampah lainnya agar sistem berjalan lebih terarah,” tambahnya.
Sebagai pelengkap edukasi lingkungan, SD Athirah Baruga juga mengoperasikan greenhouse sebagai fasilitas praktik bercocok tanam. Fasilitas ini memungkinkan siswa memahami pentingnya ekosistem tanaman dan perawatan lingkungan.
Taswil menuturkan bahwa seluruh program lingkungan telah berjalan selama dua tahun dan memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa. Pembelajaran berbasis praktik dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kepedulian dibandingkan pendekatan teori semata.
Dengan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan yang terintegrasi antara kawasan dan unit sekolah, Athirah Bukit Baruga berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Konsistensi program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya budaya sekolah yang ramah bumi.
Upaya ini menjadi wujud integrasi antara edukasi dan praktik pengelolaan sampah secara terarah. Dengan memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan ecobrick, sekolah mendorong terciptanya budaya daur ulang yang terstruktur di lingkungan belajar.
Kawasan Athirah Bukit Baruga sendiri dirancang sebagai lingkungan pendidikan yang menjadikan keberlanjutan sebagai prinsip utama. Di atas lahan sekitar lima hektar, area sekolah dipenuhi pepohonan dan ruang hijau yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis alam.
Pengembangan area terbuka dan jalur hijau dilakukan untuk memaksimalkan karakter lingkungan berbukit yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Penataan ini sekaligus memperkuat atmosfer sekolah hijau yang menjadi identitas Athirah Bukit Baruga.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, menjelaskan bahwa transformasi kawasan terjadi melalui program penghijauan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Dulu kawasan ini tidak serindang sekarang karena pepohonannya masih sedikit. Karena itu, kami melihat sekolah harus menjadi tempat yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, bukan hanya tempat belajar akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan lingkungan diterapkan melalui pembiasaan sederhana namun konsisten.
“Lewat kegiatan seperti memilah sampah, menanam pohon, menghemat energi, dan menjaga kebersihan, siswa belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Di sisi lain, guru perlu menjadi pendorong utama dengan memasukkan isu lingkungan ke dalam setiap proses pembelajaran,” jelasnya.
Prinsip keberlanjutan ini diterapkan di seluruh unit pendidikan, termasuk SD Islam Athirah Baruga yang berada dalam kompleks yang sama. Unit tersebut dikenal aktif menjalankan program lingkungan berbasis prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Konsistensi ini membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata tingkat kota oleh SD Athirah Baruga. Penghargaan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi sekolah untuk terus memperkuat budaya lingkungan yang telah dibangun.
Kepala Sekolah SD Athirah Bukit Baruga, Taswil Mardi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter peduli lingkungan.
“Program yang kami anggap urgen salah satunya adalah sampah. Anak-anak kami ajarkan memilah sampah sesuai jenisnya dan mengolahnya menjadi kompos maupun ecobrick,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ecobrick yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga diwujudkan dalam karya nyata. “Ecobrick yang dihasilkan siswa dimanfaatkan untuk membuat plang nama sekolah. Kami juga bekerja sama dengan bank sampah pemerintah kota dan sejumlah bank sampah lainnya agar sistem berjalan lebih terarah,” tambahnya.
Sebagai pelengkap edukasi lingkungan, SD Athirah Baruga juga mengoperasikan greenhouse sebagai fasilitas praktik bercocok tanam. Fasilitas ini memungkinkan siswa memahami pentingnya ekosistem tanaman dan perawatan lingkungan.
Taswil menuturkan bahwa seluruh program lingkungan telah berjalan selama dua tahun dan memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa. Pembelajaran berbasis praktik dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kepedulian dibandingkan pendekatan teori semata.
Dengan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan yang terintegrasi antara kawasan dan unit sekolah, Athirah Bukit Baruga berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Konsistensi program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya budaya sekolah yang ramah bumi.
(TRI)
Berita Terkait
Makassar City
SMA Islam Athirah 1 Perkuat Mental Riset Siswa Lewat Diklat KIR
SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar Pendidikan dan Pelatihan Karya Ilmiah Remaja (Diklat KIR) bagi siswa kelas XI di Masjid Lantai 8 Menara Sekolah Islam Athirah, Jumat (6/2/2026).
Jum'at, 06 Feb 2026 11:06
Sulsel
Athirah Menyapa 2026 Dorong Kepemimpinan Visioner Kasek di Parepare dan Enrekang
SMA Islam Athirah Bukit Baruga kembali menggelar program Athirah Menyapa 2026 dengan tema Future Leadership dalam Perspektif Kepemimpinan Sekolah.
Kamis, 29 Jan 2026 10:55
Makassar City
Tak Sekadar Jualan, Market Day SD Islam Athirah Latih Anak Jadi Pebisnis Sejak Dini
Kegiatan tahunan ini merupakan upaya sekolah membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan sejak dini melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman.
Rabu, 28 Jan 2026 12:27
News
Dua Siswi SMP Athirah Baruga Wakili Indonesia di WMSC 2025 Filipina
Dua siswinya, Andi Ayesha Aqeelah dan Sarah Khalisah Putri, dipercaya mewakili Indonesia pada ajang World Mathematics and Science Challenge (WMSC) 2025 yang akan berlangsung di Zamboanga City, Filipina.
Kamis, 18 Des 2025 18:03
News
SMAS Islam Athirah Perkuat Pembinaan Adab Lewat Mukhayyam
SMAS Islam Athirah Makassar menggelar kegiatan Mukhayyam dan Penguatan Adab di Pesantren Darul Mukhlisin, Padang Lampe, Kabupaten Pangkep.
Kamis, 11 Des 2025 15:50
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL
2
Stok Melimpah, Bulog Sebut Sulsel Pilar Ketahanan Pangan Nasional
3
Jelang Ramadan, DPRD Makassar Percepat Reses Serap Aspirasi
4
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Hadir di Makassar, Tawarkan Promo Mulai Rp15 Juta
5
Bone Mulai Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bernilai Rp20 Triliun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL
2
Stok Melimpah, Bulog Sebut Sulsel Pilar Ketahanan Pangan Nasional
3
Jelang Ramadan, DPRD Makassar Percepat Reses Serap Aspirasi
4
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Hadir di Makassar, Tawarkan Promo Mulai Rp15 Juta
5
Bone Mulai Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bernilai Rp20 Triliun