BPS Pangkep Terjunkan 315 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tekankan Akurasi Data
Senin, 15 Jun 2026 17:21
Sebanyak 315 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep. Foto: Istimewa
PANGKEP - Sebanyak 315 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.
Pelepasan petugas dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkep dalam kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Senin (15/6/2026).
Pelepasan petugas sensus dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assagaf, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Pangkep Suriani, Kepala BPS Kabupaten Pangkep Ayub Parlin Ampulembang, pimpinan perangkat daerah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, para camat se Kabupaten Pangkep, serta ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dalam sambutannya berpesan kepada petugas Sensus Ekonomi 2026 agar melakukan pendataan secara sabar, teliti, dan sesuai metode yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan data yang akurat.
Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Saya harapkan dari data yang dikumpulkan benar dan akurat. Dan data-data yang didapati ini yang akan digunakan untuk membuat program kedepannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan petugas sensus ekonomi kabupaten pangkep untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan. "Kepada petugas sesuaikan metode pendataanya agar datanya akurat yang dihasilkan, namun tetap jaga kondisi kesehatannya kalau capek-capeki jangan lupa istirahat," tutupnya.
Kepala BPS Kabupaten Pangkep Ayub Parlin Ampulembang menjelaskan, sebanyak 315 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang terdiri dari 274 petugas pendata lapangan dan 41 petugas pengawas. Selain itu, dua petugas organik BPS juga disiapkan untuk melakukan pendataan usaha besar.
"Petugas sensus ekonomi itu ada sebanyak 315 petugas. Di mana ada sebanyak 274 petugas pendata lapangan atau PPL, dan ada sebanyak 41 petugas pengawas atau pemeriksa. Jadi totalnya sebanyak 315. Itu untuk pendataan usaha kecil dan menengah, sementara ada juga dua orang dari organik BPS yang akan melakukan pendataan untuk usaha besar atau UB," jelasnya.
Ia mengatakan, pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Pangkep, baik di daratan maupun kepulauan yang tersebar di 13 kecamatan.
"Untuk saat ini, dari data sementara yang terkumpul itu diketahui ada sebanyak 45.000 usaha kecil, kemudian ada sebanyak 70 usaha besar dan ada sekitar 300 untuk usaha menengah" tambahnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan sensus kali ini menggunakan sistem digital melalui aplikasi yang terpasang pada telepon pintar petugas sehingga progres pendataan dapat dipantau secara daring setiap hari.
Ia berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan mampu menggambarkan kondisi perekonomian Kabupaten Pangkep secara akurat.
"Harapan kami kepada masyarakat Kabupaten Pangkep untuk dapat menerima petugas sensus ketika melakukan kegiatan pendataan baik di rumah maupun di usahanya, berikan informasi yang lengkap dan benar dan sesuai dengan kondisi yang sebenar-benarnya, supaya data yang dihasilkan nanti betul-betul dapat menggambarkan kondisi perekonomian bangsa, kondisi ekonomi bangsa, usaha ekonomi, khususnya di Kabupaten Pangkep sendiri," pungkasnya.
Pelepasan petugas dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkep dalam kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Senin (15/6/2026).
Pelepasan petugas sensus dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assagaf, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Pangkep Suriani, Kepala BPS Kabupaten Pangkep Ayub Parlin Ampulembang, pimpinan perangkat daerah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, para camat se Kabupaten Pangkep, serta ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dalam sambutannya berpesan kepada petugas Sensus Ekonomi 2026 agar melakukan pendataan secara sabar, teliti, dan sesuai metode yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan data yang akurat.
Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Saya harapkan dari data yang dikumpulkan benar dan akurat. Dan data-data yang didapati ini yang akan digunakan untuk membuat program kedepannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan petugas sensus ekonomi kabupaten pangkep untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan. "Kepada petugas sesuaikan metode pendataanya agar datanya akurat yang dihasilkan, namun tetap jaga kondisi kesehatannya kalau capek-capeki jangan lupa istirahat," tutupnya.
Kepala BPS Kabupaten Pangkep Ayub Parlin Ampulembang menjelaskan, sebanyak 315 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang terdiri dari 274 petugas pendata lapangan dan 41 petugas pengawas. Selain itu, dua petugas organik BPS juga disiapkan untuk melakukan pendataan usaha besar.
"Petugas sensus ekonomi itu ada sebanyak 315 petugas. Di mana ada sebanyak 274 petugas pendata lapangan atau PPL, dan ada sebanyak 41 petugas pengawas atau pemeriksa. Jadi totalnya sebanyak 315. Itu untuk pendataan usaha kecil dan menengah, sementara ada juga dua orang dari organik BPS yang akan melakukan pendataan untuk usaha besar atau UB," jelasnya.
Ia mengatakan, pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Pangkep, baik di daratan maupun kepulauan yang tersebar di 13 kecamatan.
"Untuk saat ini, dari data sementara yang terkumpul itu diketahui ada sebanyak 45.000 usaha kecil, kemudian ada sebanyak 70 usaha besar dan ada sekitar 300 untuk usaha menengah" tambahnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan sensus kali ini menggunakan sistem digital melalui aplikasi yang terpasang pada telepon pintar petugas sehingga progres pendataan dapat dipantau secara daring setiap hari.
Ia berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan mampu menggambarkan kondisi perekonomian Kabupaten Pangkep secara akurat.
"Harapan kami kepada masyarakat Kabupaten Pangkep untuk dapat menerima petugas sensus ketika melakukan kegiatan pendataan baik di rumah maupun di usahanya, berikan informasi yang lengkap dan benar dan sesuai dengan kondisi yang sebenar-benarnya, supaya data yang dihasilkan nanti betul-betul dapat menggambarkan kondisi perekonomian bangsa, kondisi ekonomi bangsa, usaha ekonomi, khususnya di Kabupaten Pangkep sendiri," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Karantina Sulsel Ajak Stakeholder Pelabuhan Makassar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Karantina Sulsel menggelar kegiatan bertajuk Sinergitas Antar Stakeholders Lingkup Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar Dirangkaikan dengan Sensus Ekonomi 2026.
Kamis, 11 Jun 2026 11:21
News
Bupati Pangkep dan Danlantamal VI Bahas Sinergi Pembangunan Wilayah Kepulauan
Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau didampingi Kepala Dinas Kominfo SP dan Asisten 1 melakukan kunjungan silaturahmi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar.
Rabu, 10 Jun 2026 19:44
Sulsel
Wabup Gowa Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pemerintah Kabupaten Gowa menilai Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis untuk memetakan kondisi riil sektor usaha sekaligus memperkuat dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah.
Rabu, 10 Jun 2026 17:26
Sulsel
Ekonomi Bone Melejit di Era BerAmal, BPS Catat Pertumbuhan 7,84% di Triwulan I 2026
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bone, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 7,84 persen.
Jum'at, 05 Jun 2026 17:23
Sulsel
Pangkep Pertahankan Opini WTP ke-15 Kali, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Selasa, 02 Jun 2026 20:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ada 12 Titik Demo di Makassar Hari Ini, Polda Sulsel Pastikan Keamanan Terkendali
2
Pemprov Sulsel Perkuat Produktivitas Pertanian Bone
3
OJK Edukasi Nelayan & UMKM, Dorong Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
4
Imigrasi Parepare Gelar Layanan Paspor Minggu Ceria, 38 Warga Ajukan Paspor
5
CBR Series Melesat Kencang, AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ada 12 Titik Demo di Makassar Hari Ini, Polda Sulsel Pastikan Keamanan Terkendali
2
Pemprov Sulsel Perkuat Produktivitas Pertanian Bone
3
OJK Edukasi Nelayan & UMKM, Dorong Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
4
Imigrasi Parepare Gelar Layanan Paspor Minggu Ceria, 38 Warga Ajukan Paspor
5
CBR Series Melesat Kencang, AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi