Rekomendasi Ditjen Bangda Kemendagri: Lanjutkan Penegasan Batas Desa Lutra

Selasa, 06 Jun 2023 20:18
Rekomendasi Ditjen Bangda Kemendagri: Lanjutkan Penegasan Batas Desa Lutra
Ditjen Bangda Kemendagri mendorong pemerintah Lutra segera menuntaskan permasalahan batas desa di wilayahnya. Foto/Dok Pemkab Lutra
Comment
Share
LUWU UTARA - Kementerian Dalam Negeri RI melalui Kasubdit Pertanahan dan Penataan Ruang Direktorat (Ditjen) Pembangunan Daerah (Bangda), Nita Sosiawati, meminta mempercepat penetapan dan penegasan batas desa sesuai rencana aksi Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021 melalui pendekatan pemetaan partisipatif bersama Tim PPB Desa Kabupaten Luwu Utara (Lutra) dan NGO untuk saling bersinergi dan berbagi peran sesuai tugas fungsi masing-masing.

“Monitoring dan evaluasi ini bermaksud mempertemukan para pihak untuk mengetahui tingkat pencapaian pelaksanaan kegiatan penetapan dan penegasan batas desa, dan menginventarisasi faktor-faktor pendukung, manfaat dan penghambat sebagai bahan evaluasi agar program dan kegiatan selanjutnya dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna,’’ ucap Nita pada Monev Penetapan dan Penegasan Batas Desa bersama Pemda Luwu Utara, JKPP dan Ford Foundation baru-baru ini.

Ia berharap percepatan penyelesaian batas desa di Kabupaten Luwu Utara sesuai Perpres Nomor 23 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan PresidenNomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta Pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000, yaitu Program Kebijakan Satu Peta. Di mana seluruh data batas wilayah hingga tingkat administrasi pemerintahan desa.

Di Luwu Utara, bersama Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), SLPP Tokalekaju, Perkumpulan Wallacea sebagai mitra, telah mengimplementasikan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa dengan menggunakan metode partisipatif di 48 desa dan satu kelurahan di empat kecamatan, yaitu Malangke, Sukamaju, Sukamaju Selatan dan Bone-Bone pada 2018-2020.

Tahun 2022 ini akan dilanjutkan di lima kecamatan, yaitu Baebunta Selatan, Mappadeceng, Baebunta Malangke Barat dan Masamba dengan jumlah 63 desa dan lima kelurahan, plus Desa Tandung Kecamatan Malangke. “Ke depan, akan dilaksanakan di enam kecamatan lainnya, yaitu Sabbang, Sabbang Selatan, Tanalili, Rongkong, Seko dan Rampi.

Nita sebagai perwakilan Ditjen Bangda Kemendagri merekomendasikan kepada semua pihak untuk melanjutkan dan melakukan percepatan penetapan dan penegasan batas desa di Luwu Utara sesuai Rencana Aksi Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021 yang dilakukan melalui Pendekatan Pemetaan Partisipatif bersama Tim PPB Desa Kabupaten Luwu Utara dengan NGO yang saling bersinergi dan berbagi peran sesuai tugas fungsi masing-masing.

Rekomendasi lainnya, Tim PPB Desa Kabupaten Luwu Utara dan Tim PPB Desa Provinsi Provinsi Sulawesi Selatan perlu menyampaikan hasil pemetaan batas desa berupa Peta Batas Desa dan Data Digital Batas Desa kepada Menteri Dalam Negeri u.p. Dirjen Bina Pemdes, melalui proses asistensi teknis dari BIG, untuk selanjutnya diintegrasikan ke dalam RTRW Kabupaten Luwu Utara.

“Kita harap Tim TPPB Des Provinsi Sulawesi Selatan untuk lebih aktif dan memberikan asistensi dan fasilitasi penyelesaian batas desa antarkabupaten sesuai kewenangan perangkat daerah yang membidangi pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi,” harap Nia.

“Perlu juga meningkatkan pemahaman Perangkat Daerah Kabupaten Luwu Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan terkait implementasi Permendagri Nomor 45 tahun 2016, dan melakukan perluasan ke daeah/kabupaten lain dalam Provinsi Sulawesi Selatan,’’ sambungnya.

Sebelumnya Sekretaris Bappelitbangda Luwu Utara, Syawal Sammang, menyampaikan dukungan atas kebijakan yang telah dilakukan untuk percepatan pemetaan dan penegasan batas desa. Menurutnya, dengan dilakukannya pemetaan partisipatif akan memberikan manfaat kepada masyarakat dan tim kerja penetapan dan penegasan batas itu sendiri.

‘’Diperlukan sinergi dan kolaborasi pentahelix dalam menyelesaikan batas desa. Dimulai dari peningkatan koordinasi, komunikasi, horizontal learning, sinergi dengan program terkait lainnya serta joint monitoring,’’ ujar Syawal.

Tim Ditjen Bangda Kemendagri juga berkunjung ke Kecamatan Baebunta Selatan, dan berdialog dengan aparat pemerintah desa dan Tim Kerja Pemetaan Desa (TKPD) terkait dengan proses, hasil dan manfaat pemetaan partisipatif penetapan dan penegasan batas desa.

Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan patok batas Desa Lara dan Desa Sumpira oleh TKPD kedua desa yang disaksikan Nita Sosiawati sebagai perwakilan Kemendagri dan TPPBDes Kabupaten, JKPP, SLPP Tokalekaju, Perkumpulan Wallacea, Sekretaris Kecamatan Baebunta, Kepala Desa serta Forkopincam Baebunta Selatan.
(TRI)
Berita Terkait
TP Apresiasi Kinerja Mendagri dalam Persiapan Anggaran PSU 24 Daerah
News
TP Apresiasi Kinerja Mendagri dalam Persiapan Anggaran PSU 24 Daerah
Pemerintah akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 24 daerah yang ada di Indonesia. Keputusan ini merupakan hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar PSU.
Selasa, 11 Mar 2025 14:10
Presiden Lantik Andi Rahim dan Jumail Mappile Sebagai Bupati & Wabup Luwu Utara
Sulsel
Presiden Lantik Andi Rahim dan Jumail Mappile Sebagai Bupati & Wabup Luwu Utara
Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara terpilih periode 2025 - 2030, Andi Abdullah Rahim dan Jumail Mappile resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (20/2).
Kamis, 20 Feb 2025 20:41
DPRD Sulsel ke Kemendagri, Konsultasi 7 Ranperda yang Tak Masuk Propemperda 2025
Sulsel
DPRD Sulsel ke Kemendagri, Konsultasi 7 Ranperda yang Tak Masuk Propemperda 2025
Pimpinan dan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta pada Rabu (19/02/2025).
Rabu, 19 Feb 2025 13:55
Pelantikan Paslon Terpilih Awal Februari, TP: Pemerintahan Daerah Bisa Berjalan Optimal
Sulsel
Pelantikan Paslon Terpilih Awal Februari, TP: Pemerintahan Daerah Bisa Berjalan Optimal
Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe turut serta dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), KPU, Bawaslu dan DKPP yang membahas terkait persiapan waktu pelantikan kepala daerah terpilih pada Pilkada Serentak 2024.
Rabu, 22 Jan 2025 20:28
Bapemperda DPRD Sulsel Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah di Kaltim
Sulsel
Bapemperda DPRD Sulsel Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah di Kaltim
Pimpinan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulsel menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah. Kegiatan ini dalam rangka Pembinaan Pembentukan dan Optimalisasi Implementasi Produk Hukum Daerah di Provinsi Kalimantan Timur.
Senin, 20 Jan 2025 17:38
Berita Terbaru