Pemkot Makassar Matangkan Skema Pengelolaan Pasar Butung
Jum'at, 27 Feb 2026 21:29
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran kepolisian di Balai Kota Makassar, Jumat (27/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mematangkan langkah penyelesaian polemik pengelolaan Pasar Butung melalui rapat koordinasi bersama kepolisian di Balai Kota Makassar, Jumat (27/2/2026).
Rapat dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan dihadiri Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti, Kabag Hukum Pemkot Makassar, Kepala BPKAD, Inspektur, serta direksi Perumda Pasar Makassar Raya.
Pertemuan membahas langkah strategis agar Pasar Butung di Kecamatan Wajo dapat dikelola secara resmi oleh Perumda Pasar Makassar Raya.
Munafri menegaskan rapat tersebut bertujuan menyatukan persepsi seluruh pihak terkait proses pengelolaan pasar.
"Pertemuan ini untuk menyatukan persepsi terhadap bagaimana proses pelaksanaan yang menyangkut pengelolaan di Pasar Butung," jelasnya.
Ia menyebut, pertemuan ini menjadi momentum merumuskan langkah hukum, administrasi, dan pengamanan guna menghindari potensi konflik di lapangan. Koordinasi terkait persoalan ini, kata dia, telah beberapa kali dilakukan, termasuk dengan Kapolres Pelabuhan Makassar.
"Beberapa kali sudah kita lakukan pertemuan, dan kami juga meminta pihak Kapolres Pelabuhan untuk bersama-sama memastikan seperti apa alur yang akan kita jalankan," ujarnya.
Munafri menjelaskan, hasil rapat diharapkan menjadi landasan bersama dalam penanganan polemik agar setiap langkah memiliki dasar kuat dan tidak menimbulkan persoalan baru.
"Ini akan menjadi hasil meeting yang bisa menjadi landasan kita untuk menangani kasus ini seperti apa, jadi duduk bersama. Sehingga tidak ada kesalahan administrasi, tidak ada salah kaprah di dalamnya, dan tidak ada perbuatan yang bisa merugikan salah satu pihak," lanjutnya.
Ia menegaskan pendekatan Pemkot Makassar mengedepankan dialog terbuka dan mediasi antarpihak, bukan mencari pihak yang bersalah. Menurutnya, perbedaan sudut pandang harus dimediasi agar pemerintah dapat mengambil posisi yang tepat dan bertanggung jawab atas aset daerah.
"Persoalan ini punya sisi perbedaan sudut pandang yang memang harus dimediasi dengan baik, sehingga pemerintah kota mampu memposisikan diri pada kondisi ini. Ketika kondisi tertentu di dalamnya, kami juga harus mampu mempertanggungjawabkannya sebagai aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota," tuturnya.
Munafri juga berharap Polres Pelabuhan Makassar dapat memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan menghadirkan pihak koperasi dan pengelola sebelumnya agar seluruh pihak dapat duduk bersama dalam forum resmi.
"Mungkin dari Polres Pelabuhan bisa menjadi fasilitator untuk menghadirkan juga dari pihak pengelola sebelumnya, pihak Koperasi supaya semua bisa terbuka. Saya berharap bisa mengatur waktu kapan kita sepakat duduk sama-sama lagi untuk memastikan alur diskusinya," tutupnya.
Pemkot Makassar menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pasar yang profesional dan transparan serta berpihak pada pedagang dan masyarakat. Melalui koordinasi ini, pemerintah berharap polemik pengelolaan Pasar Butung segera menemukan titik terang dan pengelolaannya berada di bawah kewenangan resmi pemerintah daerah.
Rapat dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan dihadiri Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti, Kabag Hukum Pemkot Makassar, Kepala BPKAD, Inspektur, serta direksi Perumda Pasar Makassar Raya.
Pertemuan membahas langkah strategis agar Pasar Butung di Kecamatan Wajo dapat dikelola secara resmi oleh Perumda Pasar Makassar Raya.
Munafri menegaskan rapat tersebut bertujuan menyatukan persepsi seluruh pihak terkait proses pengelolaan pasar.
"Pertemuan ini untuk menyatukan persepsi terhadap bagaimana proses pelaksanaan yang menyangkut pengelolaan di Pasar Butung," jelasnya.
Ia menyebut, pertemuan ini menjadi momentum merumuskan langkah hukum, administrasi, dan pengamanan guna menghindari potensi konflik di lapangan. Koordinasi terkait persoalan ini, kata dia, telah beberapa kali dilakukan, termasuk dengan Kapolres Pelabuhan Makassar.
"Beberapa kali sudah kita lakukan pertemuan, dan kami juga meminta pihak Kapolres Pelabuhan untuk bersama-sama memastikan seperti apa alur yang akan kita jalankan," ujarnya.
Munafri menjelaskan, hasil rapat diharapkan menjadi landasan bersama dalam penanganan polemik agar setiap langkah memiliki dasar kuat dan tidak menimbulkan persoalan baru.
"Ini akan menjadi hasil meeting yang bisa menjadi landasan kita untuk menangani kasus ini seperti apa, jadi duduk bersama. Sehingga tidak ada kesalahan administrasi, tidak ada salah kaprah di dalamnya, dan tidak ada perbuatan yang bisa merugikan salah satu pihak," lanjutnya.
Ia menegaskan pendekatan Pemkot Makassar mengedepankan dialog terbuka dan mediasi antarpihak, bukan mencari pihak yang bersalah. Menurutnya, perbedaan sudut pandang harus dimediasi agar pemerintah dapat mengambil posisi yang tepat dan bertanggung jawab atas aset daerah.
"Persoalan ini punya sisi perbedaan sudut pandang yang memang harus dimediasi dengan baik, sehingga pemerintah kota mampu memposisikan diri pada kondisi ini. Ketika kondisi tertentu di dalamnya, kami juga harus mampu mempertanggungjawabkannya sebagai aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota," tuturnya.
Munafri juga berharap Polres Pelabuhan Makassar dapat memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan menghadirkan pihak koperasi dan pengelola sebelumnya agar seluruh pihak dapat duduk bersama dalam forum resmi.
"Mungkin dari Polres Pelabuhan bisa menjadi fasilitator untuk menghadirkan juga dari pihak pengelola sebelumnya, pihak Koperasi supaya semua bisa terbuka. Saya berharap bisa mengatur waktu kapan kita sepakat duduk sama-sama lagi untuk memastikan alur diskusinya," tutupnya.
Pemkot Makassar menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pasar yang profesional dan transparan serta berpihak pada pedagang dan masyarakat. Melalui koordinasi ini, pemerintah berharap polemik pengelolaan Pasar Butung segera menemukan titik terang dan pengelolaannya berada di bawah kewenangan resmi pemerintah daerah.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DLH Makassar Usulkan Tambahan Rp60 Miliar untuk Optimalisasi TPA Antang
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong peningkatan anggaran sektor persampahan hingga mencapai 3 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Senin, 13 Apr 2026 15:32
Makassar City
Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Kolaborasi di Berbagai Sektor Strategis
Wali Kota Makassar mendorong penguatan kolaborasi antara bersama Muhammadiyah di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pengelolaan sampah, hingga urban farming.
Minggu, 12 Apr 2026 17:34
Makassar City
Pemkot Makassar Percepat Pengangkatan Kepala Puskesmas Definitif
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat penetapan kepala Puskesmas definitif melalui proses seleksi terbuka yang kini memasuki tahap akhir.
Sabtu, 11 Apr 2026 10:44
Makassar City
Pemkot Makassar Target Juara Umum MTQ Sulsel
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penuh harapan dan semangat kepada seluruh kontingen kafilah Kota Makassar yang akan tampil pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.
Jum'at, 10 Apr 2026 17:32
News
Pemkot Makassar Targetkan 1.000 Sertifikat Aset Rampung 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan sertifikasi 1.000 aset berupa lahan dan bangunan milik daerah dapat rampung pada 2026.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
2
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
3
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
4
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
5
Desa Pattallassang Diproyeksi Jadi Pilot Project Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
2
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
3
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
4
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
5
Desa Pattallassang Diproyeksi Jadi Pilot Project Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa