Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek

Minggu, 28 Jun 2026 16:28
Kasus Islamic Center Malili Belum Ditangani, Aktivis Nilai Penegakan Hukum Mandek
Kondisi proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Aktivis Luwu Timur, Nur Alam, mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan permasalahan proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili.

Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan mengenai proses penanganan kasus yang sempat menjadi sorotan publik.

Berdasarkan hasil konfirmasi, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Deri F. Rachman, menyampaikan pihaknya saat ini tidak menangani perkara terkait proyek Islamic Center.

Menurutnya, fokus Kejaksaan saat ini berada pada dua perkara lain, yakni dugaan kasus pengadaan ambulans dan seragam sekolah.

"Tidak ada masuk, Pak. Yang saat ini menjadi fokus ada dua kasus, yaitu ambulans dan seragam sekolah," ujar Deri.

Ia juga menjelaskan bahwa penanganan dugaan kasus pengadaan seragam sekolah masih berada pada tahap pemanggilan saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Lutim, Ipda Mustajuddin juga menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak pernah menangani laporan terkait proyek Islamic Center Malili.

"Ini kita tidak pernah menangani laporan terkait Islamic Center," kata Ipda Mustajuddin.

Menanggapi hal tersebut, Nur Alam menilai belum adanya proses penanganan oleh aparat penegak hukum menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran besar dan sempat menjadi sorotan akibat ambruknya plafon bangunan seharusnya mendapat perhatian serius.

"Kasus baru diprioritaskan, sementara kasus lama seperti diabaikan. Padahal bangunan Islamic Center berada di tengah Kota Malili. Tidak baik jika persoalan ini dibiarkan tanpa kejelasan," kata Nur Alam.

Ia mengaku heran karena hingga kini belum terlihat adanya tindak lanjut yang jelas, padahal sebelumnya muncul berbagai sorotan terhadap kondisi fisik bangunan, termasuk insiden ambruknya plafon yang memunculkan dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek.

Nur Alam pun meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait agar tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia berharap dilakukan langkah-langkah yang transparan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai ada atau tidaknya pelanggaran dalam proyek pembangunan Masjid Islamic Center Malili.
(UMI)
Berita Terkait
Wabup Luwu Timur Puspawati: Pendidikan Karakter Kunci Bentuk Generasi Islami
Sulsel
Wabup Luwu Timur Puspawati: Pendidikan Karakter Kunci Bentuk Generasi Islami
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler menegaskan pendidikan tidak cukup berhenti pada aspek kecerdasan, tetapi harus dibarengi pembentukan karakter, keimanan, dan akhlak peserta didik.
Jum'at, 25 Sep 2026 21:00
Kejari Luwu Timur Sebut Program Kampung Pangan Bukan Sekadar Penegakan Hukum
Sulsel
Kejari Luwu Timur Sebut Program Kampung Pangan Bukan Sekadar Penegakan Hukum
Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur memperluas fungsinya di luar penegakan hukum dengan mendampingi tata kelola pemerintahan Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, lewat Program Kampung Pangan Adhyaksa.
Kamis, 24 Sep 2026 20:08
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Sulsel
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan kesiapan menjelang verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026 yang akan dilakukan Tim Kementerian Kesehatan RI.
Kamis, 24 Sep 2026 19:52
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
News
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur menerima dua laporan pengaduan terkait proyek pembangunan Islamic Center Malili, menyusul aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Luwu Timur (AMPLI) di halaman kantor Kejari, Rabu (23/09/26).
Rabu, 23 Sep 2026 16:48
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Sulsel
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tercatat 2,34 persen per Agustus 2026, sementara secara bulanan (month to month) daerah ini justru mengalami deflasi 0,43 persen.
Rabu, 23 Sep 2026 09:08
Berita Terbaru