Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
Sabtu, 11 Apr 2026 10:34
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mematangkan kebijakan transformasi kelembagaan politeknik di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menyetarakan status, tugas, dan fungsi politeknik agar sejajar dengan universitas.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, mengungkapkan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari pembenahan pendidikan vokasi dan struktur perguruan tinggi.
"Politeknik-politeknik itu kan mengusulkan agar secara tusinya (tugas dan fungsi) atau organisasinya itu disetarakan dengan universitas, karena selama ini dirasa masih belum setara. Lalu diajukanlah usulannya, sehingga saat ini sedang digodok di Kementerian, untuk meningkatkan status Politeknik menjadi sejajar dengan universitas," ungkapnya, Jumat (10/4/2026).
Menurut Beny, pemerintah saat ini juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), yang akan menjadi landasan perubahan tersebut.
"Dalam rancangan tersebut tentunya bisa diusulkan bentuk-bentuk perguruan tinggi, yang selama ini kan ada enam. Ada Universitas, Institut, Politeknik, Sekolah Tinggi, Akademi, Akademi Komunitas. Jadi, bentuk-bentuk itu yang kemudian dikaji mana yang paling tepat ya untuk bisa diterapkan di Indonesia," urainya.
Ia menambahkan, kementerian juga melakukan benchmarking terhadap standar global guna menyesuaikan sistem pendidikan nasional dengan praktik internasional. Hal ini penting untuk memperkuat kerja sama dan komunikasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
"Kita sedang mendorong, sementara ini karena Politeknik belum ada nomenklaturnya untuk menjadi Politeknik University, sementara di kementerian itu mendorong agar SOTK-nya atau Struktur Organisasi Tata Kelola-nya itu disamakan," lanjutnya.
Selain itu, Kemdiktisaintek tengah mengkaji regulasi terkait organisasi perguruan tinggi. Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan politeknik memiliki fakultas, yang selama ini belum diatur.
"Kalau sekarang Politeknik harus mengelola langsung jurusan-jurusan, sehingga tidak ada tuh fakultas-fakultas. Itu maksudnya tadi mungkin pertanyaannya, bisa membuka fakultas bagaimana. Ini sedang diproses. Untuk sementara ini memang masih belum," katanya.
Beny menilai, jumlah mahasiswa di politeknik terus meningkat signifikan. Karena itu, institusi perlu menyiapkan penyesuaian struktur organisasi untuk mendukung perkembangan tersebut.
"Artinya dia harus menyesuaikan dan membuat semacam roadmap penyesuaian dengan aturan yang baru. Namun kan ini kita perlu menetapkan aturannya dulu. Sebelum itu ada, ya Politeknik bersiap," tukasnya.
Politeknik Siap Transformasi, Tetap Fokus Vokasi
Sementara itu, Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Seluruh Indonesia (FPDNI), Dr. Muhammad Diah, menegaskan bahwa politeknik siap melakukan transformasi kelembagaan.
"Sebetulnya tidak bersaing. Karena Politeknik University diarahkan untuk vokasi saja dan kalau universitas kan akademik, gitu. Jadi perguruan tinggi itu ada perguruan tinggi akademik dan perguruan tinggi vokasi. Nah, perguruan tinggi vokasi itu diarahkan adalah Politeknik University itu," ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi ini berbeda dengan perubahan IKIP menjadi universitas negeri di masa lalu. Politeknik tetap akan berfokus pada pendidikan vokasi.
"Tetap beda. Tetap kita tetap konsen. Beda dengan dulu transformasinya IKIP menjadi Universitas Negeri. Itu kan kemudian dia menyatu karena sama-sama akademik, kemudian bebas dia membuka Fakultas Kedokteran. Kalau kami enggak. Politeknik University tidak sampai ke sana," tegasnya.
Menurut Diah, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penyesuaian terhadap perkembangan program studi di politeknik yang kini telah mencakup jenjang sarjana hingga doktor terapan.
"Tapi sekarang ini Politeknik kan sudah S1, S2, S3 programnya gitu. Jadi orang kalau mau S3 terapan juga sudah bisa di Politeknik, S2 terapan juga bisa di Politeknik. Jadi sudah sama gitu, sehingga itu sudah tidak kuat lagi menampung semua ini," sebutnya.
Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti “baju yang sudah terlalu sempit” bagi perkembangan institusi.
"Kalau dilihat dari penerimaan mahasiswa baru SNBP itu, itu kan meningkat tajam tuh peminat Politeknik. Sementara kita tidak bisa menampung, sehingga harus memang melebarkan, melonggarkan bajunya sedikit gitu agar supaya bisa menampung banyak mahasiswa," tutupnya.
Polipangkep Jadi Pelopor
Di sisi lain, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), Prof. Mauli Kasmi, menyampaikan bahwa institusinya menjadi yang pertama mengajukan naskah akademik untuk transformasi menuju Politeknik University.
"Jadi, kami sudah melakukan audiensi pertama. Dalam audiensi pertama itu, kami sudah melengkapi kekurangan-kekurangan yang kemarin harus dilengkapi," ungkapnya saat ditemui di sela Rapat Koordinasi Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia di Claro Hotel Makassar.
Ia menyebutkan, berdasarkan klaster kementerian, Polipangkep berada di peringkat ketujuh nasional dan menjadi yang terdepan dalam proses transformasi.
"Ya tentunya, seperti barangkali setiap ada informasi yang didapat, memang ada dari segi SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) kelembagaan; memang banyak hal-hal yang harus kita perbaiki. Dan kami, Polipangkep, secara perlahan sudah saya persiapkan," imbuhnya.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, mengungkapkan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari pembenahan pendidikan vokasi dan struktur perguruan tinggi.
"Politeknik-politeknik itu kan mengusulkan agar secara tusinya (tugas dan fungsi) atau organisasinya itu disetarakan dengan universitas, karena selama ini dirasa masih belum setara. Lalu diajukanlah usulannya, sehingga saat ini sedang digodok di Kementerian, untuk meningkatkan status Politeknik menjadi sejajar dengan universitas," ungkapnya, Jumat (10/4/2026).
Menurut Beny, pemerintah saat ini juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), yang akan menjadi landasan perubahan tersebut.
"Dalam rancangan tersebut tentunya bisa diusulkan bentuk-bentuk perguruan tinggi, yang selama ini kan ada enam. Ada Universitas, Institut, Politeknik, Sekolah Tinggi, Akademi, Akademi Komunitas. Jadi, bentuk-bentuk itu yang kemudian dikaji mana yang paling tepat ya untuk bisa diterapkan di Indonesia," urainya.
Ia menambahkan, kementerian juga melakukan benchmarking terhadap standar global guna menyesuaikan sistem pendidikan nasional dengan praktik internasional. Hal ini penting untuk memperkuat kerja sama dan komunikasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
"Kita sedang mendorong, sementara ini karena Politeknik belum ada nomenklaturnya untuk menjadi Politeknik University, sementara di kementerian itu mendorong agar SOTK-nya atau Struktur Organisasi Tata Kelola-nya itu disamakan," lanjutnya.
Selain itu, Kemdiktisaintek tengah mengkaji regulasi terkait organisasi perguruan tinggi. Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan politeknik memiliki fakultas, yang selama ini belum diatur.
"Kalau sekarang Politeknik harus mengelola langsung jurusan-jurusan, sehingga tidak ada tuh fakultas-fakultas. Itu maksudnya tadi mungkin pertanyaannya, bisa membuka fakultas bagaimana. Ini sedang diproses. Untuk sementara ini memang masih belum," katanya.
Beny menilai, jumlah mahasiswa di politeknik terus meningkat signifikan. Karena itu, institusi perlu menyiapkan penyesuaian struktur organisasi untuk mendukung perkembangan tersebut.
"Artinya dia harus menyesuaikan dan membuat semacam roadmap penyesuaian dengan aturan yang baru. Namun kan ini kita perlu menetapkan aturannya dulu. Sebelum itu ada, ya Politeknik bersiap," tukasnya.
Politeknik Siap Transformasi, Tetap Fokus Vokasi
Sementara itu, Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Seluruh Indonesia (FPDNI), Dr. Muhammad Diah, menegaskan bahwa politeknik siap melakukan transformasi kelembagaan.
"Sebetulnya tidak bersaing. Karena Politeknik University diarahkan untuk vokasi saja dan kalau universitas kan akademik, gitu. Jadi perguruan tinggi itu ada perguruan tinggi akademik dan perguruan tinggi vokasi. Nah, perguruan tinggi vokasi itu diarahkan adalah Politeknik University itu," ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi ini berbeda dengan perubahan IKIP menjadi universitas negeri di masa lalu. Politeknik tetap akan berfokus pada pendidikan vokasi.
"Tetap beda. Tetap kita tetap konsen. Beda dengan dulu transformasinya IKIP menjadi Universitas Negeri. Itu kan kemudian dia menyatu karena sama-sama akademik, kemudian bebas dia membuka Fakultas Kedokteran. Kalau kami enggak. Politeknik University tidak sampai ke sana," tegasnya.
