Chaidir Syam Sebut MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Upaya Membumikan Al-Qur’an
Minggu, 12 Apr 2026 18:45
Bupati Maros, AS Chaidir Syam memberi sambutan pada Malam Taaruf dan Pelantikan Dewan Hakim MTQ Sulsel, kemarin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Kabupaten Maros menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang resmi dibuka pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Pallantikang.
Perhelatan religius ini diikuti 1.444 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Rangkaian kegiatan berlangsung selama sembilan hari, dimulai dengan registrasi pada 10 April, sementara perlombaan digelar pada 12–18 April 2026.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Maros sebagai tuan rumah.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Kabupaten Maros. Kami menyambut seluruh kafilah dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan di Butta Salewangang," ujarnya.
Chaidir menegaskan, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
"MTQ ini adalah upaya konkret memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kami berharap suasana religius semakin tumbuh dan mengakar di Sulawesi Selatan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama lomba, sekaligus menjadikan MTQ sebagai momentum saling memotivasi dalam kebaikan.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Maros berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, mulai dari penyediaan venue, akomodasi, hingga fasilitas pendukung lainnya. Meski demikian, Chaidir tetap menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXIV Sulsel, Muetazim Mansyur, menjelaskan kesiapan teknis pelaksanaan yang telah dilakukan sejak Maros ditetapkan sebagai tuan rumah melalui Surat Keputusan Gubernur Sulsel.
"Sebanyak 24 kafilah ambil bagian dalam MTQ ini dengan total 1.044 peserta. Mereka merupakan juara terbaik dari masing-masing daerah yang akan berlaga pada delapan cabang lomba dan 24 golongan," paparnya.
Delapan cabang lomba tersebut meliputi seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syahril, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an, yang diikuti peserta putra dan putri.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia menyiapkan 97 dewan hakim dan 10 panitera. Pelantikan keduanya dilaksanakan pada Sabtu (11/4/2026) malam di Taman Kota Maros.
Muetazim menambahkan, pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Maros, seperti Lapangan Pallantikang, Masjid Al Markaz Maros, Auditorium SYL Nahdlatul Ulama, aula pondok pesantren, hingga fasilitas kantor pemerintahan.
"Penyebaran lokasi ini bertujuan agar seluruh rangkaian lomba dapat berjalan optimal sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas yang dimiliki Kabupaten Maros," jelasnya.
Dari sisi akomodasi, panitia melibatkan masyarakat dengan menempatkan peserta di rumah warga serta fasilitas yang telah disiapkan. Skema ini tidak hanya efisien, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara tamu dan tuan rumah.
"Ini menjadi bagian dari nilai kebersamaan dalam MTQ, yang tidak hanya kompetisi yang diutamakan, tetapi juga interaksi sosial dan ukhuwah," tambahnya.
Selain lomba utama, panitia juga menggelar pameran LPTQ dan UMKM yang dibuka pada Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus menampilkan inovasi dan kreativitas Islami di Sulawesi Selatan.
Pembukaan MTQ juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi religi Haddad Alwi.
Pendanaan kegiatan ini bersumber dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros, serta dukungan berbagai pihak yang tidak mengikat.
Muetazim berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga penutupan.
"Harapan kami, MTQ ini tidak hanya sukses sebagai penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan generasi Qur’ani yang siap berkompetisi di tingkat nasional," tutupnya.
MTQ XXXIV Sulawesi Selatan di Maros diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai religius sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Perhelatan religius ini diikuti 1.444 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Rangkaian kegiatan berlangsung selama sembilan hari, dimulai dengan registrasi pada 10 April, sementara perlombaan digelar pada 12–18 April 2026.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Maros sebagai tuan rumah.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Kabupaten Maros. Kami menyambut seluruh kafilah dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan di Butta Salewangang," ujarnya.
Chaidir menegaskan, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
"MTQ ini adalah upaya konkret memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kami berharap suasana religius semakin tumbuh dan mengakar di Sulawesi Selatan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama lomba, sekaligus menjadikan MTQ sebagai momentum saling memotivasi dalam kebaikan.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Maros berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, mulai dari penyediaan venue, akomodasi, hingga fasilitas pendukung lainnya. Meski demikian, Chaidir tetap menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXIV Sulsel, Muetazim Mansyur, menjelaskan kesiapan teknis pelaksanaan yang telah dilakukan sejak Maros ditetapkan sebagai tuan rumah melalui Surat Keputusan Gubernur Sulsel.
"Sebanyak 24 kafilah ambil bagian dalam MTQ ini dengan total 1.044 peserta. Mereka merupakan juara terbaik dari masing-masing daerah yang akan berlaga pada delapan cabang lomba dan 24 golongan," paparnya.
Delapan cabang lomba tersebut meliputi seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syahril, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an, yang diikuti peserta putra dan putri.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia menyiapkan 97 dewan hakim dan 10 panitera. Pelantikan keduanya dilaksanakan pada Sabtu (11/4/2026) malam di Taman Kota Maros.
Muetazim menambahkan, pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Maros, seperti Lapangan Pallantikang, Masjid Al Markaz Maros, Auditorium SYL Nahdlatul Ulama, aula pondok pesantren, hingga fasilitas kantor pemerintahan.
"Penyebaran lokasi ini bertujuan agar seluruh rangkaian lomba dapat berjalan optimal sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas yang dimiliki Kabupaten Maros," jelasnya.
Dari sisi akomodasi, panitia melibatkan masyarakat dengan menempatkan peserta di rumah warga serta fasilitas yang telah disiapkan. Skema ini tidak hanya efisien, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara tamu dan tuan rumah.
"Ini menjadi bagian dari nilai kebersamaan dalam MTQ, yang tidak hanya kompetisi yang diutamakan, tetapi juga interaksi sosial dan ukhuwah," tambahnya.
Selain lomba utama, panitia juga menggelar pameran LPTQ dan UMKM yang dibuka pada Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus menampilkan inovasi dan kreativitas Islami di Sulawesi Selatan.
Pembukaan MTQ juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi religi Haddad Alwi.
Pendanaan kegiatan ini bersumber dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros, serta dukungan berbagai pihak yang tidak mengikat.
Muetazim berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga penutupan.
"Harapan kami, MTQ ini tidak hanya sukses sebagai penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan generasi Qur’ani yang siap berkompetisi di tingkat nasional," tutupnya.
MTQ XXXIV Sulawesi Selatan di Maros diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai religius sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Ratusan UMKM Meriahkan MTQ Sulsel di Maros, Pengunjung Membludak
Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meramaikan pameran dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros.
Minggu, 12 Apr 2026 19:02
Sulsel
Pemkab Maros Usul 25 Formasi CPNS 2026, Utamakan Nakes dan Tenaga Teknis
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan 25 formasi CPNS untuk tahun 2026. Usulan tersebut difokuskan pada tenaga kesehatan dan tenaga teknis, sesuai kebutuhan layanan publik di daerah.
Minggu, 12 Apr 2026 16:12
Sulsel
Bantaeng Kirim 91 Peserta Ikuti MTQ XXXIV Tingkat Sulsel
Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, secara resmi melepas kafilah Kabupaten Bantaeng untuk mengikuti MT XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Sabtu, 11 Apr 2026 19:10
Sulsel
1.838 ASN Pemkab Maros Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Depan
Sebanyak 1.838 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Maros akan menjalankan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat, mulai pekan depan.
Jum'at, 10 Apr 2026 21:33
Makassar City
Pemkot Makassar Target Juara Umum MTQ Sulsel
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penuh harapan dan semangat kepada seluruh kontingen kafilah Kota Makassar yang akan tampil pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.
Jum'at, 10 Apr 2026 17:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tampil Beda di Jalanan, Toyota Raize Jadi Pilihan Utama GenZ dan Milenial
2
Dirut PT Semen Tonasa Berbagi Strategi Kepemimpinan di Makassar Talent Expo
3
Legislator Dorong Peninjauan Ulang Kontrak New Makassar Mall
4
Chaidir Syam Sebut MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Upaya Membumikan Al-Qur’an
5
Pemkab Maros Usul 25 Formasi CPNS 2026, Utamakan Nakes dan Tenaga Teknis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tampil Beda di Jalanan, Toyota Raize Jadi Pilihan Utama GenZ dan Milenial
2
Dirut PT Semen Tonasa Berbagi Strategi Kepemimpinan di Makassar Talent Expo
3
Legislator Dorong Peninjauan Ulang Kontrak New Makassar Mall
4
Chaidir Syam Sebut MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Upaya Membumikan Al-Qur’an
5
Pemkab Maros Usul 25 Formasi CPNS 2026, Utamakan Nakes dan Tenaga Teknis