Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK
Rabu, 16 Sep 2026 09:46
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM Prof Hasmyati. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Jelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang sudah memasuki tahapan, nama Prof Hasmyati kembali mencuat sebagai salah satu kandidat untuk kembali bertarung di kontestasi tersebut.
Jelang pembukaan pendaftaran bakal calon, Prof Hasmyati dinilai punya track record kepemimpinan yang baik saat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIKK) dua periode. Bahkan mampu membawa fakultas ini menjadi salah satu yang paling diminati.
Pengalaman kepemimpinan Prof Hasmyati selama dua periode sebagai Dekan menjadi bagian penting dari rekam jejaknya di lingkungan akademik.
Prof Hasmyati tercatat sebagai dekan perempuan pertama di Fakultas Ilmu Keolahragaan yang saat itu memiliki sumber daya manusia yang mayoritas laki-laki. Latar tersebut menjadi salah satu konteks yang memperlihatkan kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola organisasi akademik.
Selain itu, Prof Hasmyati disebut memiliki kecakapan dalam ilmu manajemen dan olahraga. Kemampuan manajerial tersebut antara lain terbentuk dari pengalaman sejak kecil menyaksikan kepemimpinan ayahnya yang merupakan prajurit TNI dan pernah menjabat sebagai Danramil serta Kepala Desa Arasoe, Kabupaten Bone.
Selama berkarier sebagai dosen di UNM, Prof Hasmyati juga aktif menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia terlibat dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk mengajar sejumlah mata kuliah, terlibat dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG), menjadi penguji eksternal, serta aktif melakukan penelitian dan publikasi pada jurnal nasional maupun internasional.
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang mendukung peran Prof Hasmyati dalam mengelola FIKK. Kepemimpinan di tingkat fakultas tidak hanya menuntut kemampuan administratif, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan menciptakan iklim akademik yang kondusif.
Guru besar Olahraga UNM ini dinilai memiliki keterampilan sosial yang baik sehingga mampu membangun iklim akademik yang kondusif selama menjalankan tugas sebagai dekan.
Pengalaman kepemimpinan Prof Hasmyati juga berjalan beriringan dengan pengembangan kelembagaan. Di bawah kepemimpinannya, FIK UNM mengalami penambahan sejumlah program studi setelah sekitar dua dekade tidak mengalami pertambahan secara kuantitas.
Diketahui, Program studi yang diinisiasi meliputi Administrasi Kesehatan (S1), Ilmu Gizi (S1), Fisioterapi (S1), serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S2) dan Promosi Kesehatan (D4). Perkembangan itu kemudian turut mendorong perubahan nama fakultas dari Fakultas Ilmu Keolahragaan menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. "Terakhir pada masa Prof Hasmyati itu buka jurusan Promosi Kesehatan dan sekarang sudah berjalan," kata salah satu dosen FIKK UNM Muhammad Rhesa.
Dirinya mengatakan selain capaian akademik, Prof Hasmyati juga aktif dalam organisasi regional dan nasional. Ia tercatat pernah dipercaya sebagai bendahara umum ISORI dan APKORI.
"Dengan pengalaman akademik, organisasi dan manajerial tersebut, perjalanan Prof Hasmyati di FIKK menjadi bagian dari rekam jejak kepemimpinan yang menarik untuk melihat kiprahnya dalam pengembangan pendidikan tinggi di UNM," katanya.
Diketahui pada 21 September hingga 9 Oktober 2026 masa pendaftaran bakal calon Rektor UNM dilakukan. Setelah melakukan sosialisasi di seluruh fakultas jajaran universitas.
Pada kontestasi tahun ini, sejumlah nama disebut bakal bersaing. Selain Prof Hasmyati, juga ada nama Dekan FMIPA Prof Suwardi Annas, juga ada Wakil Rektor I Prof Aslinda, WR III Dr Arifin Manggau dan juga ada nama guru besar FMIPA Prof Eko Hadi Sujiono.
Sebelumnya Prof Hasmyati mengaku masih menunggu momentum tepat untuk mengumumkan kesiapannya maju di Pilrek UNM. Namun dirinya menekankan pentingnya menjaga suasana kampus tetap kondusif dan membangun kebersamaan.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih UNM selama ini merupakan hasil kerja bersama sehingga harus dipertahankan dan terus dikembangkan. “Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun suasana kampus yang baik, tetap kondusif, dan menjaga kebersamaan,” kata Prof Hasmyati.
Ia berharap dinamika Pilrek tidak mengganggu hubungan antarsivitas akademika. Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membawa UNM semakin maju.
Jelang pembukaan pendaftaran bakal calon, Prof Hasmyati dinilai punya track record kepemimpinan yang baik saat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIKK) dua periode. Bahkan mampu membawa fakultas ini menjadi salah satu yang paling diminati.
Pengalaman kepemimpinan Prof Hasmyati selama dua periode sebagai Dekan menjadi bagian penting dari rekam jejaknya di lingkungan akademik.
Prof Hasmyati tercatat sebagai dekan perempuan pertama di Fakultas Ilmu Keolahragaan yang saat itu memiliki sumber daya manusia yang mayoritas laki-laki. Latar tersebut menjadi salah satu konteks yang memperlihatkan kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola organisasi akademik.
Selain itu, Prof Hasmyati disebut memiliki kecakapan dalam ilmu manajemen dan olahraga. Kemampuan manajerial tersebut antara lain terbentuk dari pengalaman sejak kecil menyaksikan kepemimpinan ayahnya yang merupakan prajurit TNI dan pernah menjabat sebagai Danramil serta Kepala Desa Arasoe, Kabupaten Bone.
Selama berkarier sebagai dosen di UNM, Prof Hasmyati juga aktif menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia terlibat dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk mengajar sejumlah mata kuliah, terlibat dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG), menjadi penguji eksternal, serta aktif melakukan penelitian dan publikasi pada jurnal nasional maupun internasional.
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang mendukung peran Prof Hasmyati dalam mengelola FIKK. Kepemimpinan di tingkat fakultas tidak hanya menuntut kemampuan administratif, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan menciptakan iklim akademik yang kondusif.
Guru besar Olahraga UNM ini dinilai memiliki keterampilan sosial yang baik sehingga mampu membangun iklim akademik yang kondusif selama menjalankan tugas sebagai dekan.
Pengalaman kepemimpinan Prof Hasmyati juga berjalan beriringan dengan pengembangan kelembagaan. Di bawah kepemimpinannya, FIK UNM mengalami penambahan sejumlah program studi setelah sekitar dua dekade tidak mengalami pertambahan secara kuantitas.
Diketahui, Program studi yang diinisiasi meliputi Administrasi Kesehatan (S1), Ilmu Gizi (S1), Fisioterapi (S1), serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S2) dan Promosi Kesehatan (D4). Perkembangan itu kemudian turut mendorong perubahan nama fakultas dari Fakultas Ilmu Keolahragaan menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. "Terakhir pada masa Prof Hasmyati itu buka jurusan Promosi Kesehatan dan sekarang sudah berjalan," kata salah satu dosen FIKK UNM Muhammad Rhesa.
Dirinya mengatakan selain capaian akademik, Prof Hasmyati juga aktif dalam organisasi regional dan nasional. Ia tercatat pernah dipercaya sebagai bendahara umum ISORI dan APKORI.
"Dengan pengalaman akademik, organisasi dan manajerial tersebut, perjalanan Prof Hasmyati di FIKK menjadi bagian dari rekam jejak kepemimpinan yang menarik untuk melihat kiprahnya dalam pengembangan pendidikan tinggi di UNM," katanya.
Diketahui pada 21 September hingga 9 Oktober 2026 masa pendaftaran bakal calon Rektor UNM dilakukan. Setelah melakukan sosialisasi di seluruh fakultas jajaran universitas.
Pada kontestasi tahun ini, sejumlah nama disebut bakal bersaing. Selain Prof Hasmyati, juga ada nama Dekan FMIPA Prof Suwardi Annas, juga ada Wakil Rektor I Prof Aslinda, WR III Dr Arifin Manggau dan juga ada nama guru besar FMIPA Prof Eko Hadi Sujiono.
Sebelumnya Prof Hasmyati mengaku masih menunggu momentum tepat untuk mengumumkan kesiapannya maju di Pilrek UNM. Namun dirinya menekankan pentingnya menjaga suasana kampus tetap kondusif dan membangun kebersamaan.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih UNM selama ini merupakan hasil kerja bersama sehingga harus dipertahankan dan terus dikembangkan. “Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun suasana kampus yang baik, tetap kondusif, dan menjaga kebersamaan,” kata Prof Hasmyati.
Ia berharap dinamika Pilrek tidak mengganggu hubungan antarsivitas akademika. Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membawa UNM semakin maju.
(GUS)
Berita Terkait
News
Santai Jelang Pemeriksaan Kesehatan Pilrek UNM, Prof Hasmyati Pilih Main Tenis Bersama Dosen
Menjelang pemeriksaan kesehatan dalam rangkaian Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031, Prof Dr Hasmyati, M.Kes selalu menyempatkan diri berolahraga bersama kolega di lingkungan kampus.
Rabu, 14 Okt 2026 13:12
News
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
Status keanggotaan Senat Universitas Negeri Makassar (UNM) Wakil Rektor II UNM, Prof Hartati, disorot menjelang pemilihan Rektor UNM.
Jum'at, 09 Okt 2026 06:31
Makassar City
6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas
Sebanyak enam akademisi telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031. Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (9/10/2026).
Kamis, 08 Okt 2026 14:47
News
Daftar Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Visi Center of Excellence Kependidikan
Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031, di lantai 14 Menara Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Kamis (8/10/2026).
Kamis, 08 Okt 2026 13:05
Sulsel
Prof Suwardi Annas Diantar Ketua PWNU Sulsel Daftar Pilrek UNM, Kantongi 30% Dukungan Voters
Dekan FMIPA UNM, Prof Suwardi Annas mantap maju di Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM. Ia resmi menyerahkan berkas pencalonannya ke panitia di Gedung Pinisi UNM pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 14:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi