Mentan Amran Sulaiman Tawarkan Kolaborasi Pertanian kepada Unismuh Makassar

Sabtu, 12 Sep 2026 17:57
Mentan Amran Sulaiman Tawarkan Kolaborasi Pertanian kepada Unismuh Makassar
Suasana Ta’aruf Mahasiswa Baru 2026 Unismuh di lantai 3 Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (12/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, membuka peluang kolaborasi pengembangan sektor pertanian bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Hal tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Unismuh Makassar di lantai 3 Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (12/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Amran memberikan orasi ilmiah di hadapan ribuan mahasiswa baru. Ia juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa yang membutuhkan.

Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, mengatakan jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun akademik ini mencapai sekitar 7.000 orang. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3.300 mahasiswa reguler serta mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Rakhim, kehadiran Mentan Amran menjadi momentum penting karena orasi ilmiah yang disampaikan berkaitan dengan prioritas pembangunan bangsa, khususnya kepada mahasiswa dan sivitas akademika Unismuh.

Menanggapi ajakan Mentan untuk melibatkan mahasiswa dalam sektor pertanian, Rakhim mengatakan Unismuh akan memulainya melalui Fakultas Pertanian.

"Ini tentu akan kita mulai dari sini karena kita memiliki Fakultas Pertanian. Maka, kita akan mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa kita untuk masuk ke dalam sektor ketahanan pangan," ujarnya.

Rakhim menambahkan, peluang kolaborasi tersebut juga dapat melibatkan program studi lain karena penguasaan ilmu pengetahuan saat ini bersifat lintas disiplin.

"Sebagaimana yang kita pahami, saat ini penguasaan ilmu pengetahuan sudah bersifat lintas disiplin. Bagi siapa saja yang memiliki bakat untuk terlibat dalam sektor-sektor pembangunan Negara Republik Indonesia, khususnya sektor pertanian, nanti akan diarahkan melalui kampus kita di Universitas Muhammadiyah ini," tambahnya.

Mentan Beri Beasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Amran memberikan beasiswa secara spontan kepada sejumlah mahasiswa baru, khususnya mereka yang berstatus yatim piatu dan penghafal Al-Qur’an.

Amran mengaku terharu setelah mengetahui terdapat lebih dari 20 mahasiswa baru yang berstatus yatim piatu dan tengah berjuang melanjutkan pendidikan tinggi.

"Kami datang ke sini untuk berbagi cerita, pengalaman, suka dan duka sampai kami berada pada titik hari ini. Dan kami sangat terharu, banyak anak-anak kita yatim piatu, ada 20 lebih," ungkapnya.

Amran mengatakan, mahasiswa yang tidak lagi memiliki orang tua membutuhkan dukungan agar dapat melanjutkan pendidikan.

"Dia (mahasiswa baru) membutuhkan uluran tangan kami, kita semua, untuk anak-anak yang lagi berjuang. Tetapi, dia adalah yatim piatu, tidak ada bapak, tidak ada ibu. Bahkan ada yang numpang," sambungnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa yatim piatu masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp10 juta, sedangkan mahasiswa lainnya menerima Rp5 juta.

"Alhamdulillah kami tadi memberikan beasiswa ada 10 juta satu orang, yang tadi yang betul-betul tidak punya orang tua ada 10 juta, anak-anak yang lain 5 juta. Tapi dia butuh, kami yakin tidak cukup, tetapi itu adalah bentuk kepedulian apa yang kita, kami bisa berikan pada anak-anak kita semua tadi. Karena dia adalah yatim piatu," jelasnya.

Selain mahasiswa yatim piatu, Amran juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, penguatan karakter dan moral perlu dilakukan sejak usia muda.

"Kemudian yang hafiz Al-Qur'an, ini kita dorong juga. Tadi ada 20-an. Ini harus kita dorong. 29 tadi kita berikan juga. Ini kita harus dorong semua. Sebab apa? Itu kita krisis moral. Karakter ini harus dibangun dari masa muda, dari kecil. Di saat mahasiswa harus dibangun. Harus bermental jujur, harus berkarakter kuat, harus peduli pada sesama, anti korupsi, dan jangan mengambil kalau bukan hak. Inilah yang kita sampaikan," katanya.

Amran juga menawarkan dukungan Kementerian Pertanian untuk pengembangan lahan pertanian di lingkungan Unismuh Makassar. Dukungan tersebut mencakup penyediaan bibit, pengolahan tanah, hingga pembiayaan sesuai kebutuhan program.

"Boleh. Kalau ada lahan, kami siapkan. Kami siapkan, dan yang ada sekarang kakao, mente, jagung, itu gratis. Pengolahan tanahnya, tunjuk saja tanahnya, kami siapkan pendanaannya. Tunjuk katakanlah ada 100 hektar, ini bisa kita garap. Pak Rektor nanti komunikasi dengan Pak Dirjen, Pak Kepala Badan, ini ada Dirjen Prasarana. Kita ini harus kolaborasi, kita ini harus produktif," ucapnya.

Amran juga mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang ekonomi. Ia menilai lahan tidur dan potensi pertanian dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan.

"Kalau kita tanam 2–3 hektar atau 5 hektar, apalagi kopi, kakao, itu penghasilannya di atas daripada pegawai negeri yang baru dimulai. Bahkan kemarin, ikut pertanian modern, itu pendapatannya 20 juta. Di atas gaji menteri. Tapi mau enggak?" ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kemauan untuk bekerja dan mengembangkan potensi yang tersedia sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

"Kesimpulannya, kalau kita tidak menganggur, bangunkan lahan tidur, bangunkan potensi, Indonesia menjadi swasembada," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru