Bupati dan Forkopimda Pantau Stok BBM, Antisipasi Antrean di SPBU

Sabtu, 12 Sep 2026 04:55
Bupati dan Forkopimda Pantau Stok BBM, Antisipasi Antrean di SPBU
Bupati Pangkep, M Yusran Lalogau saat berada di salah satu SPBU bersama jajaran Forkopimda. Foto: Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pemantauan dilakukan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau bersama Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, perwakilan Dandim 1421/Pangkep serta Tim Satgas pengawasan BBM bersubsidi di salah satu SPBU di wilayah Pangkajene, Jumat (11/9/2026).

Dalam pemantauan tersebut, Bupati melihat langsung ketersediaan BBM, khususnya Pertalite dan Solar. Berdasarkan keterangan pengelola SPBU, stok Pertalite dan Solar di SPBU tersebut sekitar 16 kiloliter (KL) setiap hari.

"Tadi subuh sudah diisi 8 KL, mobil kedua akan mengisi lagi siang ini, " katanya.

Yusran berharap seluruh SPBU di Kabupaten Pangkep, khususnya yang menyalurkan Pertalite dan Solar, dapat segera melakukan pengisian kembali ketika stok mulai menipis. Hal itu penting untuk mencegah terjadinya antrean panjang yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Kami harapkan setiap SPBU di Pangkep, khususnya Pertalite dan Solar, segera terisi agar tidak menyebabkan antrean dan kemacetan," ujar Yusran.

Ia juga berharap penyaluran BBM oleh Pertamina di wilayah Sulawesi Selatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di SPBU.

"Untuk saat ini kalau dibilang aman, mungkin aman karena ada penyampaian dari pihak manajer bahwa akan ada pengisian lagi sebentar. Semoga bisa mengurai antrean dan kemacetan," katanya.

Pemkab Pangkep bersama Satgas pengawasan BBM bersubsidi juga akan melakukan pemantauan ke sejumlah SPBU di wilayah Pangkep. Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penyimpangan.

Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan pihak terkait dalam melakukan pengawasan sekaligus menyelidiki apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM.

"Ini merupakan kolaborasi dan kerja sama untuk menyelidiki dugaan-dugaan penyimpangan. Kalau ada penyimpangan, tentu akan kami sesuaikan dengan aturan pusat untuk penindakan," tegasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru