Diklaim Ahli Waris, SMPN 9 Parepare Kembali Disegel Warga
Senin, 05 Jun 2023 09:12
Kadis Pendidikan Parepare, Arifuddin Idris memberi solusi pada puluhan pelajar dan guru sempat terlantar lantaran sekolah mereka disegel warga pemilik lahan. Foto: Sindomakassar/Darwiaty Dalle
PAREPARE - Untuk kesekian kalinya, SMPN 9 Kota Parepare lagi-lagi disegel yang diduga dilakukan oknum warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan seluas 5,024 M² tersebut.
Kompleks sekolah, disegel sejak Minggu (4/6/2023) malam lalu, hingga Senin (5/6/2023) pagi. Akibatnya, guru dan pelajar sempat tertahan di depan gerbang utama sekolah tersebut, lantaran pagarnya sengaja digembok menggunakan rantai baja.
Informasi yang didapatkan, penyegelan lahan sekolah berkapasitas 21 ruang kelas ini, dilakukan Ikhsan, warga yang mengaku ahli waris pemilik lahan. Klaim, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) tahun 1984.
Meski para guru dan puluhan pelajar sempat terlantar di luar sekolah, namun akhirnya mereka bisa masuk ke lokasi sekolah setelah Kepala Dinas Pendidikan Parepare, Arifuddin Idris, memerintahkan pihak sekolah membuka pintu alternatif yang berada di bagian belakang areal sekolah.
Saat dikonfirmasi, Arifuddin menegaskan semua orang berhak mengklaim sebagaai pemilik lahan, atau sebagai ahli waris. Tapi, kata dia, ada prosedurnya.
"Kalau ada yang merasa memiliki, gugat pemerintah. Pun eksekusi setelah ada putusan pengadilan. bukan malah oknum warga yang melakukan penyegelan. Kalau dia (warga) menang, tinggal duduk manis, polisi yang keluarkan kita dari lahan sekolah," papar Arifuddin.
Padahal, kata Arifuddin, telah dilakukan pertemuan dan bersepakat dengan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris, agar pagar yang digembok segera dibuka dan lakukan gugatan. "Tapi tidak dilakukan oleh oknum warga," ujarnya.
Terkait langkah hukum lantaran dianggap merugikan guru dan pelajar, selain menghalangi proses belajar mengajar, tambah Arifuddin, selaku pengguna lahan, pihaknya tidak berkapasitas sebagai penentu.
"Ini akan kami laporkan ke pimpinan untuk mengambil langkah hukum karena kejadian ini kerap berulang, dan kami merasa terganggu. Karena sekolah ini aset milik pemerintah," tandasnya.
Kompleks sekolah, disegel sejak Minggu (4/6/2023) malam lalu, hingga Senin (5/6/2023) pagi. Akibatnya, guru dan pelajar sempat tertahan di depan gerbang utama sekolah tersebut, lantaran pagarnya sengaja digembok menggunakan rantai baja.
Informasi yang didapatkan, penyegelan lahan sekolah berkapasitas 21 ruang kelas ini, dilakukan Ikhsan, warga yang mengaku ahli waris pemilik lahan. Klaim, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) tahun 1984.
Meski para guru dan puluhan pelajar sempat terlantar di luar sekolah, namun akhirnya mereka bisa masuk ke lokasi sekolah setelah Kepala Dinas Pendidikan Parepare, Arifuddin Idris, memerintahkan pihak sekolah membuka pintu alternatif yang berada di bagian belakang areal sekolah.
Saat dikonfirmasi, Arifuddin menegaskan semua orang berhak mengklaim sebagaai pemilik lahan, atau sebagai ahli waris. Tapi, kata dia, ada prosedurnya.
"Kalau ada yang merasa memiliki, gugat pemerintah. Pun eksekusi setelah ada putusan pengadilan. bukan malah oknum warga yang melakukan penyegelan. Kalau dia (warga) menang, tinggal duduk manis, polisi yang keluarkan kita dari lahan sekolah," papar Arifuddin.
Padahal, kata Arifuddin, telah dilakukan pertemuan dan bersepakat dengan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris, agar pagar yang digembok segera dibuka dan lakukan gugatan. "Tapi tidak dilakukan oleh oknum warga," ujarnya.
Terkait langkah hukum lantaran dianggap merugikan guru dan pelajar, selain menghalangi proses belajar mengajar, tambah Arifuddin, selaku pengguna lahan, pihaknya tidak berkapasitas sebagai penentu.
"Ini akan kami laporkan ke pimpinan untuk mengambil langkah hukum karena kejadian ini kerap berulang, dan kami merasa terganggu. Karena sekolah ini aset milik pemerintah," tandasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Jumlah Dapur MBG Bersertifikat di Parepare Bertambah, Kini 11 SPPG Kantongi SLHS
Jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare yang telah mengantongi Surat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) terus bertambah. Dari total 21 dapur yang terdaftar di Badan Gizi Nasional (BGN), kini sebanyak 11 dapur telah memiliki sertifikat keamanan pangan dasar tersebut.
Rabu, 06 Mei 2026 13:31
Sports
Ratusan Suporter Borneo FC Tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare
Kurang lebih seratus orang suporter tim tamu nampak telah tiba di Kota Parepare untuk dapat menyaksikan secara langsung tim kebanggaan mereka berlaga di stadion tim tuan rumah PSM Makassar pada Sabtu (18/04/2026) besok.
Jum'at, 17 Apr 2026 14:39
Sulsel
Klinik Sitti Khadijah Gandeng Yayasan MaHTaN Lakukan Hapus Tato Gratis di Parepare
Klinik Sitti Khadijah menggandeng Yayasan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (MaHTaN) untuk melakukan kegiatan hapus tato gratis
Minggu, 24 Nov 2024 09:22
Sulsel
NH Rayakan Tasyukuran Lolos DPR RI Bersama Puluhan Ribu Warga Parepare
Anggota DPR RI Dapil Sulsel 2, HAM Nurdin Halid menggelar tasyakuran di Lapangan Andi Makkasau, Parepare pada Ahad (17/11/2024) malam.
Minggu, 17 Nov 2024 22:54
Sulsel
KPU Parepare Harap Debat Pamungkas jadi Pertimbangan Masyarakat Tentukan Pilihan
KPU Parepare menggelar debat publik kedua antar Paslon di Gedung Islamic Center, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Jumat 8 November 2024 malam.
Jum'at, 08 Nov 2024 21:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rangkaian Milad ke-72 UMI, FSIKP Himpun 255 Alumni dalam Silatnas dan Muskom
2
Tarif Parkir MHM 2026 Dipatok Flat, Motor Rp3.000 dan Mobil Rp5.000
3
Tiket Gratis hingga Cashback Jutaan Ramaikan BookCabin Travel Fair di Makassar
4
Veda Ega Pratama Lolos Q2 Moto3 Mugello, Catatan Waktu Kalahkan Pemuncak Klasemen
5
ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rangkaian Milad ke-72 UMI, FSIKP Himpun 255 Alumni dalam Silatnas dan Muskom
2
Tarif Parkir MHM 2026 Dipatok Flat, Motor Rp3.000 dan Mobil Rp5.000
3
Tiket Gratis hingga Cashback Jutaan Ramaikan BookCabin Travel Fair di Makassar
4
Veda Ega Pratama Lolos Q2 Moto3 Mugello, Catatan Waktu Kalahkan Pemuncak Klasemen
5
ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan