Lokasi CSR Aksi Mangrove Lestari KALLA Resmi Jadi Kawasan Konservasi

Minggu, 01 Feb 2026 18:37
Lokasi CSR Aksi Mangrove Lestari KALLA Resmi Jadi Kawasan Konservasi
Program Corporate Social Responsibility (CSR) KALLA, Aksi Mangrove Lestari di Kelurahan Tekolabbua kini memasuki fase baru, setelah ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove. Foto: Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Program Corporate Social Responsibility (CSR) KALLA, Aksi Mangrove Lestari di Kelurahan Tekolabbua kini memasuki fase baru, setelah ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lologau.

Penetapan ini pun semakin menguatkan komitmen KALLA untuk terlibat aktif dalam pelestarian ekosistem pesisir.

Dokumen penjelasannya tertuang dalam Keputusan Bupati Pangkep Nomor 1059 Tahun 2025 Tentang Penetapan Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Pesisir Kabupaten Pangkep yang telah diteken per 17 November 2025 dengan nomor. Selanjutnya, SK tersebut secara resmi diserahkan ke KALLA pada Januari 2026.

Adapun poin-poin penetapan Bupati Pangkep tersebut, diantaranya lokasi konservasi mangrove meliputi lokasi pencadangan mangrove seluas 83 hektare dan lokasi penanaman mangrove seluas 24 hektare. Kemudian, pengelola kawasan konservasi yang ditetapkan oleh Bupati Pangkep ialah Kelompok Tani Nelayan Sejahtera melalui pendampingan dan dukungan dari KALLA.

Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengungkapkan, Aksi Mangrove Lestari telah berjalan selama 5 tahun atau sejak tahun 2022.

Program ini bukan sekadar aksi menanam mangrove saja, KALLA juga telah membangun pusat edukasi dan pembibitan mangrove untuk kelompok nelayan yang dapat menghasilkan 100.000 bibit mangrove setiap tahunnya.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Bupati Pangkep atas terbitnya SK Penetapan Kawasan Konservasi Mangrove Pesisir Pangkajene. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi program Aksi Mangrove Lestari KALLA dengan visi Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir secara berkelanjutan,” tuturnya.

Aksi Mangrove Lestari ini pun telah banyak membantu masyarakat di Kelurahan Tekolabbua dan sekitarnya yang memiliki mata pencarian di wilayah pesisir pantai. Mereka tak lagi harus ke tempat yang lebih jauh untuk melaut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Hadirnya kawasan konservasi mangrove di Pangkep ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari penopang ekonomi, ruang belajar, hingga wilayah konservasi. Seluruh elemen tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan perlu dijaga bersama," imbuh Nadya.

Saat menerima dokumen SK Bupati Pangkep, tim CSR KALLA berbincang langsung bersama Kepala Bidang Sumber Daya Laut dan Perikanan Dinas Perikanan Pangkep, Mursalim. Ia mengungkapkan, hasil pertemuan tersebut juga akan menjadi menjadi bahan acuan dalam merancang strategi Aksi Mangrove Lestari tahun 2026 agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan bagi wilayah pesisir Pangkep.

“Kami dari Dinas Perikanan sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih terhadap kepedulian dari perusahaan KALLA ini terhadap Pangkep untuk mencari lokasi pelestarian mangrove ini,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan konservasi mangrove ini juga sangat bermanfaat untuk tempat penelitian nantinya. Untuk itu, selain untuk kesejahteraan masyarakat, Aksi Mangrove Lestari juga akan membawa manfaat dari sisi pendidikan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru