Anggaran Perbaikan Rp4,5 Miliar Masjid 99 Kubah Disorot: Bukan Perbaiki, Malah Tambah Bocor
Rabu, 04 Mar 2026 16:37
Komisi D DPRD Sulsel menggelar rapat kerja terkait rehabilitasi Masjid Kubah 99 Asmaul Husna di kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (04/03/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Komisi D DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menyoroti penggunaan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk rehabilitasi Masjid 99 Kubah Asmaul Husna yang dinilai tidak efektif. Pasalnya, perbaikan yang dilakukan pada 2025 tersebut justru disebut tidak mampu mengatasi kebocoran, bahkan memperparah kondisi bangunan.
Sorotan itu mengemuka dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan pengawasan, hingga Ketua Pengurus Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (04/03/2026).
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa anggaran miliaran rupiah tersebut terkesan sia-sia karena tujuan utama rehabilitasi, yakni menghentikan kebocoran, tidak tercapai.
"Anggarannya tahun 2025 itu Rp4,5 miliar. Tapi ini percuma saja, karena bukan menyetop kebocoran, justru menambah kebocoran,” tegas Kadir.
Ia mengaku kerap melaksanakan salat berjamaah di masjid tersebut dan merasakan langsung dampak kebocoran yang semakin parah. Jika sebelumnya kebocoran hanya terjadi di sekitar mimbar dan dua saf di belakangnya saat hujan deras, kini air disebut mengalir deras di banyak titik ketika hujan turun.
“Tadi dijelaskan oleh perwakilan pengurus yayasan, sebelumnya bocor hanya di sekitar mimbar dan itu pun hanya saat hujan keras, masih berupa titik-titik. Sekarang kalau hujan, air sudah mengalir dan semakin parah,” ujarnya.
Menurut Kadir, keluhan dari jamaah pun semakin banyak, terutama setelah pelaksanaan salat Jumat. Ia menyebut kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait kualitas pekerjaan fisik yang telah dibiayai dari APBD tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius. Sia-sia anggaran kalau bukan memperbaiki yang bocor, tapi malah menambah kebocoran,” katanya.
Politisi Golkar ini juga mengungkapkan informasi bahwa masjid tersebut telah empat kali diperbaiki sejak awal dibangun. Namun hingga kini, persoalan kebocoran belum juga tuntas.
Sebagai tindak lanjut, Komisi D DPRD Sulsel berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Para anggota dewan dijadwalkan melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna sekaligus mengecek kondisi fisik bangunan untuk memastikan penyebab kebocoran yang dinilai semakin parah meski telah menelan anggaran Rp4,5 miliar.
Sorotan itu mengemuka dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan pengawasan, hingga Ketua Pengurus Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (04/03/2026).
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa anggaran miliaran rupiah tersebut terkesan sia-sia karena tujuan utama rehabilitasi, yakni menghentikan kebocoran, tidak tercapai.
"Anggarannya tahun 2025 itu Rp4,5 miliar. Tapi ini percuma saja, karena bukan menyetop kebocoran, justru menambah kebocoran,” tegas Kadir.
Ia mengaku kerap melaksanakan salat berjamaah di masjid tersebut dan merasakan langsung dampak kebocoran yang semakin parah. Jika sebelumnya kebocoran hanya terjadi di sekitar mimbar dan dua saf di belakangnya saat hujan deras, kini air disebut mengalir deras di banyak titik ketika hujan turun.
“Tadi dijelaskan oleh perwakilan pengurus yayasan, sebelumnya bocor hanya di sekitar mimbar dan itu pun hanya saat hujan keras, masih berupa titik-titik. Sekarang kalau hujan, air sudah mengalir dan semakin parah,” ujarnya.
Menurut Kadir, keluhan dari jamaah pun semakin banyak, terutama setelah pelaksanaan salat Jumat. Ia menyebut kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait kualitas pekerjaan fisik yang telah dibiayai dari APBD tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius. Sia-sia anggaran kalau bukan memperbaiki yang bocor, tapi malah menambah kebocoran,” katanya.
Politisi Golkar ini juga mengungkapkan informasi bahwa masjid tersebut telah empat kali diperbaiki sejak awal dibangun. Namun hingga kini, persoalan kebocoran belum juga tuntas.
Sebagai tindak lanjut, Komisi D DPRD Sulsel berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Para anggota dewan dijadwalkan melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna sekaligus mengecek kondisi fisik bangunan untuk memastikan penyebab kebocoran yang dinilai semakin parah meski telah menelan anggaran Rp4,5 miliar.
(UMI)
Berita Terkait
News
DPRD Sulsel Minta Pekerjaan Jalan Dipercepat Agar Tak Ganggu Aktivitas Masyarakat
Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melakukan kunjungan lapangan ke proyek jalan multiyears di Kabupaten Gowa, Selasa (2/6/2026).
Selasa, 02 Jun 2026 14:26
News
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui program pemberdayaan dan bantuan sosial yang menyasar langsung kebutuhan warga.
Rabu, 13 Mei 2026 16:22
Sulsel
Andi Ina Kooperatif Penuhi Kembali Panggilan Kejati Sulsel, Berikan Klarifikasi ke BPKP
Mantan Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024, Andi Ina Kartika Sari kembali memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sulsel pada Jumat (24/04/2026).
Jum'at, 24 Apr 2026 19:17
Sulsel
Eks Waka DPRD Sulsel Syahar Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas di APBD 2024
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 2019-2024, Syaharuddin Alrif ikut angkat bicara terkait isu dugaan korupsi bibit nanas yang sedang dikerjakan Kejati Sulsel.
Sabtu, 18 Apr 2026 20:54
Sulsel
Andi Ina dan Ni'matullah Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
Eks Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024, Andi Ina Kartika Sari, bersama sejumlah mantan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait pemanggilannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar.
Sabtu, 18 Apr 2026 06:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Gowa Kawal Usulan Pembangunan Jalan Prioritas ke BBPJN Sulsel
2
Dollar Tembus Rp18.000, Harga Cabai dan Bawang Merah di Parepare Melonjak
3
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis
4
BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini, Naik 44 Persen
5
Bupati Husniah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Gowa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Gowa Kawal Usulan Pembangunan Jalan Prioritas ke BBPJN Sulsel
2
Dollar Tembus Rp18.000, Harga Cabai dan Bawang Merah di Parepare Melonjak
3
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis
4
BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini, Naik 44 Persen
5
Bupati Husniah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Gowa