FH Unhas dan UNODC Bahas Kolaborasi Riset Penegakan Hukum dan Kejahatan Transnasional
Kamis, 17 Sep 2026 14:12
FH Unhas membuka peluang kolaborasi dengan UNODC Regional Office for Southeast Asia and the Pacific, di kantor UNODC di Bangkok, Rabu (16/9/202). Foto: Istimewa
BANGKOK - Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki peluang kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific, melalui kunjungan langsung ke kantor UNODC di Bangkok, Rabu (16/9/202).
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas di bidang hukum dan penegakan hukum.
Delegasi FH Unhas dipimpin langsung oleh Dekan Prof. Hamzah Halim; turut mendampingi wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Birkah Latif; Ketua Departemen Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan, Dr. Andi Tenri Famauri; Sekretaris Departemen Hukum Internasional, Dr. Kadarudin; serta Dr. Laode M. Syarif.
Dekan FH Unhas, Prof. Hamzah Halim, menyampaikan bahea pertemuan tersebut merupakan ruang bagi FH Unhas untuk memperkenalkan kapasitas akademik dan kelembagaan, sekaligus mengidentifikasi bidang yang dapat dikembangkan bersama UNODC.
"Beberapa isu yang dibahas meliputi penanggulangan kejahatan transnasional, pemberantasan korupsi, kejahatan yang berkaitan dengan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta penguatan kapasitas aparat penegak hukum dan lembaga publik," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama dengan UNODC merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus mempertemukan kapasitas pendidikan dan penelitian hukum dengan kebutuhan penegakan hukum.
“Kami melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, terutama pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang memiliki relevansi langsung dengan persoalan penegakan hukum,” tambah Prof. Hamzah.
Dalam diskusi tersebut, lanjut dia, FH Unhas juga menawarkan sejumlah bentuk kolaborasi, antara lain program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, serta pertukaran akademik.
Kehadiran ahli dan pejabat UNODC dalam kegiatan akademik FH Unhas juga merupakan salah satu peluang yang dibahas, baik sebagai dosen tamu, pembicara, maupun pelatih.
"FH Unhas juga memperkenalkan Research Center for Prosecution yang telah berdiri lebih dari satu dekade. Pusat riset tersebut adalah salah satu wadah pengembangan kajian di bidang penuntutan dan penegakan hukum yang dapat mendukung pengembangan kerja sama akademik dan penelitian," jelasnya.
Selain itu, juga diperkenalkan Research Center for Police Forces yang baru diresmikan, sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset di bidang kepolisian.
Kedua pusat riset tersebut membuka peluang pengembangan kajian berbasis bukti serta pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan institusi penegak hukum.
Prof. Hamzah menilai penguatan jejaring internasional perlu diarahkan pada kerja sama yang memiliki keluaran akademik dan kelembagaan yang jelas.
“Yang kami harapkan bukan hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi penegak hukum,” sebutnya.
Sebagai tindak lanjut, FH Unhas mengundang tim UNODC untuk berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna membahas prioritas kerja sama.
UNODC merupakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan mandat membantu negara anggota menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, dan terorisme. UNODC juga bekerja pada isu kejahatan terorganisasi transnasional, pemberantasan korupsi, pencegahan kejahatan, serta penguatan sistem peradilan pidana. Untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, kantor regional UNODC berkedudukan di Bangkok.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas di bidang hukum dan penegakan hukum.
Delegasi FH Unhas dipimpin langsung oleh Dekan Prof. Hamzah Halim; turut mendampingi wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Birkah Latif; Ketua Departemen Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan, Dr. Andi Tenri Famauri; Sekretaris Departemen Hukum Internasional, Dr. Kadarudin; serta Dr. Laode M. Syarif.
Dekan FH Unhas, Prof. Hamzah Halim, menyampaikan bahea pertemuan tersebut merupakan ruang bagi FH Unhas untuk memperkenalkan kapasitas akademik dan kelembagaan, sekaligus mengidentifikasi bidang yang dapat dikembangkan bersama UNODC.
"Beberapa isu yang dibahas meliputi penanggulangan kejahatan transnasional, pemberantasan korupsi, kejahatan yang berkaitan dengan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta penguatan kapasitas aparat penegak hukum dan lembaga publik," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama dengan UNODC merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus mempertemukan kapasitas pendidikan dan penelitian hukum dengan kebutuhan penegakan hukum.
“Kami melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, terutama pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang memiliki relevansi langsung dengan persoalan penegakan hukum,” tambah Prof. Hamzah.
Dalam diskusi tersebut, lanjut dia, FH Unhas juga menawarkan sejumlah bentuk kolaborasi, antara lain program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, serta pertukaran akademik.
Kehadiran ahli dan pejabat UNODC dalam kegiatan akademik FH Unhas juga merupakan salah satu peluang yang dibahas, baik sebagai dosen tamu, pembicara, maupun pelatih.
"FH Unhas juga memperkenalkan Research Center for Prosecution yang telah berdiri lebih dari satu dekade. Pusat riset tersebut adalah salah satu wadah pengembangan kajian di bidang penuntutan dan penegakan hukum yang dapat mendukung pengembangan kerja sama akademik dan penelitian," jelasnya.
Selain itu, juga diperkenalkan Research Center for Police Forces yang baru diresmikan, sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset di bidang kepolisian.
Kedua pusat riset tersebut membuka peluang pengembangan kajian berbasis bukti serta pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan institusi penegak hukum.
Prof. Hamzah menilai penguatan jejaring internasional perlu diarahkan pada kerja sama yang memiliki keluaran akademik dan kelembagaan yang jelas.
“Yang kami harapkan bukan hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi penegak hukum,” sebutnya.
Sebagai tindak lanjut, FH Unhas mengundang tim UNODC untuk berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna membahas prioritas kerja sama.
UNODC merupakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan mandat membantu negara anggota menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, dan terorisme. UNODC juga bekerja pada isu kejahatan terorganisasi transnasional, pemberantasan korupsi, pencegahan kejahatan, serta penguatan sistem peradilan pidana. Untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, kantor regional UNODC berkedudukan di Bangkok.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Unhas Jadi Tuan Rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan yang diinisiasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.
Selasa, 15 Sep 2026 19:19
Sulsel
Bupati Bantaeng Tanam Jagung Program Penangkaran Kolaborasi Unhas
Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin melakukan penanaman JJUH dalam rangka Program Penangkaran Parent Seed atau benih induk di Dusun Lembang Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Selasa (15/9/2026).
Selasa, 15 Sep 2026 17:22
Sulsel
Unhas dan Imigrasi Makassar Hadirkan Layanan Paspor di Dalam Kampus
Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan fasilitas pelayanan keimigrasian di Kampus Tamalanrea melalui peresmian Campus Immigration Point (CIP), Kamis (10/9/2026).
Kamis, 10 Sep 2026 19:33
News
Telkomsel Dukung Talenta Sulsel, Mahasiswi Unhas Raih Best Hustler IndonesiaNEXT 2026
Andi Alya Inar Putri, mahasiswi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas), meraih predikat Best Hustler IndonesiaNEXT 2026.
Selasa, 08 Sep 2026 10:53
Sulsel
Bupati Bantaeng Sambut Tim Summer Program Unhas-Kanazawa
Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri Welcome Dinner bersama Tim Summer Program UNHAS dan Kanazawa University, Jepang, di Lantai 2 Kawasan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng.
Minggu, 06 Sep 2026 18:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
3
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
4
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
5
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
3
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
4
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
5
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar