AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
Rabu, 16 Sep 2026 20:12
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Luwu Timur (AMPLI) melayangkan laporan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Islamic Center Malili, Kabupaten Luwu Timur, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur.
LUWU TIMUR - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Luwu Timur (AMPLI) melayangkan laporan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Islamic Center Malili, Kabupaten Luwu Timur, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur.
Laporan bernomor 007/Spm/B/Ampli/IX/2026 itu menyoroti proyek senilai total sekitar Rp43,6 miliar yang dikerjakan dalam tiga tahap sepanjang 2022 hingga 2024.
Koordinator Lapangan AMPLI, Yolanda Johan, mengatakan berkas laporan fisik akan diserahkan langsung ke Kejari Lutim paling lambat Senin pekan ini, bersamaan dengan aksi unjuk rasa.
"Paling lambat Senin laporan fisiknya saya antar ke kejaksaan disertai aksi demonstrasi," kata Yolan, kepada Sindomakassar, Rabu (16/09/2026).
Dalam laporannya, AMPLI merinci tiga tahap anggaran proyek, tahap pertama pada 2022 senilai Rp14,6 miliar untuk pekerjaan struktur bawah dan pondasi, tahap kedua pada 2023 senilai Rp8 miliar untuk rangka atap dan area parkir, serta tahap ketiga pada 2024 senilai Rp21 miliar yang menurut laporan itu belum tersedia rincian penggunaannya secara terbuka ke publik.
Sorotan itu muncul setelah bagian plafon Islamic Center Malili dilaporkan rusak berat dan ambruk pada awal April 2026, padahal usia bangunan tergolong baru. Kondisi itu memicu keresahan warga soal kesesuaian antara besaran anggaran dan mutu pekerjaan di lapangan.
AMPLI menegaskan laporan ini tidak menuding pihak tertentu sebagai tersangka. Organisasi itu meminta Kejari Lutim melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk menelusuri kesesuaian desain, mutu bahan, volume pekerjaan yang dibayar, serta kemungkinan kerugian keuangan negara, sebelum menetapkan siapa pun sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Proyek Islamic Center Malili berlangsung pada masa kepemimpinan Bupati Luwu Timur saat itu, H. Budiman Hakim, yang menjabat hingga 2024 sebelum digantikan Irwan Bachri Syam melalui Pilkada 2024.
Pada Pilkada 2024, Budiman yang maju sebagai incumbent harus mengakui keunggulan Irwan Bachri Syam yang kemudian terpilih sebagai Bupati Luwu Timur.
Selain itu, Kepolisian sendiri disebut telah memulai penelusuran awal. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu Timur, AKP Jody Dharma, memastikan pihaknya telah mulai mendalami proyek tersebut dari berbagai aspek, termasuk kemungkinan pengurangan spesifikasi material dan dugaan mark-up anggaran.
Sementara itu, pihak Kejari Lutim sebelumnya menyatakan perkara ini belum masuk dalam penanganan mereka.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Deri F Rachman, menyampaikan fokus penanganan Kejari saat ini berada pada dua perkara lain, yakni dugaan pengadaan ambulans dan seragam sekolah.
Laporan bernomor 007/Spm/B/Ampli/IX/2026 itu menyoroti proyek senilai total sekitar Rp43,6 miliar yang dikerjakan dalam tiga tahap sepanjang 2022 hingga 2024.
Koordinator Lapangan AMPLI, Yolanda Johan, mengatakan berkas laporan fisik akan diserahkan langsung ke Kejari Lutim paling lambat Senin pekan ini, bersamaan dengan aksi unjuk rasa.
"Paling lambat Senin laporan fisiknya saya antar ke kejaksaan disertai aksi demonstrasi," kata Yolan, kepada Sindomakassar, Rabu (16/09/2026).
Dalam laporannya, AMPLI merinci tiga tahap anggaran proyek, tahap pertama pada 2022 senilai Rp14,6 miliar untuk pekerjaan struktur bawah dan pondasi, tahap kedua pada 2023 senilai Rp8 miliar untuk rangka atap dan area parkir, serta tahap ketiga pada 2024 senilai Rp21 miliar yang menurut laporan itu belum tersedia rincian penggunaannya secara terbuka ke publik.
Sorotan itu muncul setelah bagian plafon Islamic Center Malili dilaporkan rusak berat dan ambruk pada awal April 2026, padahal usia bangunan tergolong baru. Kondisi itu memicu keresahan warga soal kesesuaian antara besaran anggaran dan mutu pekerjaan di lapangan.
AMPLI menegaskan laporan ini tidak menuding pihak tertentu sebagai tersangka. Organisasi itu meminta Kejari Lutim melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk menelusuri kesesuaian desain, mutu bahan, volume pekerjaan yang dibayar, serta kemungkinan kerugian keuangan negara, sebelum menetapkan siapa pun sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Proyek Islamic Center Malili berlangsung pada masa kepemimpinan Bupati Luwu Timur saat itu, H. Budiman Hakim, yang menjabat hingga 2024 sebelum digantikan Irwan Bachri Syam melalui Pilkada 2024.
Pada Pilkada 2024, Budiman yang maju sebagai incumbent harus mengakui keunggulan Irwan Bachri Syam yang kemudian terpilih sebagai Bupati Luwu Timur.
Selain itu, Kepolisian sendiri disebut telah memulai penelusuran awal. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu Timur, AKP Jody Dharma, memastikan pihaknya telah mulai mendalami proyek tersebut dari berbagai aspek, termasuk kemungkinan pengurangan spesifikasi material dan dugaan mark-up anggaran.
Sementara itu, pihak Kejari Lutim sebelumnya menyatakan perkara ini belum masuk dalam penanganan mereka.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Deri F Rachman, menyampaikan fokus penanganan Kejari saat ini berada pada dua perkara lain, yakni dugaan pengadaan ambulans dan seragam sekolah.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
Keputusan kontroversial kembali menyeret lingkaran kekuasaan lama di Bumi Batara Guru. Mantan Bupati Luwu Timur, Budiman, resmi diadukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Progres pada Rabu (16/9/2026).
Rabu, 16 Sep 2026 19:30
Sulsel
Kejari Lutim Buka Suara soal Dua Kasus Korupsi, Seragam Sekolah dan Ambulans Masih Diproses
Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur memastikan dua perkara dugaan korupsi yang menjadi perhatian masyarakat belum berhenti.
Senin, 07 Sep 2026 15:22
Sulsel
Kejari Lutim Tegaskan Penguatan Integritas dan Tata Kelola Pemerintahan
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 menjadi momentum krusial untuk mengembalikan integritas kejaksaan, sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum dan pemerintah daerah di Kabupaten Luwu Timur.
Rabu, 02 Sep 2026 18:00
Sulsel
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
Aktivis Luwu Timur, Nur Alam, mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan permasalahan proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili.
Minggu, 28 Jun 2026 16:28
Sulsel
Kejari Lutim Musnahkan Barang Bukti 53 Perkara, Sabu 183 Gram hingga Detonator
Kejaksaan Negeri Luwu Timur melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap, di halaman Kantor Kejari Luwu Timur, Malili, Kamis (21/05/26).
Kamis, 21 Mei 2026 12:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
192 Atlet Siap Bertanding di Kejurda Pelajar Shorinji Kempo IV Sulsel
3
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
4
Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK
5
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
192 Atlet Siap Bertanding di Kejurda Pelajar Shorinji Kempo IV Sulsel
3
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
4
Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK
5
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda