Unismuh dan Pemkab Pangkep Perluas Kerja Sama Pendidikan
Rabu, 16 Sep 2026 19:35
Perwakilan Pimpinan Unismuh Makassar dan Bupati Pemkab Pangkep, M Yusran Lalogau menunjukkan dokumen PKS yang baru saja diteken, Rabu (16/9/2026). Foto: Istimewa
PANGKEP - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) membuka peluang kerja sama di sejumlah bidang, mulai dari penempatan mahasiswa koas, Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah kepulauan, hingga program mahasiswa internasional.
Peluang tersebut mengemuka dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara Unismuh Makassar dan Pemkab Pangkep di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu (16/9/2026).
Kesepakatan itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Penandatanganan dilakukan Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd Rakhim Nanda bersama Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.
Rakhim Nanda mengatakan, hubungan kerja sama antara Unismuh dan Pemkab Pangkep telah terbangun sebelum kesepakatan tersebut ditandatangani. Kolaborasi sebelumnya mencakup pembinaan sekolah di pulau, penelitian, serta dukungan pendidikan bagi mahasiswa asal Pangkep.
Saat ini, kata Rakhim, terdapat 379 mahasiswa Unismuh yang berasal dari Kabupaten Pangkep. Jumlah tersebut menjadi salah satu alasan untuk memperkuat hubungan kelembagaan kedua pihak.
Salah satu peluang kerja sama yang ditawarkan Unismuh ialah pemanfaatan fasilitas kesehatan di Pangkep untuk mendukung pendidikan mahasiswa kedokteran.
Rakhim berharap, kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis, termasuk kemungkinan menjadikan fasilitas kesehatan di Pangkep sebagai lokasi stase mahasiswa profesi dokter.
“Tahun ini Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar juga mohon nanti bila kiranya memungkinkan, bisa menjadi tempat beberapa stasiun untuk koas anak-anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar,” katanya.
Menurut Rakhim, peluang kolaborasi tidak hanya terbatas pada bidang kedokteran. Penelitian di bidang perikanan dan kelautan yang telah dilakukan sebelumnya juga masih dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyambut baik peluang kerja sama di bidang kesehatan tersebut. Ia menyebut kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk perawat, masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kerja sama dengan Unismuh diharapkan dapat ikut memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Selain bidang kesehatan, Yusran membuka peluang bagi mahasiswa Unismuh untuk melaksanakan KKN di wilayah Pangkep, khususnya kawasan kepulauan.
Menurutnya, pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat pulau penting bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka dapat memahami persoalan sosial yang berbeda dari kondisi masyarakat di perkotaan.
“Kegiatan-kegiatan KKN mungkin boleh selanjutnya diarahkan anak-anaknya di Kabupaten Pangkep. Yang selalu saya tekankan, bagaimana kita arahkan ke negeri kepulauan,” ujarnya.
Yusran mengatakan, mahasiswa dari bidang hukum, pendidikan, kesehatan, maupun disiplin ilmu lainnya perlu melihat langsung tantangan yang dihadapi masyarakat kepulauan.
Ia mencontohkan, masyarakat di wilayah kepulauan memiliki persoalan yang berbeda dengan masyarakat di daratan maupun pegunungan, termasuk dalam hal akses pangan dan layanan dasar.
Pengalaman tersebut, kata Yusran, diharapkan dapat membangun kepekaan mahasiswa terhadap persoalan masyarakat sejak masih berada di bangku kuliah.
“Harapan kita, dengan ilmu-ilmu yang diberikan dari kampus, mereka bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya,” kata Yusran.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi Pangkep untuk menjadi salah satu lokasi kegiatan internasional Unismuh Makassar.
Rakhim menyebut Unismuh saat ini memiliki 32 kerja sama luar negeri yang masih berjalan. Sejumlah program telah dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Filipina, Uzbekistan, Thailand, Sudan, dan Korea.
Menurut Rakhim, destinasi wisata di Pangkep dapat menjadi daya tarik untuk dimasukkan dalam program mahasiswa internasional yang datang ke Unismuh.
Selama ini, kegiatan mahasiswa internasional antara lain dilaksanakan di Makassar, Gowa, dan Maros. Pangkep dinilai memiliki potensi untuk menjadi lokasi berikutnya karena memiliki kawasan wisata dan relatif mudah dijangkau dari Makassar.
“Daerah-daerah wisata di Kabupaten Pangkep bisa menjadi bagian dari kegiatan mereka ketika datang ke Indonesia,” ujar Rakhim.
Melalui skema tersebut, mahasiswa dari berbagai negara berpeluang berinteraksi dengan masyarakat sekaligus mengenal potensi wisata dan sosial budaya Pangkep.
Yusran juga menyatakan Pemkab Pangkep terbuka terhadap penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa Unismuh.
Ia meminta perangkat daerah memanfaatkan kesepakatan tersebut untuk membangun komunikasi langsung dengan fakultas dan akademisi Unismuh sesuai persoalan yang dihadapi masing-masing organisasi perangkat daerah.
“Kalau ada masalah-masalah yang selama ini kita hadapi, mungkin bisa berkolaborasi dengan fakultas-fakultas yang ada di Unismuh. Silakan dari dinas-dinas bicarakan baik-baik apa yang bisa dibantu oleh tenaga pendidik dan akademisi Unismuh,” ujar Yusran.
Penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk menerjemahkan kerja sama ke dalam program yang lebih konkret.
Kolaborasi itu mencakup penempatan mahasiswa kedokteran untuk koas, KKN di wilayah kepulauan, riset perikanan dan kelautan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga program internasional.
Peluang tersebut mengemuka dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara Unismuh Makassar dan Pemkab Pangkep di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu (16/9/2026).
Kesepakatan itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Penandatanganan dilakukan Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd Rakhim Nanda bersama Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.
Rakhim Nanda mengatakan, hubungan kerja sama antara Unismuh dan Pemkab Pangkep telah terbangun sebelum kesepakatan tersebut ditandatangani. Kolaborasi sebelumnya mencakup pembinaan sekolah di pulau, penelitian, serta dukungan pendidikan bagi mahasiswa asal Pangkep.
Saat ini, kata Rakhim, terdapat 379 mahasiswa Unismuh yang berasal dari Kabupaten Pangkep. Jumlah tersebut menjadi salah satu alasan untuk memperkuat hubungan kelembagaan kedua pihak.
Salah satu peluang kerja sama yang ditawarkan Unismuh ialah pemanfaatan fasilitas kesehatan di Pangkep untuk mendukung pendidikan mahasiswa kedokteran.
Rakhim berharap, kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis, termasuk kemungkinan menjadikan fasilitas kesehatan di Pangkep sebagai lokasi stase mahasiswa profesi dokter.
“Tahun ini Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar juga mohon nanti bila kiranya memungkinkan, bisa menjadi tempat beberapa stasiun untuk koas anak-anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar,” katanya.
Menurut Rakhim, peluang kolaborasi tidak hanya terbatas pada bidang kedokteran. Penelitian di bidang perikanan dan kelautan yang telah dilakukan sebelumnya juga masih dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyambut baik peluang kerja sama di bidang kesehatan tersebut. Ia menyebut kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk perawat, masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kerja sama dengan Unismuh diharapkan dapat ikut memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Selain bidang kesehatan, Yusran membuka peluang bagi mahasiswa Unismuh untuk melaksanakan KKN di wilayah Pangkep, khususnya kawasan kepulauan.
Menurutnya, pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat pulau penting bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka dapat memahami persoalan sosial yang berbeda dari kondisi masyarakat di perkotaan.
“Kegiatan-kegiatan KKN mungkin boleh selanjutnya diarahkan anak-anaknya di Kabupaten Pangkep. Yang selalu saya tekankan, bagaimana kita arahkan ke negeri kepulauan,” ujarnya.
Yusran mengatakan, mahasiswa dari bidang hukum, pendidikan, kesehatan, maupun disiplin ilmu lainnya perlu melihat langsung tantangan yang dihadapi masyarakat kepulauan.
Ia mencontohkan, masyarakat di wilayah kepulauan memiliki persoalan yang berbeda dengan masyarakat di daratan maupun pegunungan, termasuk dalam hal akses pangan dan layanan dasar.
Pengalaman tersebut, kata Yusran, diharapkan dapat membangun kepekaan mahasiswa terhadap persoalan masyarakat sejak masih berada di bangku kuliah.
“Harapan kita, dengan ilmu-ilmu yang diberikan dari kampus, mereka bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya,” kata Yusran.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi Pangkep untuk menjadi salah satu lokasi kegiatan internasional Unismuh Makassar.
Rakhim menyebut Unismuh saat ini memiliki 32 kerja sama luar negeri yang masih berjalan. Sejumlah program telah dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Filipina, Uzbekistan, Thailand, Sudan, dan Korea.
Menurut Rakhim, destinasi wisata di Pangkep dapat menjadi daya tarik untuk dimasukkan dalam program mahasiswa internasional yang datang ke Unismuh.
Selama ini, kegiatan mahasiswa internasional antara lain dilaksanakan di Makassar, Gowa, dan Maros. Pangkep dinilai memiliki potensi untuk menjadi lokasi berikutnya karena memiliki kawasan wisata dan relatif mudah dijangkau dari Makassar.
“Daerah-daerah wisata di Kabupaten Pangkep bisa menjadi bagian dari kegiatan mereka ketika datang ke Indonesia,” ujar Rakhim.
Melalui skema tersebut, mahasiswa dari berbagai negara berpeluang berinteraksi dengan masyarakat sekaligus mengenal potensi wisata dan sosial budaya Pangkep.
Yusran juga menyatakan Pemkab Pangkep terbuka terhadap penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa Unismuh.
Ia meminta perangkat daerah memanfaatkan kesepakatan tersebut untuk membangun komunikasi langsung dengan fakultas dan akademisi Unismuh sesuai persoalan yang dihadapi masing-masing organisasi perangkat daerah.
“Kalau ada masalah-masalah yang selama ini kita hadapi, mungkin bisa berkolaborasi dengan fakultas-fakultas yang ada di Unismuh. Silakan dari dinas-dinas bicarakan baik-baik apa yang bisa dibantu oleh tenaga pendidik dan akademisi Unismuh,” ujar Yusran.
Penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk menerjemahkan kerja sama ke dalam program yang lebih konkret.
Kolaborasi itu mencakup penempatan mahasiswa kedokteran untuk koas, KKN di wilayah kepulauan, riset perikanan dan kelautan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga program internasional.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Mentan Amran Sulaiman Tawarkan Kolaborasi Pertanian kepada Unismuh Makassar
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, membuka peluang kolaborasi pengembangan sektor pertanian bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:57
Sulsel
Bupati dan Forkopimda Pantau Stok BBM, Antisipasi Antrean di SPBU
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Sabtu, 12 Sep 2026 04:55
News
Sambut Mahasiswa Baru, Unismuh Hadirkan Mentan Amran Sulaiman Beri Kuliah Tamu
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dijadwalkan memberikan Kuliah Tamu dalam pembukaan Ta’aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Tahun Akademik 2026/2027
Jum'at, 11 Sep 2026 16:33
Sulsel
Desa Siaga TB di Pangkep Dapat Apresiasi dari Kemenkes
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Benjamin Paulus Octavianus, atas keberhasilannya membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TB) hingga 100 persen.
Jum'at, 07 Agu 2026 19:26
Sulsel
BPS Pangkep Terjunkan 315 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tekankan Akurasi Data
Sebanyak 315 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.
Senin, 15 Jun 2026 17:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
192 Atlet Siap Bertanding di Kejurda Pelajar Shorinji Kempo IV Sulsel
2
Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK
3
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
4
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
5
Menteri UMKM Ancam Tindak Petugas Bank yang Nekat Minta Agunan KUR
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
192 Atlet Siap Bertanding di Kejurda Pelajar Shorinji Kempo IV Sulsel
2
Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK
3
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
4
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
5
Menteri UMKM Ancam Tindak Petugas Bank yang Nekat Minta Agunan KUR