DPP Tegaskan Pelantikan Fadel Tauphan Ansar Setop Dualisme KNPI Sulsel
Selasa, 10 Mar 2026 16:48
Salah satu pengurus DPP KNPI, Mahmud. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menegaskan tidak ada lagi dualisme di tubuh KNPI Sulawesi Selatan (Sulsel) pasca dilantiknya Fadel Muhammad Tauphan Ansar bersama 480 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Periode 2026-2029, di Hotel Claro Makassar, Senin (09/03/2026).
"Kepengurusan Fadel Muhammad Tauphan Ansar, sah dan legal secara hukum. Saya pertegas lagi, setelah pelantikan yang dilakukan Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Panjaitan, tidak ada lagi dualisme KNPI di Sulsel. Jika ada yang mengatasnamakan DPD KNPI Sulsel, itu ilegal atau tidak sah," tegas salah satu pengurus DPP KNPI, Mahmud.
Diketahui, pelantikan Fadel Muhammad Tauphan Ansar dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Panjaitan didampingi Sekretaris Jenderal DPP KNPI Almanzo Bonara dan disaksikan Fungsionaris DPP KNPI yang secara khusus datang dari Jakarta seperti Edi Wijaya Karo-Karo (Waketum DPP KNPI ), Rusdi Ali Hanafia (Waketum DPP KNPI ), Sahrul Gunawan (DPP KNPI), Novi Fadhillah (DPP KNPI) , Rasheed (DPP KNPI) dan Pengurus DPP KNPI Lainnya.
Sejumlah kepala daerah ikut hadir, antara lain: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Bupati Kabupaten Maros, Andi Syafril Chaidir Syam (Chaidir Syam). Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Hadir pula Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Kepala Polrestabes Makassar Kombes Polisi Arya Perdana, Dirintelkam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Polisi Hajat Mabrur, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz dan berbagai tokoh organisasi kepemudaan (OKP).
Menurut Mahmud, tidak ada lagi yang bisa menggugurkan kepengurusan Fadel Muhammad Tauphan Ansar dengan kehadiran Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan dan Sekretaris Jenderal DPP KNPI dalam pelantikan.
"Kalau ada yang berstatement lain, ngacau itu," sambungnya.
Mahmud melihat kehadiran sejumlah tokoh, baik eksekutif maupun legislatif serta organisasi kepemudaan dan olahraga, menandakan Fadel Muhammad Tauphan Ansar mampu bersinergi di Sulsel. "Figur seperti Tafuan yang dibutuhkan KNPI. Mampu bersinergi lintas sektoral," terangnya.
Lebih jauh, Mahmud menyoroti pernyataan Imran Eka Saputra yang menilai keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh Ryano Panjaitan tidak lagi memiliki landasan hukum kuat. Sebab, masa kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI yang dipimpinnya dinilai telah berakhir.
"Saudara Imran Eka Saputra ini asal bunyi saja. Apa kapasitasnya dia bicara seperti itu (Ryano Panjaitan tidak punya legal standing). Ketum Ryano pemegang Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)," sebut Mahmud.
"Kalau saudara Imran Eka mengatakan Ryano Panjaitan tidak punya legal standing, loh, kenapa saudari Vonny Ameliani ikut bertarung di Musda DPD KNPI Sulsel yang dibuat oleh DPP KNPI yang Ketua Umumnya Ryano Panjaitan dan Sekjendnya Almanzo Bonara. Kan, lucu toh," sentil Mahmud.
Untuk itu, Mahmud mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan olahraga di Sulsel untuk merapatkan barisan. Mahmud ingin pemuda bersatu di bawah kepengurusan yang sah dan memiliki legalitas hukum yang jelas.
"Tentunya saya selaku pengurus DPP berharap tak ada lagi perbincangan mengenai dualisme kepengurusan KNPI Sulsel saat ini. Pemuda harus bersatu untuk pergerakan ke depannya," jelasnya.
"Kepengurusan Fadel Muhammad Tauphan Ansar, sah dan legal secara hukum. Saya pertegas lagi, setelah pelantikan yang dilakukan Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Panjaitan, tidak ada lagi dualisme KNPI di Sulsel. Jika ada yang mengatasnamakan DPD KNPI Sulsel, itu ilegal atau tidak sah," tegas salah satu pengurus DPP KNPI, Mahmud.
Diketahui, pelantikan Fadel Muhammad Tauphan Ansar dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Panjaitan didampingi Sekretaris Jenderal DPP KNPI Almanzo Bonara dan disaksikan Fungsionaris DPP KNPI yang secara khusus datang dari Jakarta seperti Edi Wijaya Karo-Karo (Waketum DPP KNPI ), Rusdi Ali Hanafia (Waketum DPP KNPI ), Sahrul Gunawan (DPP KNPI), Novi Fadhillah (DPP KNPI) , Rasheed (DPP KNPI) dan Pengurus DPP KNPI Lainnya.
Sejumlah kepala daerah ikut hadir, antara lain: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Bupati Kabupaten Maros, Andi Syafril Chaidir Syam (Chaidir Syam). Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Hadir pula Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Kepala Polrestabes Makassar Kombes Polisi Arya Perdana, Dirintelkam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Polisi Hajat Mabrur, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz dan berbagai tokoh organisasi kepemudaan (OKP).
Menurut Mahmud, tidak ada lagi yang bisa menggugurkan kepengurusan Fadel Muhammad Tauphan Ansar dengan kehadiran Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan dan Sekretaris Jenderal DPP KNPI dalam pelantikan.
"Kalau ada yang berstatement lain, ngacau itu," sambungnya.
Mahmud melihat kehadiran sejumlah tokoh, baik eksekutif maupun legislatif serta organisasi kepemudaan dan olahraga, menandakan Fadel Muhammad Tauphan Ansar mampu bersinergi di Sulsel. "Figur seperti Tafuan yang dibutuhkan KNPI. Mampu bersinergi lintas sektoral," terangnya.
Lebih jauh, Mahmud menyoroti pernyataan Imran Eka Saputra yang menilai keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh Ryano Panjaitan tidak lagi memiliki landasan hukum kuat. Sebab, masa kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI yang dipimpinnya dinilai telah berakhir.
"Saudara Imran Eka Saputra ini asal bunyi saja. Apa kapasitasnya dia bicara seperti itu (Ryano Panjaitan tidak punya legal standing). Ketum Ryano pemegang Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)," sebut Mahmud.
"Kalau saudara Imran Eka mengatakan Ryano Panjaitan tidak punya legal standing, loh, kenapa saudari Vonny Ameliani ikut bertarung di Musda DPD KNPI Sulsel yang dibuat oleh DPP KNPI yang Ketua Umumnya Ryano Panjaitan dan Sekjendnya Almanzo Bonara. Kan, lucu toh," sentil Mahmud.
Untuk itu, Mahmud mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan olahraga di Sulsel untuk merapatkan barisan. Mahmud ingin pemuda bersatu di bawah kepengurusan yang sah dan memiliki legalitas hukum yang jelas.
"Tentunya saya selaku pengurus DPP berharap tak ada lagi perbincangan mengenai dualisme kepengurusan KNPI Sulsel saat ini. Pemuda harus bersatu untuk pergerakan ke depannya," jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Erika Tansil di Balik Sukses Pelantikan KNPI Sulsel, Dorong Perempuan Ambil Peran Kepemimpinan
Di balik suksesnya pelantikan yang berlangsung meriah itu, terdapat sosok perempuan yang dipercaya Fadel Tauphan sebagai Ketua Panitia Pelantikan, yakni Erika Tansil.
Selasa, 10 Mar 2026 10:23
Sulsel
Fadel Tauphan Ansar Dilantik Ketua KNPI Sulsel, Tiga Kepala Daerah dan Ketua DPRD Hadir
Pengurus Dewan Perwakilan Daerah I Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD I KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Fadel Muhammad Tauphan Anshar resmi dilantik.
Senin, 09 Mar 2026 19:13
News
Fadel Taupan Anshar Ajak Pengurus KNPI Sulsel Solid Menuju Pelantikan
Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Fadel Muhammad Taupan Anshar menggelar konsolidasi pengurus menjelang pelantikan.
Kamis, 05 Mar 2026 14:03
Sulsel
Kumpulkan OKP, Vonny Klaim DPP Gerindra Dukung Dirinya Pimpin KNPI Sulsel
Partai Gerindra resmi menyatakan sikap terkait dinamika kepemimpinan KNPI Sulawesi Selatan. Melalui keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Gerindra memberikan dukungan kepada Vonny Ameliani untuk memimpin KNPI Sulsel.
Minggu, 01 Mar 2026 17:39
News
KNPI Sulsel Santuni 50 Anak Yatim, OKP Lintas Agama Hadir di Buka Puasa Bersama
DPD KNPI Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Kota Makassar, Jumat (28/2/2026).
Sabtu, 28 Feb 2026 19:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kasus Korupsi Bibit Nanas, Kejati Sulsel Tahan Mantan Pj Gubernur Sulsel
2
Ekspresi Islam Indonesia
3
Fadel Tauphan Ansar Dilantik Ketua KNPI Sulsel, Tiga Kepala Daerah dan Ketua DPRD Hadir
4
Nakhoda Asal Indonesia Hilang di Hormuz, Alumni Bumi Seram Prihatin
5
Erika Tansil di Balik Sukses Pelantikan KNPI Sulsel, Dorong Perempuan Ambil Peran Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kasus Korupsi Bibit Nanas, Kejati Sulsel Tahan Mantan Pj Gubernur Sulsel
2
Ekspresi Islam Indonesia
3
Fadel Tauphan Ansar Dilantik Ketua KNPI Sulsel, Tiga Kepala Daerah dan Ketua DPRD Hadir
4
Nakhoda Asal Indonesia Hilang di Hormuz, Alumni Bumi Seram Prihatin
5
Erika Tansil di Balik Sukses Pelantikan KNPI Sulsel, Dorong Perempuan Ambil Peran Kepemimpinan