Respons Cepat Tuntutan Peternak, Mentan Pastikan Penyerapan MBG dan Pakan Subsidi Bulog

Selasa, 11 Agu 2026 11:09
Respons Cepat Tuntutan Peternak, Mentan Pastikan Penyerapan MBG dan Pakan Subsidi Bulog
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di JK Arenatorium Unhas, Selasa (11/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk membela dan melindungi peternak kecil dari potensi praktik merugikan oleh perusahaan besar.

Hal tersebut ia sampaikan terkait aksi unjuk rasa serta tuntutan yang sempat dilayangkan oleh para peternak ayam dan telur terkait stabilitas harga dan pasar, salah satunya di Sulawesi Selatan pada Senin (10/8/2026).

Amran menegaskan bahwa pemerintah terus berkomiten berada di pihak peternak kecil. "Yang terpenting, pemerintah harus berpihak pada peternak kecil! Sekali lagi, kami berada pada pihak peternak kecil. Kami langsung telepon waktu itu kepada Ketua Asosiasi Peternak Indonesia, dan mereka angkat jempol dan mengucapkan terima kasih pada pemerintah," tegasnya.

Dia bilang, Kementerian Pertanian RI telah berkoordinasi langsung dengan pihak Badan Gizi (MBG) untuk memastikan penyerapan produk peternak lokal.

"Satu, permintaannya adalah MBG agar menyerap telur ayam. Kami sudah tertulis resmi dan telepon langsung Kepala BGN, sudah setuju," ungkapnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, Amran juga telah menginstruksikan Perum Bulog telah untuk menyalurkan pakan subsidi (SPHP).

"Kedua adalah minta pakan. Pakan SPHP. Sekarang kami sudah perintahkan Bulog agar disalurkan sampai Desember. Itu sudah aman. Kemudian yang ketiga adalah harga pakan, DOC, dan seterusnya," lanjutnya.

Kementerian Pertanian, lanjut dia, mengumpulkan perwakilan peternak se-Indonesia di Surabaya untuk membahas isu tersebut.

"Jadi, sebentar ini aku mendarat nih, sebentar di Surabaya, kami undang peternak se-Indonesia dan tidak boleh biarkan peternak kecil dipermainkan oleh perusahaan besar. Pasti kami gilas, nggak boleh! Semua yang produsen pakan, kemudian MBG, tim MBG, dari Pertanian, dari Satgas hadir semua sebentar. Kami diangkat jadi menteri disumpah untuk berpihak pada rakyat, bukan untuk basa-basi! Bukan untuk pencitraan saja! Kami langsung minta karena kami kunjungan Jawa Timur, sebentar rapat se-Indonesia," tuturnya.

Menanggapi pertanyaan terkait keluhan harga pakan yang meroket, Amran memastikan bahwa pemerintah telah memberlakukan harga SPHP yang disubsidi khusus untuk menstabilkan harga.

"Harga pakan nanti, kita sudah memberi harga SPHP disubsidi pemerintah. Dan itu disalurkan oleh Bulog. Kami sudah putuskan, kami sudah tanda tangan," terangnya saat ditemui di JK Arenatorium Unhas.

Ia juga membeberkan, surat keputusan (SK) terkait SPHP pakan murah bersubsidi telah ditandatangani lebih dulu sebelum aksi unjuk rasa peternak berlangsung.

"Hanya saja mungkin, kemarin kan demonya mau besar-besaran, mungkin ini terlanjur sudah persiapan. Tapi sebelum demo, kami sudah dahului, sudah tanda tangan SK-nya SPHP. SPHP itu adalah pakan yang murah disubsidi pemerintah kepada peternak kecil. Kemudian ke MBG sudah saya tanda tangan, semua sudah," imbuhnya.

Ia pun mengonfirmasi bahwa komoditas daging ayam dan telur dari peternak akan disalurkan langsung melalui program MBG.

"Ke MBG, daging ayam dengan telur. Kalau dulu makan satu kali, kalau dia turun harga, tiga kali. Sekarang harganya kan sudah naik, merangkak naik kan," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan peternak rakyat yang tergabung dalam Aksi Damai Peternak Rakyat Sulawesi menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Senin (10/8/2026).

Para peternak memprotes tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur. Kondisi tersebut disebut membuat peternak mengalami kerugian selama empat bulan terakhir.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru