Unhas Tuan Rumah Forum Warek Akademik PTN se-Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 16:19
Forum Wakil Rektor Bidang Akademik PTN se-Indonesia, di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang berlangsung di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh para Wakil Rektor Bidang Akademik dari 75 PTN di bawah koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Akademik.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan KemahasiswaanUnhas, Prof Muhammad Ruslin, menjelaskan bahwa forum itu digelar untuk membahas berbagai isu krusial di bidang pendidikan tinggi
Seperti merumuskan rekomendasi yang nantinya akan diserahkan kepada Majelis Rektor PTN Indonesia dan diteruskan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek).
"Kami telah menyelenggarakan beberapa pertemuan sebelumnya, dan pada pertemuan di tahun 2026 ini, kami mengumpulkan para wakil rektor untuk membahas isu-isu strategis. Isu-isu tersebut juga diberikan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia untuk kita bahas bersama, yang nantinya akan menjadi semacam rekomendasi serta masukan kepada Ketua Majelis Forum Rektor, dan selanjutnya akan dilanjutkan ke Kementerian Diktisaintek," ujarnya.
Prof Ruslin menyampaikan bahwa terdapat empat isu utama yang menjadi fokus pembahasan dalam forum tahun 2026 tersebut, yakni Indikator Kinerja Utama (IKU); proporsi daya tampung; bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan; dan integritas seleksi penerimaan mahasiswa baru.
"Kami membahas empat isu, pertama berhubungan dengan angka Efisiensi Edukasi serta bagian dari student success. Hal ini nantinya akan memberikan masukan terkait proses dan input agar pencapaian pendidikan serta kurikulum yang ada dapat sesuai dengan target waktu yang ditentukan," paparnya.
Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas itu menyatakan, proporsi daya tampung untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri akan selalu dievaluasi.
"Mengingat proporsi penerimaan mahasiswa baru mulai dari SNBT, UTBK, dan Mandiri sudah memiliki ketentuannya masing-masing baik pada tingkat PTNBH, BLU, maupun Satker, kami ingin meninjau dan me-review (melihat) ulang agar ke depannya ada insyaf atau kajian tersendiri," tambahnya.
Prof. Ruslin mengatakan bahwa bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan berkaitan dengan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui jalur prestasi, karena terdapat sistem pembobotan yang perlu dikaji ulang.
"Di dalamnya terdapat klasterisasi, seperti contoh yang sempat dibahas sebelumnya terkait klasterisasi bidang penjurusan atau prodi Psikologi. Kami ingin melihat kembali apakah prodi tersebut bergabung dengan bidang kesehatan atau berdiri sendiri, karena tentu sistem pembobotannya akan berbeda," terangnya kepada wartawan.
Lebih lanjut, Ruslin menuturkan bahwa integritas seleksi penerimaan mahasiswa baru selalu menjadi isu rutin setiap tahunnya.
"Ini selalu menjadi isu rutin setiap tahunnya. Kami ingin memberikan rekomendasi sehubungan dengan adanya beberapa masukan dari para wakil rektor yang telah menerapkan best practice dari pengalaman mereka. Hal ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi secara nasional mengenai konsep pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaga integritas dan mengurangi tingkat kecurangan," tuturnya.
Selain itu, Prof. Ruslin membeberkan masih terdapat celah dan kerawanan di setiap jalur penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya.
"Sebenarnya, semua jalur memiliki celah. Jika kita melihat kembali potensi kecurangan, baik pada tahapan SNBP, SNBT, maupun jalur mandiri dengan berbagai sistem penerimaan di masing-masing perguruan tinggi, pasti ada celahnya. Oleh karena itu, kami berharap forum ini dapat merumuskan suatu konsep atau masukan untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan," bebernya.
Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Universitas Brawijaya, Prof. Imam Santoso, menilai bahwa latar belakang yang diangkat dalam forum tersebut sangat krusial dan strategis untuk penguatan akademik di masa depan.
"Tema-tema yang diangkat menurut hemat saya sangat krusial dan strategis untuk penguatan akademik, mulai dari sisi rekrutmen seleksi mahasiswa baru, tata kelola yang berkaitan dengan IKU, memastikan seluruh proses akademik berjalan dengan baik, hingga pengelolaan dari awal seleksi sampai mahasiswa lulus tepat waktu dengan budaya mutu yang sangat baik. Menuju ke sana, kata kuncinya adalah integritas," sebutnya.
Ia pun menyampaikan, tema tersebut mengemuka dengan kuat agar proses seleksi dapat dilakukan dengan sangat baik tanpa kecurangan serta menjunjung tinggi integritas.
"Sistem tata kelola mutunya juga harus berjalan dengan baik sehingga IKU (Angka Edukasi) bisa tercapai secara optimal, mahasiswa idealnya berkualitas, serta lulus tepat waktu. Kedua strategi inilah yang banyak menyita waktu kita untuk didiskusikan," sambungnya.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh para Wakil Rektor Bidang Akademik dari 75 PTN di bawah koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Akademik.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan KemahasiswaanUnhas, Prof Muhammad Ruslin, menjelaskan bahwa forum itu digelar untuk membahas berbagai isu krusial di bidang pendidikan tinggi
Seperti merumuskan rekomendasi yang nantinya akan diserahkan kepada Majelis Rektor PTN Indonesia dan diteruskan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek).
"Kami telah menyelenggarakan beberapa pertemuan sebelumnya, dan pada pertemuan di tahun 2026 ini, kami mengumpulkan para wakil rektor untuk membahas isu-isu strategis. Isu-isu tersebut juga diberikan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia untuk kita bahas bersama, yang nantinya akan menjadi semacam rekomendasi serta masukan kepada Ketua Majelis Forum Rektor, dan selanjutnya akan dilanjutkan ke Kementerian Diktisaintek," ujarnya.
Prof Ruslin menyampaikan bahwa terdapat empat isu utama yang menjadi fokus pembahasan dalam forum tahun 2026 tersebut, yakni Indikator Kinerja Utama (IKU); proporsi daya tampung; bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan; dan integritas seleksi penerimaan mahasiswa baru.
"Kami membahas empat isu, pertama berhubungan dengan angka Efisiensi Edukasi serta bagian dari student success. Hal ini nantinya akan memberikan masukan terkait proses dan input agar pencapaian pendidikan serta kurikulum yang ada dapat sesuai dengan target waktu yang ditentukan," paparnya.
Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas itu menyatakan, proporsi daya tampung untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri akan selalu dievaluasi.
"Mengingat proporsi penerimaan mahasiswa baru mulai dari SNBT, UTBK, dan Mandiri sudah memiliki ketentuannya masing-masing baik pada tingkat PTNBH, BLU, maupun Satker, kami ingin meninjau dan me-review (melihat) ulang agar ke depannya ada insyaf atau kajian tersendiri," tambahnya.
Prof. Ruslin mengatakan bahwa bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan berkaitan dengan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui jalur prestasi, karena terdapat sistem pembobotan yang perlu dikaji ulang.
"Di dalamnya terdapat klasterisasi, seperti contoh yang sempat dibahas sebelumnya terkait klasterisasi bidang penjurusan atau prodi Psikologi. Kami ingin melihat kembali apakah prodi tersebut bergabung dengan bidang kesehatan atau berdiri sendiri, karena tentu sistem pembobotannya akan berbeda," terangnya kepada wartawan.
Lebih lanjut, Ruslin menuturkan bahwa integritas seleksi penerimaan mahasiswa baru selalu menjadi isu rutin setiap tahunnya.
"Ini selalu menjadi isu rutin setiap tahunnya. Kami ingin memberikan rekomendasi sehubungan dengan adanya beberapa masukan dari para wakil rektor yang telah menerapkan best practice dari pengalaman mereka. Hal ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi secara nasional mengenai konsep pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaga integritas dan mengurangi tingkat kecurangan," tuturnya.
Selain itu, Prof. Ruslin membeberkan masih terdapat celah dan kerawanan di setiap jalur penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya.
"Sebenarnya, semua jalur memiliki celah. Jika kita melihat kembali potensi kecurangan, baik pada tahapan SNBP, SNBT, maupun jalur mandiri dengan berbagai sistem penerimaan di masing-masing perguruan tinggi, pasti ada celahnya. Oleh karena itu, kami berharap forum ini dapat merumuskan suatu konsep atau masukan untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan," bebernya.
Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Universitas Brawijaya, Prof. Imam Santoso, menilai bahwa latar belakang yang diangkat dalam forum tersebut sangat krusial dan strategis untuk penguatan akademik di masa depan.
"Tema-tema yang diangkat menurut hemat saya sangat krusial dan strategis untuk penguatan akademik, mulai dari sisi rekrutmen seleksi mahasiswa baru, tata kelola yang berkaitan dengan IKU, memastikan seluruh proses akademik berjalan dengan baik, hingga pengelolaan dari awal seleksi sampai mahasiswa lulus tepat waktu dengan budaya mutu yang sangat baik. Menuju ke sana, kata kuncinya adalah integritas," sebutnya.
Ia pun menyampaikan, tema tersebut mengemuka dengan kuat agar proses seleksi dapat dilakukan dengan sangat baik tanpa kecurangan serta menjunjung tinggi integritas.
"Sistem tata kelola mutunya juga harus berjalan dengan baik sehingga IKU (Angka Edukasi) bisa tercapai secara optimal, mahasiswa idealnya berkualitas, serta lulus tepat waktu. Kedua strategi inilah yang banyak menyita waktu kita untuk didiskusikan," sambungnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Unhas Lepas 34 Tim Menuju Pimnas ke-39, Target Juara Umum
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya kesiapan mental, kepercayaan diri, dan kekompakan tim bagi mahasiswa yang akan berlaga pada Pimnas ke-39.
Kamis, 29 Okt 2026 18:05
News
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Rektor Unhas Tekankan Tiga Karakter Utama Pemuda
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda bertajuk "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia ke-98", di Lapangan PKM Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu, (28/102026).
Rabu, 28 Okt 2026 19:09
Makassar City
Unhas Boyong 40 Mahasiswa Internasional Belajar di Kepulauan Sangkarrang
Pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan masyarakat, budaya lokal, dan persoalan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kampus berwawasan global.
Selasa, 27 Okt 2026 12:18
Sulsel
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri sekaligus membuka seminar kesehatan dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas)
Sabtu, 24 Okt 2026 08:32
News
Diakui di Tingkat ASEAN, Rektor Unhas Diterima sebagai AFEO Honorary Fellow
Kontribusi dalam pengembangan ilmu kelautan, konservasi ekosistem pesisir, dan penguatan profesi keinsinyuran mengantarkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, meraih AFEO Honorary Fellow Award
Sabtu, 24 Okt 2026 00:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekda Gowa Ajak Masyarakat Pattallassang Hidup Sehat dengan Aktif Bergerak
2
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
3
Tamsil Linrung Desak Kapolri Sanksi Polisi yang Terlibat Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
4
Puluhan UMKM di Makassar Sunday Market Diberi Informasi Layanan Kekayaan Intelektual
5
Ranperkada Jeneponto Tentang Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah Diharmonisasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekda Gowa Ajak Masyarakat Pattallassang Hidup Sehat dengan Aktif Bergerak
2
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
3
Tamsil Linrung Desak Kapolri Sanksi Polisi yang Terlibat Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
4
Puluhan UMKM di Makassar Sunday Market Diberi Informasi Layanan Kekayaan Intelektual
5
Ranperkada Jeneponto Tentang Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah Diharmonisasi