Menurut Diah, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penyesuaian terhadap perkembangan program studi di politeknik yang kini telah mencakup jenjang sarjana hingga doktor terapan.
"Tapi sekarang ini Politeknik kan sudah S1, S2, S3 programnya gitu. Jadi orang kalau mau S3 terapan juga sudah bisa di Politeknik, S2 terapan juga bisa di Politeknik. Jadi sudah sama gitu, sehingga itu sudah tidak kuat lagi menampung semua ini," sebutnya.
Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti “baju yang sudah terlalu sempit” bagi perkembangan institusi.
"Kalau dilihat dari penerimaan mahasiswa baru SNBP itu, itu kan meningkat tajam tuh peminat Politeknik. Sementara kita tidak bisa menampung, sehingga harus memang melebarkan, melonggarkan bajunya sedikit gitu agar supaya bisa menampung banyak mahasiswa," tutupnya.
Polipangkep Jadi Pelopor
Di sisi lain, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), Prof. Mauli Kasmi, menyampaikan bahwa institusinya menjadi yang pertama mengajukan naskah akademik untuk transformasi menuju Politeknik University.
"Jadi, kami sudah melakukan audiensi pertama. Dalam audiensi pertama itu, kami sudah melengkapi kekurangan-kekurangan yang kemarin harus dilengkapi," ungkapnya saat ditemui di sela Rapat Koordinasi Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia di Claro Hotel Makassar.
Ia menyebutkan, berdasarkan klaster kementerian, Polipangkep berada di peringkat ketujuh nasional dan menjadi yang terdepan dalam proses transformasi.
"Ya tentunya, seperti barangkali setiap ada informasi yang didapat, memang ada dari segi SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) kelembagaan; memang banyak hal-hal yang harus kita perbaiki. Dan kami, Polipangkep, secara perlahan sudah saya persiapkan," imbuhnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Gelar Rakor, FPDNI Rumuskan Strategi Transformasi Menuju Politeknik University
Forum Direktur Politeknik Negeri Seluruh Indonesia (FPDNI) menggelar pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Direktur Politeknik Negeri Se-Indonesia, di Mahoni 1 Room, Claro Hotel Makassar, Jumat (10/4/2026).
Jum'at, 10 Apr 2026 17:11
Sulsel
FGD Teknologi Hijau Batik, Polipangkep Dorong Eco Batik Limbah Pertanian
Tim Pengabdian Masyarakat Polipangkep menggelar Focus Group Discussion bertajuk Teknologi Hijau Batik di Kampung Karst Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Kamis 11 Desember 2025.
Senin, 15 Des 2025 15:42
Sulsel
BEM Polipangkep Hadirkan Inovasi Mesin Pengering Rumput Laut di Desa Kanaungan
BEM Polipangkep menghadirkan inovasi mesin pengering rumput laut “semi-otomatis” bagi kelompok nelayan di Dusun Buttue, Desa Kanaungan, Kecamatan Labbakkang.
Rabu, 26 Nov 2025 15:02
Sulsel
Mahasiswa Polipangkep Jadi Pemakalah di Konferensi Akuakultur Internasional
Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), Halima Al Zahra dari Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, berhasil menjadi pemakalah oral.
Rabu, 05 Nov 2025 18:55
Sulsel
Gagas Fortifikasi Beras Protein, Mahasiswa Polipangkep Juara 1 KEIN 2025
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep).
Jum'at, 24 Okt 2025 16:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dividen PDAM Gowa Rp3,49 M, Bupati Gowa Minta Layanan Ditingkatkan
2
Pembangunan KMP di Maros Sudah 38 Unit, Tujuh Hampir Rampung
3
Gelar Rakor, FPDNI Rumuskan Strategi Transformasi Menuju Politeknik University
4
Sengketa Lahan di Maros Berujung Aduan ke Mabes Polri, Kabid Propam Polda Sulsel Terlapor
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dividen PDAM Gowa Rp3,49 M, Bupati Gowa Minta Layanan Ditingkatkan
2
Pembangunan KMP di Maros Sudah 38 Unit, Tujuh Hampir Rampung
3
Gelar Rakor, FPDNI Rumuskan Strategi Transformasi Menuju Politeknik University
4
Sengketa Lahan di Maros Berujung Aduan ke Mabes Polri, Kabid Propam Polda Sulsel Terlapor
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog