Kelangkaan BBM dan Gas Mulai Ganggu Aktivitas Pertanian di Gowa
Sabtu, 12 Sep 2026 19:19
Munawir beraktivitas di kebun parianya, Sabtu (12/9/2026). Kebun ini sudah memasuki masa panen. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
GOWA - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji selama beberapa waktu terakhir mulai mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sejumlah lahan pertanian dan perkebunan mulai kekurangan air karena petani kesulitan memperoleh bahan bakar untuk mengoperasikan pompa pengairan.
Salah seorang petani dan pekebun, Munawir (32), mengatakan lahan yang dikelolanya mulai mengering dalam beberapa hari terakhir.
Munawir mengelola kebun paria, melon, dan rambutan. Menurutnya, tanaman tersebut membutuhkan pengairan secara rutin, terutama karena sebagian tanaman sedang memasuki masa panen.
Biasanya, ia menggunakan pompa air yang telah dimodifikasi atau dikonversi agar dapat beroperasi menggunakan gas elpiji 3 kilogram.
"Satu gas biasanya bisa menyala 3 sampai 5 jam," ujar Munawir ditemui di kebunnya, Sabtu (12/9/2026).
Namun, kelangkaan gas membuat pengairan kebun menjadi terganggu. Menurut Munawir, gas masih bisa ditemukan di sejumlah tempat, tetapi harganya terlampau mahal dan bisa mencapai Rp40 ribu per tabung.
Ia juga mempertimbangkan mengganti mesin pompa konverter ke mesin berbahan bakar BBM. Namun, pilihan tersebut juga belum menjadi solusi karena pertalite disebut sulit diperoleh.
"Kalau mau ganti ke BBM, pertalite juga susah didapat," katanya.
Munawir berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan BBM dan gas yang mulai berdampak terhadap aktivitas petani.
Ia meminta pemerintah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar, khususnya gas elpiji 3 kilogram dan pertalite, agar petani dapat kembali mengairi lahan secara rutin.
"Harapannya pemerintah segera bertindak, supaya kami bisa kembali bekerja dan tanaman tidak rusak karena kekurangan air," ujarnya.
Selain kebun hortikultura, kondisi serupa juga dikhawatirkan berdampak pada lahan persawahan yang membutuhkan pengairan.
Sejumlah lahan pertanian dan perkebunan mulai kekurangan air karena petani kesulitan memperoleh bahan bakar untuk mengoperasikan pompa pengairan.
Salah seorang petani dan pekebun, Munawir (32), mengatakan lahan yang dikelolanya mulai mengering dalam beberapa hari terakhir.
Munawir mengelola kebun paria, melon, dan rambutan. Menurutnya, tanaman tersebut membutuhkan pengairan secara rutin, terutama karena sebagian tanaman sedang memasuki masa panen.
Biasanya, ia menggunakan pompa air yang telah dimodifikasi atau dikonversi agar dapat beroperasi menggunakan gas elpiji 3 kilogram.
"Satu gas biasanya bisa menyala 3 sampai 5 jam," ujar Munawir ditemui di kebunnya, Sabtu (12/9/2026).
Namun, kelangkaan gas membuat pengairan kebun menjadi terganggu. Menurut Munawir, gas masih bisa ditemukan di sejumlah tempat, tetapi harganya terlampau mahal dan bisa mencapai Rp40 ribu per tabung.
Ia juga mempertimbangkan mengganti mesin pompa konverter ke mesin berbahan bakar BBM. Namun, pilihan tersebut juga belum menjadi solusi karena pertalite disebut sulit diperoleh.
"Kalau mau ganti ke BBM, pertalite juga susah didapat," katanya.
Munawir berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan BBM dan gas yang mulai berdampak terhadap aktivitas petani.
Ia meminta pemerintah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar, khususnya gas elpiji 3 kilogram dan pertalite, agar petani dapat kembali mengairi lahan secara rutin.
"Harapannya pemerintah segera bertindak, supaya kami bisa kembali bekerja dan tanaman tidak rusak karena kekurangan air," ujarnya.
Selain kebun hortikultura, kondisi serupa juga dikhawatirkan berdampak pada lahan persawahan yang membutuhkan pengairan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Mantan Kapolda Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Dibantu 17 Bupati Sejahterahkan Petani
Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026).
Minggu, 04 Okt 2026 18:34
News
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam audiensi, mulai dari pengawasan SPBU, distribusi BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga upaya memastikan penyaluran energi berjalan sesuai ketentuan.
Jum'at, 25 Sep 2026 16:45
Sulsel
Pasokan LPG 3 Kg di Pinrang Normal, Pertamina Tambah 18.480 Tabung
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Pinrang hingga 18.480 tabung untuk menjaga ketersediaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Rabu, 23 Sep 2026 18:47
News
Pertamina Perkuat Suplai LPG 3 Kg di Sejumlah Wilayah Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyesuaikan penyaluran LPG 3 Kg di sejumlah wilayah sepanjang September 2026 untuk merespons perkembangan kebutuhan masyarakat.
Selasa, 22 Sep 2026 10:29
Sulsel
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar
Keluhan soal gaji kecil dari para operator SPBU di Luwu Timur akhirnya sampai ke telinga Bupati Irwan Bachri Syam.
Rabu, 16 Sep 2026 20:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei