Pemkab Gowa Fokus Bantu UMKM Masuk Jaringan Ritel Modern

Kamis, 11 Jun 2026 18:51
Pemkab Gowa Fokus Bantu UMKM Masuk Jaringan Ritel Modern
Suasana Pelatihan Kurasi dan Standarisasi Produk UMKM untuk Pasar Ritel Modern di di Hotel Continent Centrepoint Makassar, pagi tadi. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan keberadaan ritel modern untuk memperluas pemasaran produk lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kurasi dan Standarisasi Produk UMKM untuk Pasar Ritel Modern yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa di Hotel Continent Centrepoint Makassar, kemarin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, mengatakan produk lokal Gowa memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

“Potensi produk lokal kita sangat besar, mulai dari kreativitas rasa hingga keunikan kerajinan,” kata Andy Azis saat membuka kegiatan tersebut.

Ia berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang yang terbuka melalui kerja sama pemerintah daerah dengan ritel modern.

“Kita tidak ingin produk lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Pemerintah daerah telah membuka jalan dan memfasilitasi kerja sama dengan pihak ritel modern. Sekarang, bola ada di tangan bapak dan ibu sekalian. Ambil ilmu dari para narasumber, perbaiki kekurangan produk dan jangan takut gagal dalam proses kurasi,” ujarnya.

Menurut Andy, salah satu tantangan utama UMKM untuk masuk ke pasar ritel modern adalah pemenuhan standar produk dan legalitas usaha.

“Selama ini, kendala utama produk kita adalah konsistensi rasa, estetika kemasan yang kurang menjual, serta legalitas yang belum lengkap,” ungkapnya.

Ia menyebut terdapat tiga hal yang harus menjadi perhatian pelaku UMKM. Pertama, standardisasi dan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, dan izin BPOM.

“Oleh karena itu, legalitas adalah harga mati. Saya instruksikan dinas terkait untuk mengawal para peserta hingga memiliki nomor induk berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, atau izin BPOM,” harapnya.

Kedua, kurasi fisik dan estetika produk. Menurutnya, kemasan harus menarik, informatif, mencantumkan masa kedaluwarsa, serta mampu menjaga kualitas produk.

Ketiga, keberlanjutan pasokan. Pelaku UMKM harus mampu menjaga ketersediaan produk secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan pasar ritel modern.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Fajaruddin, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk dan kemasan UMKM agar memenuhi standar pasar ritel modern.

“Meningkatan kualitas kemasan agar lebih menarik karena ini menjadi hal yang samgat penting jika ingin dimasukkan dalam retail modern. Ini akan menjadi pertimbangan bagi pemilik reatail modern. Kehadiran gerai ini diharapkan mampu menampung produk-produk UMKM di Kabupaten Gowa,” katanya.

Salah seorang peserta, Hadriyati Hamzah, pemilik Dapur Mom Tiara, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu membantu pelaku UMKM memahami standar yang dibutuhkan untuk memasuki pasar ritel modern.

“Melalui pelatihan ini kita dapat mengetahui standar kualitas produk kemasan, pelabelan, legalitas serta konsistensi produk yang jadi kebutuhan pasar ritel modern,” ungkapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru