Usai Ditutup Sementara oleh BGN, SPPG Mallusetasi Parepare kembali Beroperasi
Senin, 09 Mar 2026 16:25
SPPG Mallusetasi yang sempat ditutup sementara oleh BGN. Foto: Wahyu Ady
PAREPARE - Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengoperasikan kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mallusetasi usai dilakukan pemberhentian sementara akibat masalh internal.
Kepala SPPG Mallusetasi, Nurliya Amir saat dikonfirmasi membenarkan bahwa SPPG Mallusetasi sudah kembali beroperasi normal usai ditutup sementara oleh BGN.
"SPPG Mallusetasi sudah beroperasi kembali pada hari Selasa kemarin," singkat Nurliya pada Ahad (08/03/2026).
Sebelumnya, SPPG Mallusetasi dilakukan penutupan sementara oleh BGN dikarenakan masalah internal yang mengakibatkan sejumlah relawan tidak mendapatkan haknya.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Parepare, Bagus Triantoro pun membenarkan hal tersebut. "Betul, dilakukan penutupan sementara oleh BGN terkait masalah administrasi dapur," katanya.
Bagus juga mengatakan bahwa penerima manfaat yang ditangani SPPG Mallusetasi telah dialihkan ke dapur lain.
"Untuk penerima manfaat yang terdampak, kami sudah atur untuk dialihkan kedapur lain yang sudah beroperasi," lanjutnya.
Perlu diketahui, SPPG Mallusetasi dilakukan penutupan sementara oleh BGN dari tanggal 16 Februari 2025 dan telah kembali beroperasi di tanggal 3 Maret 2026. Dengan jumlah total penerima manfaat sebanyak 3.363 orang.
Dimana, 3.244 orang penerima manfaat peserta didik dan tenaga pendidik, 90 orang Balita, 16 orang Ibu Menyusui (Busui) serta 13 orang Ibu Hamil (Bumil).
Kepala SPPG Mallusetasi, Nurliya Amir saat dikonfirmasi membenarkan bahwa SPPG Mallusetasi sudah kembali beroperasi normal usai ditutup sementara oleh BGN.
"SPPG Mallusetasi sudah beroperasi kembali pada hari Selasa kemarin," singkat Nurliya pada Ahad (08/03/2026).
Sebelumnya, SPPG Mallusetasi dilakukan penutupan sementara oleh BGN dikarenakan masalah internal yang mengakibatkan sejumlah relawan tidak mendapatkan haknya.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Parepare, Bagus Triantoro pun membenarkan hal tersebut. "Betul, dilakukan penutupan sementara oleh BGN terkait masalah administrasi dapur," katanya.
Bagus juga mengatakan bahwa penerima manfaat yang ditangani SPPG Mallusetasi telah dialihkan ke dapur lain.
"Untuk penerima manfaat yang terdampak, kami sudah atur untuk dialihkan kedapur lain yang sudah beroperasi," lanjutnya.
Perlu diketahui, SPPG Mallusetasi dilakukan penutupan sementara oleh BGN dari tanggal 16 Februari 2025 dan telah kembali beroperasi di tanggal 3 Maret 2026. Dengan jumlah total penerima manfaat sebanyak 3.363 orang.
Dimana, 3.244 orang penerima manfaat peserta didik dan tenaga pendidik, 90 orang Balita, 16 orang Ibu Menyusui (Busui) serta 13 orang Ibu Hamil (Bumil).
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Jelang HUT RI ke-81, Personel Brimob Parepare Bersihkan TMP Paccekke
Seluruh personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel melakukan pembersihan secara gotong royong agar lingkungan makam terlihat bersih, rapi dan nyaman bagi para peziarah.
Rabu, 05 Agu 2026 12:22
Sulsel
Buka Kegiatan Peningkatan TRC BPBD, Tasming Hamid: Tugas Itu Mulia
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid membuka secara langsung kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kemampuan Manajerial Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare di markas BPBD, Sabtu (01/08/2026).
Sabtu, 01 Agu 2026 16:02
Sulsel
Polisi Masih Selidiki Penemuan Ratusan Karung Bekas Beras SPHP di Parepare
Penemuan sejumlah karung bekas beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beberapa waktu lalu kini masuk dalam rana penyelidikan pihak kepolisian.
Rabu, 29 Jul 2026 13:33
Sulsel
Polisi Panggil Taufan Pawe jadi Saksi Dugaan Korupsi Tunjangan Rumah DPRD Parepare
Polres Parepare bakal memeriksa Taufan Pawe (TP) dalam kasus dugaan korupsi tunjangan rumah DPRD Parepare. Kasus ini berkaitan saat TP masih menjabat Wali Kota Parepare.
Selasa, 28 Jul 2026 17:14
Sulsel
Dari 115 WB Higt Risk, 14 WBP Lapas Parepare Dikirim ke Nusakambangan
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) kembali memindahkan 115 Warga Binaan yang masuk dalam kategori higt risk dari dua wilayah yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Barat, Senin (20/07/2026).
Selasa, 21 Jul 2026 16:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Masih Penasaran, Atlet Bulutangkis Manado Tembus Semifinal Audisi Umum PB Djarum di Makassar
2
Program Bank Sampah FIFGROUP Dorong Warga Makassar Kelola Sampah Lebih Produktif
3
Pajak Perolehan Tanah Dipotong 75 Persen, Bapenda Sebut Pertama Kali Diterapkan
4
Aksi Mahasiswi Unibos Bagikan Makanan untuk Petugas Kebersihan Tuai Apresiasi
5
Polres Bantaeng Sita 26,84 Gram Sabu, Dua Warga Jeneponto Ditangkap
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Masih Penasaran, Atlet Bulutangkis Manado Tembus Semifinal Audisi Umum PB Djarum di Makassar
2
Program Bank Sampah FIFGROUP Dorong Warga Makassar Kelola Sampah Lebih Produktif
3
Pajak Perolehan Tanah Dipotong 75 Persen, Bapenda Sebut Pertama Kali Diterapkan
4
Aksi Mahasiswi Unibos Bagikan Makanan untuk Petugas Kebersihan Tuai Apresiasi
5
Polres Bantaeng Sita 26,84 Gram Sabu, Dua Warga Jeneponto Ditangkap