Tim Cara'de BEM KMF TP UH Bekali Masyarakat Tinggimae Strategi Promosi Produk di Medsos
Rabu, 12 Agu 2026 10:24
Suasana pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 menghadirkan Cara’de Pabuloang: Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Kreatif dan Promosi. Foto: Istimewa
GOWA - Perkembangan media sosial (medsos) membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk memperkenalkan dan memasarkan produk secara lebih luas.
Melihat peluang tersebut, Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin (UH) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 menghadirkan Cara’de Pabuloang: Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Kreatif dan Promosi di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA ini diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, aparat desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola media sosial secara kreatif sekaligus menjadikannya sebagai sarana promosi produk dan potensi desa.
Hadir sebagai pemateri, Ahmad Nurkholis Arif, S.Ds. (Kholis Works), praktisi di bidang desain, branding, strategi bisnis, digital advertising, dan marketing. Ahmad memiliki pengalaman menangani lebih dari 116 proyek sejak 2016 hingga 2026 dengan cakupan sektor yang beragam, mulai dari pemerintahan dan BUMN hingga properti, F&B, teknologi, pendidikan, sosial, dan organisasi nasional.
Sejumlah proyek yang pernah ditanganinya antara lain berkaitan dengan FHCI, BPJS, Pelindo, Pertamina, APJII, Angkasa Pura, serta berbagai UMKM dan bisnis lokal. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi Ahmad dalam memberikan materi yang menggabungkan aspek kreatif dengan strategi pemasaran digital yang aplikatif.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami bahwa kehadiran sebuah produk di media sosial bukan hanya persoalan seberapa sering konten diunggah. Lebih dari itu, setiap konten perlu memiliki tujuan dan mampu membangun hubungan dengan calon konsumen. Media sosial diposisikan sebagai etalase digital, tempat masyarakat dapat mengenalkan produk, membangun kepercayaan, hingga mendorong keputusan pembelian.
“Jangan hanya membuat orang melihat produk, tetapi buat mereka merasakan manfaatnya dan membayangkan pengalaman saat memilikinya," kata Ahmad.
Peserta juga mendapatkan strategi sederhana untuk membangun pemasaran digital melalui prinsip “mulai kecil, konsisten, ukur.” Menurut pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak harus langsung menggunakan seluruh platform media sosial. Langkah awal dapat dilakukan dengan memilih satu atau dua platform yang paling sesuai dengan karakter calon pembeli.
Dalam praktiknya, peserta diarahkan untuk membangun pola publikasi yang terencana, mulai dari merapikan profil akun, menyiapkan aset foto produk, membuat konten edukasi, menampilkan bukti atau pengalaman konsumen, menggunakan story dan call to action (CTA), hingga melakukan evaluasi melalui insight dan respons audiens.
Strategi tersebut diharapkan dapat menjawab salah satu tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha dalam pemasaran digital, yaitu menjaga konsistensi. Hasil promosi tidak selalu muncul secara instan sehingga diperlukan kemauan untuk terus belajar, mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki strategi.
Melalui pelatihan ini, Tim Cara’de BEM KMF TP UH berupaya membangun kemampuan masyarakat Desa Tinggimae agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, dan membangun identitas usaha.
Cara’de Pabuloang diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Tinggimae untuk mengembangkan ekosistem promosi digital yang lebih konsisten, kreatif, dan berkelanjutan sehingga potensi lokal dapat memiliki ruang untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Melihat peluang tersebut, Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin (UH) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 menghadirkan Cara’de Pabuloang: Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Kreatif dan Promosi di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA ini diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, aparat desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola media sosial secara kreatif sekaligus menjadikannya sebagai sarana promosi produk dan potensi desa.
Hadir sebagai pemateri, Ahmad Nurkholis Arif, S.Ds. (Kholis Works), praktisi di bidang desain, branding, strategi bisnis, digital advertising, dan marketing. Ahmad memiliki pengalaman menangani lebih dari 116 proyek sejak 2016 hingga 2026 dengan cakupan sektor yang beragam, mulai dari pemerintahan dan BUMN hingga properti, F&B, teknologi, pendidikan, sosial, dan organisasi nasional.
Sejumlah proyek yang pernah ditanganinya antara lain berkaitan dengan FHCI, BPJS, Pelindo, Pertamina, APJII, Angkasa Pura, serta berbagai UMKM dan bisnis lokal. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi Ahmad dalam memberikan materi yang menggabungkan aspek kreatif dengan strategi pemasaran digital yang aplikatif.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami bahwa kehadiran sebuah produk di media sosial bukan hanya persoalan seberapa sering konten diunggah. Lebih dari itu, setiap konten perlu memiliki tujuan dan mampu membangun hubungan dengan calon konsumen. Media sosial diposisikan sebagai etalase digital, tempat masyarakat dapat mengenalkan produk, membangun kepercayaan, hingga mendorong keputusan pembelian.
“Jangan hanya membuat orang melihat produk, tetapi buat mereka merasakan manfaatnya dan membayangkan pengalaman saat memilikinya," kata Ahmad.
Peserta juga mendapatkan strategi sederhana untuk membangun pemasaran digital melalui prinsip “mulai kecil, konsisten, ukur.” Menurut pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak harus langsung menggunakan seluruh platform media sosial. Langkah awal dapat dilakukan dengan memilih satu atau dua platform yang paling sesuai dengan karakter calon pembeli.
Dalam praktiknya, peserta diarahkan untuk membangun pola publikasi yang terencana, mulai dari merapikan profil akun, menyiapkan aset foto produk, membuat konten edukasi, menampilkan bukti atau pengalaman konsumen, menggunakan story dan call to action (CTA), hingga melakukan evaluasi melalui insight dan respons audiens.
Strategi tersebut diharapkan dapat menjawab salah satu tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha dalam pemasaran digital, yaitu menjaga konsistensi. Hasil promosi tidak selalu muncul secara instan sehingga diperlukan kemauan untuk terus belajar, mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki strategi.
Melalui pelatihan ini, Tim Cara’de BEM KMF TP UH berupaya membangun kemampuan masyarakat Desa Tinggimae agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, dan membangun identitas usaha.
Cara’de Pabuloang diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Tinggimae untuk mengembangkan ekosistem promosi digital yang lebih konsisten, kreatif, dan berkelanjutan sehingga potensi lokal dapat memiliki ruang untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
(MAN)
Berita Terkait
News
Unhas Sambut 10.041 Mahasiswa Baru, Didorong Selesai Tepat Waktu
Sebanyak 10.041 mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di JK Arenatorium Unhas, Selasa (11/8/2026).
Selasa, 11 Agu 2026 19:30
News
Mahasiswa KKN-T Unhas Ajak Siswa SD Belajar Peduli Lingkungan Lewat Ecoprint
Mahasiswa KKN-T Pengelolaan Sampah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa UPTD SD Negeri 56 Parepare belajar mencintai lingkungan melalui Workshop Pelatihan dan Pembuatan Tote Bag Ecoprint.
Selasa, 04 Agu 2026 15:05
News
Mahasiswa Unhas Ciptakan RICEVA, Paper Strip Alami untuk Usir Kutu Beras
Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi pengusir kutu beras bernama RICEVA (Rice Protection with Natural Volatile Aroma).
Sabtu, 01 Agu 2026 18:23
News
Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Kalempang Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk
Mahasiswa KKN Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur di Desa Kalempang, Senin (27/7/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 18:13
News
FEB Unhas Edukasi Masyarakat Balleangin Kelola Sampah Bernilai Ekonomi
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Internal Peningkatan Kinerja Utama (KIPKU) FEB Unhas yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-78 FEB Unhas.
Senin, 27 Jul 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
3
Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
3
Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah