Koperasi Merah Putih Gowa Jadi Percontohan Penguatan Ekonomi Desa
Minggu, 22 Feb 2026 08:36
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bersama forkopimda di salah satu Koperasi Merah Putih. Foto: Istimewa
GOWA - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bone, Kecamatan Bajeng menjadi salah satu model penguatan ekonomi desa di Sulawesi Selatan. Koperasi ini dirancang sebagai pusat distribusi dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai keberadaan koperasi desa memberi peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi lokal.
“Kalau koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Itu yang kita dorong agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung,” ujar Bupati Talenrang saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla di KDMP Desa Bone, Sabtu (21/2).
Menurutnya, koperasi desa dapat menjadi simpul distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Ia juga berharap skema ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap distribusi barang, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Harapannya koperasi ini menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, dari distribusi barang sampai penguatan usaha kecil,” lanjutnya.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla juga meninjau langsung progres pembentukan koperasi. Ia menyampaikan bahwa KDMP di Desa Bone termasuk yang paling cepat berkembang di Sulawesi Selatan.
“Dalam dua kali kunjungan, progresnya sangat baik. Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa koperasi desa memiliki posisi penting dalam rantai pasok ekonomi nasional. Selama ini sebagian besar distribusi barang berada di tingkat perusahaan besar, sementara desa sering hanya menjadi konsumen.
“Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu,” kata Dzulfikar.
Sebagai penguatan jaringan koperasi, juga direncanakan pembentukan Kedai Dusun Merah Putih di enam dusun di Desa Bone. Kedai ini akan menjadi unit distribusi yang terhubung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan.
Dengan model tersebut, koperasi dapat lebih berfungsi sebagai penggerak aktivitas ekonomi di tingkat dusun. Bukan hanya berfungsi sebagai lembaga administrasi.
Turut hadir mendampingi pada kegiatan ini, Camat Bajeng bersama Tripika Kecamatan Bajeng.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai keberadaan koperasi desa memberi peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi lokal.
“Kalau koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Itu yang kita dorong agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung,” ujar Bupati Talenrang saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla di KDMP Desa Bone, Sabtu (21/2).
Menurutnya, koperasi desa dapat menjadi simpul distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Ia juga berharap skema ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap distribusi barang, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Harapannya koperasi ini menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, dari distribusi barang sampai penguatan usaha kecil,” lanjutnya.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla juga meninjau langsung progres pembentukan koperasi. Ia menyampaikan bahwa KDMP di Desa Bone termasuk yang paling cepat berkembang di Sulawesi Selatan.
“Dalam dua kali kunjungan, progresnya sangat baik. Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa koperasi desa memiliki posisi penting dalam rantai pasok ekonomi nasional. Selama ini sebagian besar distribusi barang berada di tingkat perusahaan besar, sementara desa sering hanya menjadi konsumen.
“Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu,” kata Dzulfikar.
Sebagai penguatan jaringan koperasi, juga direncanakan pembentukan Kedai Dusun Merah Putih di enam dusun di Desa Bone. Kedai ini akan menjadi unit distribusi yang terhubung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan.
Dengan model tersebut, koperasi dapat lebih berfungsi sebagai penggerak aktivitas ekonomi di tingkat dusun. Bukan hanya berfungsi sebagai lembaga administrasi.
Turut hadir mendampingi pada kegiatan ini, Camat Bajeng bersama Tripika Kecamatan Bajeng.
(MAN)
Berita Terkait
News
Menjemput Takdir Sejarah di Tanah Bersejarah
Begitulah Darmawangsyah Muin, yang akrab disingkat DM, menjemput takdir politiknya di tanah bersejarah, Gowa. Pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melantiknya sebagai Bupati Gowa ke-12.
Kamis, 29 Okt 2026 13:53
News
Darmawangsyah Prioritas Pelunasan Utang Daerah hingga Pembangunan
Penyelesaian utang daerah, pemenuhan hak aparatur, dan percepatan anggaran pembangunan menjadi prioritas Darmawangsyah Muin setelah resmi dilantik sebagai Bupati Gowa sisa masa jabatan 2025–2030.
Kamis, 29 Okt 2026 08:15
Sulsel
Plt Bupati Gowa Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan yang Tangguh
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengajak generasi muda di Kabupaten Gowa untuk terus membangun karakter yang tangguh dan kuat sebagai bekal menjadi calon pemimpin masa depan.
Rabu, 28 Okt 2026 13:11
Sulsel
Pemkab Gowa Harap Operasi Patuh Pallawa 2026 Pacu Kesadaran Berkendara
Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Polresta Gowa memperkuat kolaborasi untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui Operasi Patuh Pallawa 2026.
Senin, 26 Okt 2026 15:19
Sulsel
UMKM Gowa Didorong Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar provinsi, nasional, hingga internasional.
Minggu, 25 Okt 2026 13:37
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
2
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
3
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
4
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza
5
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Rektor Unhas Tekankan Tiga Karakter Utama Pemuda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
2
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
3
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
4
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza
5
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Rektor Unhas Tekankan Tiga Karakter Utama Pemuda