Viral Sampah di Pantai Losari, Satgas Kecamatan Ujung Pandang Langsung Beraksi
Rabu, 03 Jun 2026 16:53
Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang membersihkan tumpukan sampah di kawasan Pantai Losari, Selasa (2/6/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang merespons laporan yang beredar di media sosial terkait tumpukan sampah di kawasan Pantai Losari, Selasa (2/6/2026).
Petugas kebersihan bersama Satuan Tugas (Satgas) Kecamatan Ujung Pandang langsung melakukan pembersihan dengan mengangkut sampah yang menumpuk di bibir pantai dan perairan sekitar kawasan wisata tersebut.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan pembersihan kawasan pesisir dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar menjaga kebersihan lingkungan dan ekosistem laut.
"Kami dari Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Kecamatan Ujung Pandang, sudah semaksimal mungkin untuk menjaga, membersihkan wilayah-wilayah, terutama di Anjungan Pantai Losari," ujarnya.
Menurut Nanin, sebelumnya sejumlah warganet melaporkan kondisi Pantai Losari yang dipenuhi sampah kiriman akibat terbawa arus laut hingga menumpuk di sepanjang pesisir.
"Sekarang kondisi di lokasi sudah bersih, tim Satgas Kebersihan turun membersihkan lokasi Anjungan Losari sempat viral di Medsos. Dan kini sudah bersih area pesisir," katanya.
Ia menjelaskan, petugas juga menangani berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan tersebut, termasuk sebuah kasur yang terdampar di Pantai Losari dan dinilai mengganggu estetika kawasan.
"Petugas kebersihan tim Kecamatan Ujung Pandang terjun ke lokasi. Di kawasan Pantai Losari, tim kami juga mengoperasikan dua unit perahu Pattasaki yang bertugas mengangkut sampah-sampah yang dibuang ke laut," jelasnya.
Nanin menyebutkan berbagai jenis sampah masih ditemukan setiap hari di kawasan pesisir, mulai dari sampah plastik hingga barang berukuran besar yang sengaja dibuang ke laut.
"Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut," lanjutnya.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke laut tidak hanya mencemari lingkungan dan merusak habitat laut, tetapi juga membutuhkan tenaga, waktu, serta anggaran yang besar untuk membersihkannya.
"Selain mencemari habitat laut, pengangkatan sampah ini membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang tidak sedikit, dan anggaran yang terus dikeluarkan. Karena itu kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat," terangnya.
Untuk menjaga kebersihan wilayah, Kecamatan Ujung Pandang mengerahkan lebih dari 300 personel kebersihan yang terdiri atas penyapu jalan, petugas armada viar, operator truk, dan petugas kebersihan lainnya.
"Khusus kawasan Pantai Losari dan Pantai Panjang, kami menempatkan personel dan armada secara khusus agar sampah dapat segera diangkut," jelas Nanin.
Wilayah pesisir Pantai Losari yang berada di Kelurahan Maloku dan Kelurahan Bulogading juga didukung armada pengangkut sampah yang siaga setiap hari.
"Di mana, setiap hari untuk mengantisipasi sampah kiriman maupun sampah yang dibuang secara langsung oleh oknum masyarakat," tutur Nanin.
Nanin juga menanggapi video viral yang menuding petugas kebersihan membuang sampah ke laut di kawasan Pantai Losari. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Coba perhatikan baik-baik di video, setelah kami melihat berulang kali video tersebut, gerakan petugas bukan menyapu sampah ke laut," ungkapnya.
Menurutnya, hasil peninjauan terhadap rekaman video tersebut tidak menunjukkan adanya tindakan petugas membuang sampah ke laut.
"Melainkan mengumpulkan sampah di pinggir pantai untuk kemudian diangkut. Kami juga akan meminta petugas yang bersangkutan memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar menjadi jelas," sambung dia.
Karena itu, Nanin mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi serta memastikan kebenaran suatu peristiwa sebelum dipublikasikan.
"Kalau memviralkan sesuatu, jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak benar. Kita harus melihat persoalan dengan jernih dan berdasarkan fakta," imbaunya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari berbagai wilayah pesisir dan saluran kanal yang bermuara ke laut.
"Sampah kiriman ini bukan hanya berasal dari pulau, tetapi juga dari kawasan permukiman yang berada di pesisir maupun di sepanjang kanal. Ketika masyarakat membuang sampah ke kanal, akhirnya sampah itu terbawa hingga ke laut dan menumpuk di Pantai Losari," jelasnya.
Nanin menilai Pantai Losari merupakan kebanggaan masyarakat Kota Makassar dan Sulawesi Selatan sehingga kebersihannya harus dijaga bersama.
"Mari bersama-sama menjaga kebersihan, menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut dan menjaga lingkungan untuk generasi yang akan datang," tutup Nanin.
Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang dan jajaran kelurahan terus mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan demi mempertahankan Pantai Losari sebagai ikon dan wajah Kota Makassar.
Petugas kebersihan bersama Satuan Tugas (Satgas) Kecamatan Ujung Pandang langsung melakukan pembersihan dengan mengangkut sampah yang menumpuk di bibir pantai dan perairan sekitar kawasan wisata tersebut.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan pembersihan kawasan pesisir dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar menjaga kebersihan lingkungan dan ekosistem laut.
"Kami dari Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Kecamatan Ujung Pandang, sudah semaksimal mungkin untuk menjaga, membersihkan wilayah-wilayah, terutama di Anjungan Pantai Losari," ujarnya.
Menurut Nanin, sebelumnya sejumlah warganet melaporkan kondisi Pantai Losari yang dipenuhi sampah kiriman akibat terbawa arus laut hingga menumpuk di sepanjang pesisir.
"Sekarang kondisi di lokasi sudah bersih, tim Satgas Kebersihan turun membersihkan lokasi Anjungan Losari sempat viral di Medsos. Dan kini sudah bersih area pesisir," katanya.
Ia menjelaskan, petugas juga menangani berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan tersebut, termasuk sebuah kasur yang terdampar di Pantai Losari dan dinilai mengganggu estetika kawasan.
"Petugas kebersihan tim Kecamatan Ujung Pandang terjun ke lokasi. Di kawasan Pantai Losari, tim kami juga mengoperasikan dua unit perahu Pattasaki yang bertugas mengangkut sampah-sampah yang dibuang ke laut," jelasnya.
Nanin menyebutkan berbagai jenis sampah masih ditemukan setiap hari di kawasan pesisir, mulai dari sampah plastik hingga barang berukuran besar yang sengaja dibuang ke laut.
"Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut," lanjutnya.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke laut tidak hanya mencemari lingkungan dan merusak habitat laut, tetapi juga membutuhkan tenaga, waktu, serta anggaran yang besar untuk membersihkannya.
"Selain mencemari habitat laut, pengangkatan sampah ini membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang tidak sedikit, dan anggaran yang terus dikeluarkan. Karena itu kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat," terangnya.
Untuk menjaga kebersihan wilayah, Kecamatan Ujung Pandang mengerahkan lebih dari 300 personel kebersihan yang terdiri atas penyapu jalan, petugas armada viar, operator truk, dan petugas kebersihan lainnya.
"Khusus kawasan Pantai Losari dan Pantai Panjang, kami menempatkan personel dan armada secara khusus agar sampah dapat segera diangkut," jelas Nanin.
Wilayah pesisir Pantai Losari yang berada di Kelurahan Maloku dan Kelurahan Bulogading juga didukung armada pengangkut sampah yang siaga setiap hari.
"Di mana, setiap hari untuk mengantisipasi sampah kiriman maupun sampah yang dibuang secara langsung oleh oknum masyarakat," tutur Nanin.
Nanin juga menanggapi video viral yang menuding petugas kebersihan membuang sampah ke laut di kawasan Pantai Losari. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Coba perhatikan baik-baik di video, setelah kami melihat berulang kali video tersebut, gerakan petugas bukan menyapu sampah ke laut," ungkapnya.
Menurutnya, hasil peninjauan terhadap rekaman video tersebut tidak menunjukkan adanya tindakan petugas membuang sampah ke laut.
"Melainkan mengumpulkan sampah di pinggir pantai untuk kemudian diangkut. Kami juga akan meminta petugas yang bersangkutan memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar menjadi jelas," sambung dia.
Karena itu, Nanin mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi serta memastikan kebenaran suatu peristiwa sebelum dipublikasikan.
"Kalau memviralkan sesuatu, jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak benar. Kita harus melihat persoalan dengan jernih dan berdasarkan fakta," imbaunya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari berbagai wilayah pesisir dan saluran kanal yang bermuara ke laut.
"Sampah kiriman ini bukan hanya berasal dari pulau, tetapi juga dari kawasan permukiman yang berada di pesisir maupun di sepanjang kanal. Ketika masyarakat membuang sampah ke kanal, akhirnya sampah itu terbawa hingga ke laut dan menumpuk di Pantai Losari," jelasnya.
Nanin menilai Pantai Losari merupakan kebanggaan masyarakat Kota Makassar dan Sulawesi Selatan sehingga kebersihannya harus dijaga bersama.
"Mari bersama-sama menjaga kebersihan, menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut dan menjaga lingkungan untuk generasi yang akan datang," tutup Nanin.
Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang dan jajaran kelurahan terus mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan demi mempertahankan Pantai Losari sebagai ikon dan wajah Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
Ekbis
Kallafriends Hadirkan Polaroid Keliling dan Lucky Spin di MHM 2026
Melalui berbagai aktivasi menarik, aplikasi loyalty milik KALLA ini hadir menemani para pelari dan pengunjung selama pelaksanaan MHM pada 28–31 Mei 2026 di Anjungan Pantai Losari.
Jum'at, 29 Mei 2026 19:28
Makassar City
Selama MTQ XXXIV, DLH Maros Angkut Hingga 2 Ton Sampah per Hari
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros resmi berakhir pada Sabtu (18/4/2026).
Minggu, 19 Apr 2026 12:06
Sulsel
Pilot Project Penanganan Sampah, Tamalanrea Fokus Kurangi Limbah Organik
Pemerintah Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, terus melakukan terobosan dalam penanganan sampah dengan menjalankan program pengolahan sampah terintegrasi. Program ini difokuskan pada pengurangan sampah organik sebagai bagian dari proyek percontohan (pilot project).
Rabu, 08 Apr 2026 10:08
News
KLH Apresiasi Strategi Hulu–Hilir Pemkot Makassar Tekan Beban TPA
Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas upaya pembenahan pengelolaan sampah secara terintegrasi dari sumber hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Kamis, 22 Jan 2026 16:23
Makassar City
Hartono Dorong Pemkot Makassar Perkuat Modal UMKM dan Evaluasi Parkir Losari
Anggota DPRD Kota Makassar, Hartono, menyoroti ketimpangan ekonomi, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan dominasi pelaku pengusaha besar.
Kamis, 25 Des 2025 08:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FSIKP UMI dan Balai Bahasa Sulsel Perkuat Kerja Sama Pengembangan Literasi
2
Peserta P2P Bantaeng Dibekali Deteksi Pelanggaran Teknis Pemilu
3
Pertamina Apresiasi Polda Sulsel Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
4
PNM Dorong Kepedulian Lingkungan dengan Penanaman 29.000 Pohon
5
Pemkab Bantaeng Raih Opini WTP ke-11 Kali Berturut-turut dari BPK RI
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FSIKP UMI dan Balai Bahasa Sulsel Perkuat Kerja Sama Pengembangan Literasi
2
Peserta P2P Bantaeng Dibekali Deteksi Pelanggaran Teknis Pemilu
3
Pertamina Apresiasi Polda Sulsel Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
4
PNM Dorong Kepedulian Lingkungan dengan Penanaman 29.000 Pohon
5
Pemkab Bantaeng Raih Opini WTP ke-11 Kali Berturut-turut dari BPK RI