Terminal Malengkeri Jadi Lokasi Baru Pasar Kubis, Pemkot Tata Bongkar Muat Pedagang
Rabu, 27 Mei 2026 11:55
Perumda Terminal Makassar memindahkan aktivitas Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis ke Terminal Malengkeri. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan area khusus di Terminal Malengkeri sebagai lokasi baru aktivitas pasar bongkar muat.
Lokasi di Kecamatan Tamalate tersebut disiapkan untuk menampung ratusan pedagang serta kendaraan bongkar muat yang sebelumnya beraktivitas di badan jalan dan kerap memicu kepadatan lalu lintas.
Area itu menjadi lokasi baru bagi aktivitas pasar tumpah dan bongkar muat yang sebelumnya berlangsung di sepanjang Jalan Veteran Utara dan kawasan Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan sejak penertiban dilakukan pada 21 Mei 2026, mayoritas pedagang sayur mayur telah berpindah dan mulai beroperasi di Terminal Malengkeri.
"Alhamdulillah saat penertiban kemarin, hampir 90 persen pedagang bongkar muat sudah masuk dan beraktivitas di Terminal Malengkeri dengan tertib," ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Elber, relokasi tersebut merupakan bagian dari upaya penataan kota yang dilakukan Pemkot Makassar untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, aman, dan terorganisasi tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
"Ini berkat dukungan dan sosialisasi dari Pak Camat, Perumda Pasar, serta organisasi masyarakat yang ikut membantu menyampaikan kepada para pedagang sebelum relokasi dilakukan," sambungnya.
Selain mengurai kemacetan di kawasan Veteran dan Pasar Kalimbu, pemindahan aktivitas bongkar muat ke terminal diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Aktivitas distribusi barang kini dipusatkan di area yang lebih representatif dengan pengaturan lalu lintas yang lebih baik.
"Perumda Terminal telah menyiapkan area khusus bongkar muat bagi kendaraan pengangkut barang dagangan, sekaligus melakukan pengaturan zonasi agar aktivitas distribusi tetap berjalan lancar," sebutnya.
Berdasarkan data awal dari Perumda Pasar, jumlah kendaraan pedagang yang diperkirakan masuk mencapai 308 unit. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah kendaraan yang masuk meningkat hingga mendekati 400 unit.
"Kami memang menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi realisasinya hampir 400 kendaraan masuk," jelasnya.
Karena itu, pihaknya melakukan penataan per blok dan zona parkir agar seluruh aktivitas tetap dapat terakomodasi dengan baik.
"Karena itu kami melakukan penataan per blok dan zona parkir agar semuanya tetap bisa terakomodasi dengan baik," lanjutnya.
Elber menambahkan peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena tidak hanya pedagang dari kawasan Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis yang masuk ke Terminal Malengkeri.
Menurut dia, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pelayanan dan pengaturan yang humanis agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib tanpa mengganggu operasional terminal.
"Terminal ini prinsipnya adalah fasilitas pelayanan, karena itu kami tetap berupaya mengakomodasi para pedagang dengan pengaturan yang baik agar semua bisa terlayani," katanya.
Ia menjelaskan tantangan terbesar saat ini bukan lagi jumlah pedagang, melainkan pengaturan arus kendaraan pembeli yang ikut masuk ke area terminal saat aktivitas bongkar muat berlangsung.
Sebagian besar pembeli datang menggunakan kendaraan roda empat untuk mengambil barang dagangan secara langsung, sehingga memerlukan pengaturan lalu lintas internal yang lebih ketat.
"Yang menjadi perhatian sekarang adalah kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam terminal. Ini yang sedang kami tata agar tidak menimbulkan kemacetan," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Perumda Terminal menyiapkan petugas khusus yang mengatur sirkulasi kendaraan dan parkir selama aktivitas bongkar muat berlangsung.
Adapun aktivitas pasar bongkar muat di Terminal Malengkeri berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 06.00 Wita.
Elber menilai perpindahan aktivitas tersebut juga berdampak positif terhadap penataan kawasan Jalan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu yang kini terlihat lebih tertib dan bersih.
"Tujuan utama kebijakan ini adalah penataan kota. Sekarang kawasan yang sebelumnya padat aktivitas pasar tumpah sudah jauh lebih bersih dan lalu lintas lebih tertata," jelasnya.
Terkait retribusi, Elber memastikan pedagang masih dibebaskan dari biaya penggunaan lahan selama masa uji coba relokasi. Pedagang hanya dikenakan biaya masuk terminal dan parkir sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sementara ini masih tahap penyesuaian dan uji coba gratis. Fokus kami adalah memastikan seluruh aktivitas berjalan tertib terlebih dahulu," tutupnya.
Lokasi di Kecamatan Tamalate tersebut disiapkan untuk menampung ratusan pedagang serta kendaraan bongkar muat yang sebelumnya beraktivitas di badan jalan dan kerap memicu kepadatan lalu lintas.
Area itu menjadi lokasi baru bagi aktivitas pasar tumpah dan bongkar muat yang sebelumnya berlangsung di sepanjang Jalan Veteran Utara dan kawasan Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan sejak penertiban dilakukan pada 21 Mei 2026, mayoritas pedagang sayur mayur telah berpindah dan mulai beroperasi di Terminal Malengkeri.
"Alhamdulillah saat penertiban kemarin, hampir 90 persen pedagang bongkar muat sudah masuk dan beraktivitas di Terminal Malengkeri dengan tertib," ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Elber, relokasi tersebut merupakan bagian dari upaya penataan kota yang dilakukan Pemkot Makassar untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, aman, dan terorganisasi tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
"Ini berkat dukungan dan sosialisasi dari Pak Camat, Perumda Pasar, serta organisasi masyarakat yang ikut membantu menyampaikan kepada para pedagang sebelum relokasi dilakukan," sambungnya.
Selain mengurai kemacetan di kawasan Veteran dan Pasar Kalimbu, pemindahan aktivitas bongkar muat ke terminal diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Aktivitas distribusi barang kini dipusatkan di area yang lebih representatif dengan pengaturan lalu lintas yang lebih baik.
"Perumda Terminal telah menyiapkan area khusus bongkar muat bagi kendaraan pengangkut barang dagangan, sekaligus melakukan pengaturan zonasi agar aktivitas distribusi tetap berjalan lancar," sebutnya.
Berdasarkan data awal dari Perumda Pasar, jumlah kendaraan pedagang yang diperkirakan masuk mencapai 308 unit. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah kendaraan yang masuk meningkat hingga mendekati 400 unit.
"Kami memang menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi realisasinya hampir 400 kendaraan masuk," jelasnya.
Karena itu, pihaknya melakukan penataan per blok dan zona parkir agar seluruh aktivitas tetap dapat terakomodasi dengan baik.
"Karena itu kami melakukan penataan per blok dan zona parkir agar semuanya tetap bisa terakomodasi dengan baik," lanjutnya.
Elber menambahkan peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena tidak hanya pedagang dari kawasan Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis yang masuk ke Terminal Malengkeri.
Menurut dia, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pelayanan dan pengaturan yang humanis agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib tanpa mengganggu operasional terminal.
"Terminal ini prinsipnya adalah fasilitas pelayanan, karena itu kami tetap berupaya mengakomodasi para pedagang dengan pengaturan yang baik agar semua bisa terlayani," katanya.
Ia menjelaskan tantangan terbesar saat ini bukan lagi jumlah pedagang, melainkan pengaturan arus kendaraan pembeli yang ikut masuk ke area terminal saat aktivitas bongkar muat berlangsung.
Sebagian besar pembeli datang menggunakan kendaraan roda empat untuk mengambil barang dagangan secara langsung, sehingga memerlukan pengaturan lalu lintas internal yang lebih ketat.
"Yang menjadi perhatian sekarang adalah kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam terminal. Ini yang sedang kami tata agar tidak menimbulkan kemacetan," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Perumda Terminal menyiapkan petugas khusus yang mengatur sirkulasi kendaraan dan parkir selama aktivitas bongkar muat berlangsung.
Adapun aktivitas pasar bongkar muat di Terminal Malengkeri berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 06.00 Wita.
Elber menilai perpindahan aktivitas tersebut juga berdampak positif terhadap penataan kawasan Jalan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu yang kini terlihat lebih tertib dan bersih.
"Tujuan utama kebijakan ini adalah penataan kota. Sekarang kawasan yang sebelumnya padat aktivitas pasar tumpah sudah jauh lebih bersih dan lalu lintas lebih tertata," jelasnya.
Terkait retribusi, Elber memastikan pedagang masih dibebaskan dari biaya penggunaan lahan selama masa uji coba relokasi. Pedagang hanya dikenakan biaya masuk terminal dan parkir sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sementara ini masih tahap penyesuaian dan uji coba gratis. Fokus kami adalah memastikan seluruh aktivitas berjalan tertib terlebih dahulu," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Makassar City
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 15:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
2
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
3
MG ZS Hybrid+ Masuk Makassar, Tawarkan Fleksibilitas untuk Mobilitas Jarak Jauh
4
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
5
4 Bacalon Konfirmasi Daftar Pemilihan Rektor UNM
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
2
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
3
MG ZS Hybrid+ Masuk Makassar, Tawarkan Fleksibilitas untuk Mobilitas Jarak Jauh
4
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
5
4 Bacalon Konfirmasi Daftar Pemilihan Rektor UNM