Bupati Bantaeng Tanam Jagung Program Penangkaran Kolaborasi Unhas

Selasa, 15 Sep 2026 17:22
Bupati Bantaeng Tanam Jagung Program Penangkaran Kolaborasi Unhas
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin bersama jajaran forkopimda saat penanaman perdana benih jagung jago Unhas. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Comment
Share
BANTAENG - Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin melakukan penanaman Jagung Jago Unhas (JJUH) dalam rangka Program Penangkaran Parent Seed atau benih induk di Dusun Lembang Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Selasa (15/9/2026).

Program tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Taiwan International Cooperation and Development Fund (Taiwan ICDF).

Dalam kegiatan itu, Bupati Bantaeng turut menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian berupa empat unit traktor roda crawler dan satu unit drone pertanian. Selain itu, terdapat bantuan dua unit hand tractor dari Bank Indonesia.

M. Fathul Fauzy Nurdin mengapresiasi Fakultas Pertanian Unhas yang turut mendukung petani melalui program penanaman jagung JJUH. Menurutnya, program tersebut membantu petani karena kebutuhan bibit dan pestisida turut disediakan.

"Kami sangat berterima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya. Karena program ini tentunya sangat bermanfaat untuk petani kita di Bantaeng," kata Bupati.

Ia menilai, keberhasilan program penanaman jagung JJUH dapat berkontribusi terhadap pencapaian program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya swasembada jagung.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat, seluruh petani yang sudah ikut mendukung program pemerintah ini, terutama program Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait program swasembada jagung," bebernya.

Kepala Dinas Pertanian Bantaeng Mahyudin mengatakan, kegiatan penanaman jagung JJUH melalui Program Penangkaran Parent Seed merupakan bentuk nyata upaya memperkuat pembangunan pertanian, khususnya dalam mendukung ketersediaan benih jagung berkualitas dan berkelanjutan di Bantaeng.

"Ketersediaan benih merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian. Benih yang bermutu, didukung dengan teknologi budidaya yang tepat serta kemampuan petani dalam melakukan penangkaran, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas jagung," katanya.

Mahyudin berharap, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kepada petani dalam proses penanaman dan penangkaran benih, tetapi juga meningkatkan keterampilan mereka secara berkelanjutan.

Dengan demikian, petani diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sistem perbenihan jagung di Kabupaten Bantaeng.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan program pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, penyuluh, hingga petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru