Harganas 2026, Sulsel Bergerak Serentak Target Ribuan Akseptor KB

Selasa, 09 Jun 2026 09:04
Harganas 2026, Sulsel Bergerak Serentak Target Ribuan Akseptor KB
Semangat memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Pelayanan KB Serentak di Kabupaten Maros, Senin (8/6/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAROS - Semangat memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Pelayanan KB Serentak di Kabupaten Maros, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Maros Baru, Kelurahan Baji Pa’mai, Kecamatan Maros Baru, ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan keluarga berencana (KB) berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Pelayanan KB Serentak HARGANAS 2026 dilaksanakan secara nasional oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026 dengan target lebih dari 751 ribu peserta KB baru di seluruh Indonesia. Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus melalui pelaksanaan kick off yang dipusatkan di Kabupaten Maros.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr Wihaji membuka kegiatan secara daring dari Jakarta dan menegaskan bahwa program KB bukan sekadar pengendalian kelahiran, melainkan investasi besar untuk masa depan bangsa.

"Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bukan hanya tentang pengendalian kelahiran, tetapi juga pemenuhan hak reproduksi masyarakat sekaligus investasi strategis untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan," tegas Menteri Wihaji.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi unggul. "Supaya anak-anak kita mendapatkan pengasuhan yang seimbang, yang bagus, yang adil, dan itu bagian dari hak anak-anak kita," ujarnya.

Menurut Menteri Wihaji, keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kemampuan negara dalam memastikan setiap keluarga tumbuh sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera.

Di Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, turut memantau langsung pelaksanaan kegiatan di Maros. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang mendukung pelayanan KB serentak.

"Pelayanan KB serentak tidak hanya meningkatkan capaian peserta KB, tetapi juga menjadi strategi penting dalam pembangunan keluarga berkualitas serta percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, A Davied Syamsuddin, menyampaikan bahwa Kabupaten Maros dengan jumlah penduduk sekitar 430 ribu jiwa dan 57.144 pasangan usia subur (PUS) menargetkan 1.340 akseptor dalam Pelayanan KB Serentak HARGANAS ke-33.

"Kami optimistis target ini dapat tercapai melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh KB, pemerintah daerah, hingga mitra kerja di lapangan," ujarnya.

Pelaksanaan pelayanan melibatkan 99 Penyuluh KB dan 138 Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD)/Tim Pendamping Keluarga (TPK), didukung Forkopimda, TNI-Polri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Tim Penggerak PKK, kepala desa, lurah, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Pada hari pertama pelaksanaan di Puskesmas Maros Baru, tercatat sebanyak 65 akseptor telah menerima layanan KB, terdiri atas 20 peserta implan, 5 peserta IUD, 10 peserta pil KB, 10 peserta suntik KB, 5 peserta kondom, serta 15 peserta pencabutan implan. Selain itu, pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) juga akan dilaksanakan di RSUD La Palaloi dan Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Dody Sardjoto dengan target lima akseptor.

Melalui momentum HARGANAS ke-33, pemerintah bersama seluruh mitra kerja terus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan KB yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mempercepat lahirnya generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Di balik target pelayanan yang kita tetapkan terdapat jutaan keluarga Indonesia yang harus kita jaga kesehatan, keselamatan, dan masa depannya. Pelayanan KB yang berkualitas akan membantu melahirkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045," tutup Menteri Wihaji.
(GUS)
Berita Terkait
Sosialisasi Bangga Kencana di Takalar, Perkuat Peran Keluarga untuk Generasi Berkualitas
Sulsel
Sosialisasi Bangga Kencana di Takalar, Perkuat Peran Keluarga untuk Generasi Berkualitas
Keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Untuk memperkuat peran tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana pada Minggu (25/10/2026)
Minggu, 25 Okt 2026 16:57
Pekan Raya dan Tudang Sipulung 2026, Dorong Pemuda Sulsel Maju dan Berkarakter
News
Pekan Raya dan Tudang Sipulung 2026, Dorong Pemuda Sulsel Maju dan Berkarakter
Membangun generasi muda yang berkarakter bukan hanya tentang memberi ruang untuk berkarya, tetapi juga membekali remaja dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Sabtu, 24 Okt 2026 14:15
Cegah Stunting, BKKBN Sulsel dan BRI Bantu Dua Keluarga Miliki Rumah Layak Huni
News
Cegah Stunting, BKKBN Sulsel dan BRI Bantu Dua Keluarga Miliki Rumah Layak Huni
Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak.
Senin, 19 Okt 2026 13:10
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
News
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
Kamis, 08 Okt 2026 19:14
Wagub Sulsel Dorong Intervensi Stunting Berbasis Data dan Kolaborasi
News
Wagub Sulsel Dorong Intervensi Stunting Berbasis Data dan Kolaborasi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (7/10/2026)
Rabu, 07 Okt 2026 18:35
Berita Terbaru