KLH Apresiasi Strategi Hulu–Hilir Pemkot Makassar Tekan Beban TPA
Kamis, 22 Jan 2026 16:23
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan jajaran Pusdal LH SUMA-KLH di kediaman Wali Kota, Kamis (22/1/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas upaya pembenahan pengelolaan sampah secara terintegrasi dari sumber hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku KLH, Dr Azri Rasul, saat audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kamis (22/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi pengurangan beban TPA melalui penguatan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, fasilitas pengolahan antara, hingga perbaikan sistem di TPA.
"Kami membahas banyak hal soal kebersihan di Makassar. Tujuannya untuk mengurangi beban sampah dimulai dari rumah sebelum ke TPA," jelasnya, Kamis (22/1/2026).
Azri menilai pembenahan sektor kebersihan menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
"Sudah banyak perkembangan yang dilakukan Pak Wali terkait pembenahan kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pembenahan dilakukan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagaimana layaknya kota yang bersih," katanya di kediaman Wali Kota Makassar.
Ia menekankan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber melalui pengaktifan Bank Sampah Unit (BSU) dan fasilitas pengolahan berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R).
"Mulai dari sumbernya, bagaimana menghidupkan Bank Sampah Unit, kemudian mengaktifkan TPS 3R, serta pembenahan pengelolaan sampah di TPA. Saya lihat ini sudah mulai berjalan," tambahnya.
Menurut Azri, penguatan fasilitas pengolahan di bagian tengah seperti Material Recovery Facility (MRF), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan Bank Sampah Induk menjadi kunci agar sampah yang masuk ke TPA hanya residu.
"Fokusnya adalah bagaimana sampah bisa terkelola sebanyak mungkin di sumber dan di bagian tengah. Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA nantinya hanya berupa residu, yaitu sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi," ungkapnya.
Ia menambahkan pengelolaan di hulu dan tengah harus terus ditingkatkan untuk menekan beban TPA secara signifikan.
"Dari hulu dan bagian tengah ini sangat didorong untuk terus meningkat. Dan itu sudah mulai dilakukan, termasuk dengan masuknya fasilitas seperti MRF dan insinerator," paparnya dalam pertemuan itu.
Terkait insinerator, Azri menyebut fasilitas tersebut masih dalam kajian teknis dan administrasi sebelum dapat dioperasikan.
"Karena ini barang baru, tentu perlu dikaji terlebih dahulu. Dokumen harus dilengkapi, teknisnya diperiksa, apakah sudah memenuhi persyaratan pembakaran sampah sesuai ketentuan," jelas Azri.
Di akhir pertemuan, Azri menilai telah ada peningkatan kebersihan kota.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperketat pembenahan dan pemantauan di TPA Antang, termasuk pengurangan lindi dan menjaga kebersihan area TPA.
"Pembenahan TPA tidak boleh dilakukan secara sporadis, melainkan harus disertai dengan monitoring yang rutin dan berkelanjutan, supaya kondisi kebersihan tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru. Saya minta DLH terus melakukan pembenahan di TPA, termasuk upaya mengurangi lendir dan memastikan kebersihan terus terjaga. Monitoring harus dilakukan secara konsisten," tegasnya.
Munafri menekankan sinergi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk mengurangi beban TPA secara bertahap serta mencegah dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
"Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Baik di ruang lingkungan dan TPA adalah bagian penting dari sistem itu, sehingga kebersihannya harus benar-benar dijaga," tambahnya.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku KLH, Dr Azri Rasul, saat audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kamis (22/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi pengurangan beban TPA melalui penguatan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, fasilitas pengolahan antara, hingga perbaikan sistem di TPA.
"Kami membahas banyak hal soal kebersihan di Makassar. Tujuannya untuk mengurangi beban sampah dimulai dari rumah sebelum ke TPA," jelasnya, Kamis (22/1/2026).
Azri menilai pembenahan sektor kebersihan menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
"Sudah banyak perkembangan yang dilakukan Pak Wali terkait pembenahan kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pembenahan dilakukan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagaimana layaknya kota yang bersih," katanya di kediaman Wali Kota Makassar.
Ia menekankan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber melalui pengaktifan Bank Sampah Unit (BSU) dan fasilitas pengolahan berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R).
"Mulai dari sumbernya, bagaimana menghidupkan Bank Sampah Unit, kemudian mengaktifkan TPS 3R, serta pembenahan pengelolaan sampah di TPA. Saya lihat ini sudah mulai berjalan," tambahnya.
Menurut Azri, penguatan fasilitas pengolahan di bagian tengah seperti Material Recovery Facility (MRF), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan Bank Sampah Induk menjadi kunci agar sampah yang masuk ke TPA hanya residu.
"Fokusnya adalah bagaimana sampah bisa terkelola sebanyak mungkin di sumber dan di bagian tengah. Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA nantinya hanya berupa residu, yaitu sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi," ungkapnya.
Ia menambahkan pengelolaan di hulu dan tengah harus terus ditingkatkan untuk menekan beban TPA secara signifikan.
"Dari hulu dan bagian tengah ini sangat didorong untuk terus meningkat. Dan itu sudah mulai dilakukan, termasuk dengan masuknya fasilitas seperti MRF dan insinerator," paparnya dalam pertemuan itu.
Terkait insinerator, Azri menyebut fasilitas tersebut masih dalam kajian teknis dan administrasi sebelum dapat dioperasikan.
"Karena ini barang baru, tentu perlu dikaji terlebih dahulu. Dokumen harus dilengkapi, teknisnya diperiksa, apakah sudah memenuhi persyaratan pembakaran sampah sesuai ketentuan," jelas Azri.
Di akhir pertemuan, Azri menilai telah ada peningkatan kebersihan kota.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperketat pembenahan dan pemantauan di TPA Antang, termasuk pengurangan lindi dan menjaga kebersihan area TPA.
"Pembenahan TPA tidak boleh dilakukan secara sporadis, melainkan harus disertai dengan monitoring yang rutin dan berkelanjutan, supaya kondisi kebersihan tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru. Saya minta DLH terus melakukan pembenahan di TPA, termasuk upaya mengurangi lendir dan memastikan kebersihan terus terjaga. Monitoring harus dilakukan secara konsisten," tegasnya.
Munafri menekankan sinergi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk mengurangi beban TPA secara bertahap serta mencegah dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
"Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Baik di ruang lingkungan dan TPA adalah bagian penting dari sistem itu, sehingga kebersihannya harus benar-benar dijaga," tambahnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan