Kementan Genjot Indeks Pertanaman Lewat Gerakan Tanam Serempak di 25 Provinsi
Sabtu, 01 Agu 2026 07:41
Kementerian Pertanian menggelar Gerakan Tanam Serempak di 25 provinsi sebagai upaya mempercepat peningkatan indeks pertanaman dan mendukung swasembada pangan. Foto/Istimewa
KONAWE - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gerakan Tanam Serempak di 25 provinsi sebagai upaya mempercepat peningkatan indeks pertanaman, mengoptimalkan pemanfaatan lahan hasil program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) itu dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Gerakan tanam dilaksanakan secara serentak di lokasi Oplah Tahun 2024–2025 dan lahan CSR Tahun 2025 di berbagai daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Konawe, dan kepala daerah dari berbagai lokasi pelaksanaan.
Gerakan Tanam Serempak merupakan langkah percepatan pemanfaatan lahan yang telah dibangun melalui program Oplah dan CSR agar segera berproduksi. Selain memperluas areal tanam, program ini ditujukan untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga produktivitas lahan dan produksi pangan nasional terus meningkat.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi potensi dampak El Nino. Melalui percepatan tanam, lahan dapat segera dimanfaatkan sehingga tanaman memiliki waktu tumbuh yang optimal sebelum memasuki periode kering.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.
Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi serta memastikan lahan-lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah dapat segera memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan gerakan nasional yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani untuk mempercepat produksi pangan.
"Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal," katanya.
Menurut Arsanti, peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Meski masih terdapat berbagai tantangan di lapangan, ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.
"Tujuan kita adalah meningkatkan indeks pertanaman. Tantangan tentu ada, tetapi dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak saya yakin dapat kita atasi," ujarnya.
Arsanti juga menilai keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian.
"Keberhasilan swasembada pangan adalah keberhasilan kita bersama. Ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja menjaga produksi pangan nasional," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tercermin dari meningkatnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga sekitar 5,2 juta ton pada pertengahan Juli 2026, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara itu, serapan beras dalam negeri telah mencapai sekitar 3,4 juta ton setara beras.
Untuk menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, pemerintah terus mendorong berbagai langkah mitigasi, antara lain melalui program pompanisasi, percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan lahan rawa agar tetap produktif.
"Strategi menghadapi El Nino salah satunya melalui pompanisasi dan optimalisasi lahan, termasuk memanfaatkan lahan rawa agar tetap produktif dan mampu mendukung peningkatan produksi pangan," ujar Arsanti.
Dalam sesi dialog, Wakil Bupati Berau H. Gamalis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang dinilai mampu meningkatkan aktivitas pertanaman di daerah. Ia juga menyampaikan kebutuhan tambahan alat dan mesin pertanian, khususnya combine harvester, untuk mendukung panen.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapin H. Juanda melaporkan masih adanya keterbatasan infrastruktur di sejumlah lokasi Cetak Sawah Rakyat. Kendati demikian, ia optimistis penyuluh dan petani tetap mampu mendukung pelaksanaan program Kementerian Pertanian.
Menanggapi masukan tersebut, Arsanti mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mengawal peningkatan produksi pangan dan mengajak seluruh pihak terus memperkuat sinergi.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan Tin Latifah yang mengikuti kegiatan dari Provinsi Lampung menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi syarat utama keberhasilan produksi pangan.
"Kita tidak dapat berharap panen jika tidak melakukan tanam. Karena itu, apa pun kendalanya, kegiatan tanam harus terus berjalan," tegasnya.
Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak melibatkan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta petani di seluruh lokasi pelaksanaan.
Selain mempercepat peningkatan produksi pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) itu dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Gerakan tanam dilaksanakan secara serentak di lokasi Oplah Tahun 2024–2025 dan lahan CSR Tahun 2025 di berbagai daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Konawe, dan kepala daerah dari berbagai lokasi pelaksanaan.
Gerakan Tanam Serempak merupakan langkah percepatan pemanfaatan lahan yang telah dibangun melalui program Oplah dan CSR agar segera berproduksi. Selain memperluas areal tanam, program ini ditujukan untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga produktivitas lahan dan produksi pangan nasional terus meningkat.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi potensi dampak El Nino. Melalui percepatan tanam, lahan dapat segera dimanfaatkan sehingga tanaman memiliki waktu tumbuh yang optimal sebelum memasuki periode kering.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.
Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi serta memastikan lahan-lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah dapat segera memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan gerakan nasional yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani untuk mempercepat produksi pangan.
"Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal," katanya.
Menurut Arsanti, peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Meski masih terdapat berbagai tantangan di lapangan, ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.
"Tujuan kita adalah meningkatkan indeks pertanaman. Tantangan tentu ada, tetapi dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak saya yakin dapat kita atasi," ujarnya.
Arsanti juga menilai keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian.
"Keberhasilan swasembada pangan adalah keberhasilan kita bersama. Ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja menjaga produksi pangan nasional," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tercermin dari meningkatnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga sekitar 5,2 juta ton pada pertengahan Juli 2026, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara itu, serapan beras dalam negeri telah mencapai sekitar 3,4 juta ton setara beras.
Untuk menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, pemerintah terus mendorong berbagai langkah mitigasi, antara lain melalui program pompanisasi, percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan lahan rawa agar tetap produktif.
"Strategi menghadapi El Nino salah satunya melalui pompanisasi dan optimalisasi lahan, termasuk memanfaatkan lahan rawa agar tetap produktif dan mampu mendukung peningkatan produksi pangan," ujar Arsanti.
Dalam sesi dialog, Wakil Bupati Berau H. Gamalis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang dinilai mampu meningkatkan aktivitas pertanaman di daerah. Ia juga menyampaikan kebutuhan tambahan alat dan mesin pertanian, khususnya combine harvester, untuk mendukung panen.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapin H. Juanda melaporkan masih adanya keterbatasan infrastruktur di sejumlah lokasi Cetak Sawah Rakyat. Kendati demikian, ia optimistis penyuluh dan petani tetap mampu mendukung pelaksanaan program Kementerian Pertanian.
Menanggapi masukan tersebut, Arsanti mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mengawal peningkatan produksi pangan dan mengajak seluruh pihak terus memperkuat sinergi.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan Tin Latifah yang mengikuti kegiatan dari Provinsi Lampung menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi syarat utama keberhasilan produksi pangan.
"Kita tidak dapat berharap panen jika tidak melakukan tanam. Karena itu, apa pun kendalanya, kegiatan tanam harus terus berjalan," tegasnya.
Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak melibatkan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta petani di seluruh lokasi pelaksanaan.
Selain mempercepat peningkatan produksi pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Petani Bisa Tekan Biaya Produksi
Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% membantu petani mengurangi biaya produksi dan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pertanian lainnya.
Senin, 19 Okt 2026 17:04
Sulsel
Bone Juara I Kirab Swasembada Pangan Sulsel
Kabupaten Bone meraih Juara I Kirab Swasembada Pangan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (18/10/2026).
Senin, 19 Okt 2026 10:20
Sulsel
Dukung Sulsel Swasembada, Pemkab Gowa Perkuat Produksi Pangan dan Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan komitmennya memperkuat peran sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan.
Senin, 19 Okt 2026 10:13
News
Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi
Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel gabah dari lahan percontohan (demplot) menunjukkan padi yang dipanen memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.
Sabtu, 17 Okt 2026 11:08
Sulsel
Bupati Andi Rosman Paparkan Capaian Produksi Pertanian di Hadapan Dirjen Hortikultura Kementan RI
Bupati Wajo, Andi Rosman menyambut kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia diwakili Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Dr Ir Muhammad Taufik Ratule dalam acara tudang sipulung Pejuang Pertanian di Lapangan Paria, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Rabu (14/10/2026).
Rabu, 14 Okt 2026 19:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puluhan Siswa SMP-SMA SIT Darul Fikri Ikuti Simulasi Sidang PBB di DAFI-MUN
2
Prof Eko Siapkan Sistem Administrasi Terintegrasi di UNM
3
PT KIMA Gandeng Kejati Sulsel Perkuat Kepastian Hukum Investasi
4
Vale Indonesia Bantu UMKM Morowali Kantongi Sertifikat Halal untuk Perluas Pasar
5
MaRIConnected Hadirkan 26 KOL, Rayakan HUT ke-26 dengan Konsep Berbeda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puluhan Siswa SMP-SMA SIT Darul Fikri Ikuti Simulasi Sidang PBB di DAFI-MUN
2
Prof Eko Siapkan Sistem Administrasi Terintegrasi di UNM
3
PT KIMA Gandeng Kejati Sulsel Perkuat Kepastian Hukum Investasi
4
Vale Indonesia Bantu UMKM Morowali Kantongi Sertifikat Halal untuk Perluas Pasar
5
MaRIConnected Hadirkan 26 KOL, Rayakan HUT ke-26 dengan Konsep Berbeda