Kinerja DPW Diapresiasi, Azhar Arsyad Masih jadi Calon Terkuat di Muswil PKB Sulsel

Senin, 08 Des 2025 23:00
Kinerja DPW Diapresiasi, Azhar Arsyad Masih jadi Calon Terkuat di Muswil PKB Sulsel
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad bersama Waketum DPP PKB, Cucun Syamsurijal dan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat pembukaan Muswil di Hotel Aryaduta, Makassar pada Senin (08/12/2025). IST
Comment
Share
MAKASSAR - Azhar Arsyad berpotensi aklamasi memimpin DPW PKB Sulsel untuk periode selanjutnya. Namanya kembali diusulkan ke DPP dalam hasil musyawarah wilayah (Muswil) di Hotel Aryaduta, Makassar pada Senin (08/12/2025).

Selain nama Azhar, empat nama yang juga diusulkan sebagai calon ketua ialah Syamsu Rizal atau Deng Ical yang merupakan anggota DPR RI, Fadillah Fahriana selaku anggota DPRD Sulsel. Kemudian Zulfikar Limolang yang menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel dan Muhammad Haekal, Sekretaris DPW PKB Sulsel.

Meski begitu, nama Azhar yang terus menggema selama pembukaan Muswil. Teriakan 'oppoki' dari kader PKB, bahkan mewarnai jalannya acara.

Sekretaris DPW PKB Sulsel, Haekal mengatakan hasil Muswil menetapkan lima nama sebagai calon ketua wilayah. Nama-nama ini kemudian diusulkan ke DPP untuk digodok.

"Itu diusulkan ke DPP, nanti DPP melakukan uji kepatutan dan kelayakan untuk kelima calon ini. Setelah itu, baru DPP menetapkan siapa yang jadi ketua DPW PKB Sulsel periode 2021-2026," ucap Haekal saat ditemui di acara Muswil.

Haekal menuturkan, hasil Muswil tak bisa mengusulkan satu nama tunggal. Makanya ada lima nama yang diputuskan sesuai dengan hasil musyawarah peserta penuh.

"Jadi posisinya ini kita hanya menetapkan calon-calon ketua tanfidz, calon pengurus, kemudian calon syura. Nanti DPP yang menetapkan," ujarnya.

"Tidak bisa diputuskan hanya satu calon, karena ada tata tertib Muswil yang mengharuskan minimal 3 dan maksimal 5 calon yang diusul ke DPP. Itu alasannya," lanjutnya.

Haekal menegaskan, tidak ada voting dalam pelaksanaan Muswil ini. Kelima nama yang diusulkan adalah hasil penilaian dari DPP, bahwa mereka memiliki kinerja yang dianggap luar biasa.

"Mereka bersepakat bahwa cukup itu (lima nama). Bahkan ada mereka menyampaikan bahwa harusnya cuman satu, tapi karena tatibnya mengharuskan lebih dari satu, maka lima yang diusulkan," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal mengaku telah melakukan evaluasi kinerja terhadap DPW Sulsel. Ia memberi apresiasi atas pencapaian DPW dibawah kepemimpinan Azhar Arsyad.

"Nah, hari ini semua evaluasi kinerja (PKB) Provinsi Sulawesi Selatan, sudah mendapatkan apresiasi dari semua kalangan. Pertama, tadi dari pemerintah daerah juga, kami DPP juga membawa penilaian kinerjanya cukup baik ya," ungkapnya.

Cucun memuji kenaikan kursi PKB pada setiap tingkatan. Mulai dari DPR RI menjadi dua kursi, DPRD Provinsi yang meraih kursi pimpinan, dan DPRD kabupaten/kota dari 51 menjadi 69 kursi.

"Nah, ini kan prestasi yang cukup luar biasa dan saya membawa amanat ketua umum untuk meningkatkan prestasi pemilu ke depan itu dan selalu menunjukkan kehadiran semua stakeholder PKB. Terutama yang diberikan amanat menjadi DPRD atau menjadi peminan daerah untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Cucun tak menampik dukungan untuk Azhar untuk aklamasi begitu besar. DPP kata dia, tentu akan memberikan atensi terkait aspirasi dari mayoritas kader.

"Tadi kita menghasilkan ada usulan beberapa nama. Sebetulnya kalau di Sulsel ini, semua kompak dan solid, masih menjadikan beliau (Azhar) jadi nahkodanya di sini," jelasnya.

Wakil Ketua DPR RI ini melanjutkan, DPP akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan. DPP bakal mendalami psikologi, kepemimpinan, kinerjanya, termasuk jenjang kaderisasinya.

"Dan segera di awal tahun, kita akan lantik semua ketua DPW se-Indonesia ini. Baik ketua Dewan Syura, maupun ketua Tanfidz di Jakarta, dan pengukuhan pengurusnya nanti di wilayahnya masing-masing. Beliau (Azhar) masih diteriakkan tadi untuk pimpin di sini," jelasnya.

Sementara itu, Azhar memandang Muswil PKB Sulsel ibarat kapal yang tiba lagi di dermaga. Kesempatan ini menjadi momentum untuk mengukuhkan siapa lagi yang menjadi ketua berikutnya.

"Inilah saatnya kita mengukuhkan lagi siapapun yang terpilih (jadi ketua). Karena urusan terpilih ini adalah urusan DPP dan DPC kabupaten/kota, bukan urusannya DPW provinsi," paparnya.

Ia menyampaikan bahwa dinamika yang terjadi selama memimpin PKB Sulsel mengalami pasang surut. Tapi ia bersyukur, hasil Pemilu 2024 kursi PKB bertambah menjadi 79 kursi, dari sebelumnya 51 kursi.

"Rinciannya dua kursi di DPR RI. Kami juga optimis akan menambah satu kursi di DPR RI, khususnya Dapil 3," sebutnya.

"Kemudian di DPRD Sulsel perolehan kursinya tetap 8, tetapi sekarang ini kita meraih kursi pimpinan. Sementara PKB di DPRD kabupaten/kota meraih 69 kursi," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru