Pemkab Luwu dan MDA Perkuat FORDES Matappa Lewat Program Jaga Desa

Senin, 08 Jun 2026 18:59
Pemkab Luwu dan MDA Perkuat FORDES Matappa Lewat Program Jaga Desa
Jajaran Pemkab Luwu, MDA dan pemerintah desa berfoto bersama saat peluncuran Program Jaga Desa sebagai upaya memperkuat FORDES Matappa. Foto/Istimewa
Comment
Share
LUWU - Bupati Luwu, Patahudding, resmi meluncurkan Program Jaga Desa dalam kegiatan Penguatan FORDES Matappa yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA), Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Pokja Percepatan Investasi, para camat, lurah dan kepala desa, pengurus FORDES Matappa dari 21 desa wilayah operasional, akademisi, calon peserta pelatihan vokasi Disnaker, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di jalur mobilisasi pertambangan.

Peluncuran Program Jaga Desa menjadi bagian dari upaya memperkuat FORDES Matappa yang sejak November 2025 berfungsi sebagai wadah aspirasi masyarakat desa. Melalui forum tersebut, berbagai kebutuhan, harapan, dan usulan pembangunan masyarakat berhasil dihimpun secara lebih terstruktur dan mulai ditindaklanjuti bersama oleh pemerintah daerah dan perusahaan.

Program Jaga Desa merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES Matappa. Program ini dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Jaga Stabilitas Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.

Pada pilar Jaga Stabilitas Desa, program difokuskan pada penguatan FORDES Matappa, pelaksanaan Sirampun atau rembug warga secara berkala, pembentukan Pos Pemantauan Terpadu, program padat karya, penanaman pohon, serta penguatan peran Kader Jaga Mobilisasi di desa-desa wilayah operasional.

Sementara itu, melalui pilar Jaga Masa Depan Desa, MDA bersama Pemerintah Kabupaten Luwu memulai program pelatihan vokasi bagi 90 pemuda dan pemudi dari 21 desa. Program yang dimulai pada 8 Juni 2026 tersebut mencakup lima bidang pelatihan, yaitu Teknisi AC, Mekanik Otomotif, Teknisi Listrik, Asisten Cook, dan Housekeeping.

Pilar ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, program magang, pendampingan usaha, serta pemberdayaan UMKM.

Adapun pada pilar Jaga Keselamatan Desa, MDA kembali menggandeng Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (Puspena) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu untuk memperkuat Program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kegiatannya meliputi pelatihan kebencanaan, simulasi rutin, penguatan posko tanggap bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi risiko bencana.

Bupati Luwu, Patahudding, mengatakan FORDES Matappa telah membuktikan bahwa aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar lahirnya berbagai program yang bermanfaat bagi desa.

"FORDES Matappa telah menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar lahirnya program-program yang bermanfaat bagi desa. Karena itu saya mendukung penguatan forum ini agar perannya semakin besar dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Patahudding juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kolaborasi dan mengawal pelaksanaan Program Jaga Desa.

"Mari kita kawal bersama Program Jaga Desa dan mendukung investasi yang sedang berjalan agar segera beroperasi serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu," katanya.

Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa Program Jaga Desa merupakan bagian dari upaya perusahaan memperbaiki pendekatan dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat.

"Jika sebelumnya banyak program dirancang dari perspektif perusahaan lalu dibawa ke masyarakat, hari ini kami berupaya membalik pendekatan tersebut. Kami memulai dari aspirasi masyarakat terlebih dahulu, kemudian bersama-sama menerjemahkannya menjadi program yang dapat dijalankan," kata Trisakti.

Menurutnya, FORDES Matappa membantu perusahaan lebih banyak mendengar, memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam, dan menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata warga desa.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Muhandas Ulimen, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan FORDES Matappa dan Program Jaga Desa.

"Kepentingan umum harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun individu. Kejaksaan siap mengawal dari sisi penegakan hukum dan kepastian hukum guna memastikan investasi di Kabupaten Luwu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, berharap manfaat Program Jaga Desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"FORDES Matappa harus berani berada di depan, mengawal berbagai program yang telah disepakati bersama, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan," katanya.

Melalui Program Jaga Desa, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan semakin kuat sehingga pembangunan serta program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru