Unismuh Makassar Kukuhkan 5.000 Lebih Mahasiswa Baru 2026/2027

Kamis, 17 Sep 2026 14:19
Unismuh Makassar Kukuhkan 5.000 Lebih Mahasiswa Baru 2026/2027
Foto bersama Pengukuhan Mahasiswa Baru Unismuh, di Lantai 3 Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kamis (17/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Unismuh. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 3 Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kamis (17/9/2026).

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, mengungkapkan bahwa tahun ini total lebih dari 5.000 mahasiswa baru dari berbagai jenjang dan jalur pendidikan.

"Hari ini Universitas Muhammadiyah Makassar memulai babak baru untuk tahun akademik 2026/2027 yang ditandai dengan pengukuhan mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang reguler jumlahnya 3.600 lebih, yang tersebar di 8 fakultas program Sarjana. Kalau ditambah dengan PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), seluruhnya ada 5.000 lebih mahasiswa," ungkapnya kepada awak media.

Alumnus Teknik Pengairan Unismuh Makassar itu berpesan agar para mahasiswa baru dapat bertransformasi menjadi manusia dewasa muda yang mengambil peran konstruktif bagi pembangunan bangsa.

"Kita berharap dengan kehadiran warga kampus yang baru ini, sebagaimana kita pesankan agar mereka menjadi manusia dewasa muda yang diberi atau mengambil perannya masing-masing. Sehingga benar-benar dapat membawa perubahan yang baik terhadap perkembangan atau pembangunan bangsa dan negara," harap Abd. Rakhim.

Rektor Unismuh kelahiran Kabupaten Enrekang itu mengimbau seluruh sivitas akademika untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa baru di masa yang akan datang.

"Mereka (mahasiswa baru) ini adalah cikal bakal masa depan bangsa. Oleh karena itu, kepada seluruh civitas akademika, mulai dari tenaga kependidikan, para dosen, hingga para pimpinan, diharapkan menjalankan tugasnya dengan baik dalam melayani mereka. Sehingga mereka terarah dan benar-benar menjadi generasi yang kita harapkan untuk melanjutkan pembangunan bangsa ke depan," tutupnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala LLDIKTI Wilayah IX (Wilayah kerja Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara), Prof. Budu, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas capaian Unismuh Makassar.

Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa baru di Unismuh Makassar tahun ini menunjukkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik dan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat.

"Proses penerimaan mahasiswa baru itu masuk dalam salah satu tugas pokok LLDIKTI IX. Kita harus memantau proses penyambutan mahasiswa baru. Khusus untuk Unismuh, saya tentu bersyukur karena rupanya perguruan tinggi swasta saat ini masih bisa menerima mahasiswa lebih banyak, dan saat ini jumlahnya lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu berarti tata kelola di Unismuh semakin baik dan peminatnya semakin tinggi dibanding sebelumnya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para mahasiswa baru tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas kuliah hingga tahap wisuda saja.

"Ke depannya, menurut saya, khusus untuk mahasiswa baru, kita harus menyadarkan bahwa keberadaan mahasiswa itu tidak sekadar menyelesaikan tugas dan selesai pada saat wisuda saja. Namun, mereka harus memiliki kontribusi yang bermanfaat untuk kampus dan dirinya sendiri," pesannya saat memberikan tanggapan.

Prof Budi menekankan bahwa prestasi melalui Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS), kompetisi riset, karya inovatif, serta kewirausahaan harus terus didorong dan dipantau, terkhusus di Unismuh Makassar di masa depan.

"Prestasi mahasiswa di pekan ilmiah nasional, kompetisi-kompetisi karya riset, karya inovatif, dan karya kewirausahaan, itu sebenarnya harus muncul dari mahasiswa. Dan itu adalah bagian yang kami pantau di LLDIKTI," sebutnya.

Ia membeberkan bahwa data seluruh mahasiswa baru, baik di Unismuh maupun di perguruan tinggi lain di bawah naungan LLDIKTI IX, akan segera dimasukkan ke dalam pangkalan data PDDikti agar pengelolaan terpantau secara transparan.

"Mahasiswa baru bukan hanya di Unismuh, tetapi di seluruh perguruan tinggi di bawah LLDIKTI IX, sudah akan kita masukkan lagi ke dalam pangkalan data mahasiswa di PDDikti, supaya semua berjalan rapi, terkontrol, dan bisa terpantau," tambahnya.

Menanggapi isu global terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Prof. Budu menegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi tidak boleh menghindari teknologi tersebut, melainkan harus adaptif dan kreatif.

"Kita tidak bisa menghindari isu-isu global, termasuk penggunaan Artificial Intelligence. Karena ini adalah masa depan yang manfaatnya banyak, tetapi kita juga harus melihat efek-efeknya. Karena ini tidak bisa dihindari, maka kita harus menyesuaikan," tegasnya.

Prof. Budu pun berharap agar mahasiswa lebih kreatif dan selektif dalam pemilahan teknologi AI secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran, pendidikan, maupun berbagai kegiatan produktif lainnya.

"Enaknya di perguruan tinggi selevel Unismuh Makassar ini, mereka sudah dibekali dengan mata kuliah-mata kuliah yang sifatnya religius, atau istilahnya Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Artificial Intelligence itu tidak bisa meniru integritas, tidak bisa meniru kejujuran, tidak bisa meniru kedisiplinan, dan soft skills itu tidak bisa ditiru oleh AI," paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Budu menyampaikan agar pihak Unismuh Makassar mampu mengadaptasi diri dengan pesatnya perkembangan AI ke depan.

"Seharusnya kita hidup di masa AI ini dengan penuh integritas, soft skills yang baik, serta etika dan attitude yang baik sepanjang masa. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mengadaptasi diri dengan perkembangan AI, karena ini tidak bisa dihindari," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru