128 Koperasi Merah Putih di Luwu Timur Dibidik Aktif Tahun Ini, Lahan Jadi Batu Sandungan

Senin, 10 Agu 2026 14:22
128 Koperasi Merah Putih di Luwu Timur Dibidik Aktif Tahun Ini, Lahan Jadi Batu Sandungan
Ilustrasi Koperasi Merah Putih. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Ambisi besar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menghidupkan 128 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan mulai memasuki babak penentuan.

Sebanyak 63 bangunan koperasi telah berdiri, namun jalan menuju operasional penuh masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah ketersediaan lahan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Luwu Timur, Senfry Oktavianus, mengatakan pembangunan terus bergerak meski tidak seluruh desa memiliki kondisi lahan yang sama.

“Tidak semua desa memiliki lahan atau aset pemerintah yang bisa langsung digunakan. Ada yang harus berproses dengan aset milik provinsi maupun kementerian, dan ada juga desa yang harus melakukan pengadaan lahan baru,” kata Senfry.

Dari 128 unit yang menjadi target, 63 unit telah selesai secara fisik. Sementara 10 unit masih dalam proses pembangunan, sekitar 20 unit berada pada tahap persiapan, dan 35 unit masih berada dalam tahap pengupayaan lahan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pembangunan Koperasi Merah Putih bukan lagi sekadar soal membangun gedung, tetapi bagaimana memastikan setiap desa memiliki lokasi yang sesuai agar koperasi dapat benar-benar berfungsi.

Menurut Senfry, persoalan lahan bahkan memunculkan dinamika di lapangan. Di kawasan Puncak Karsa, misalnya, terdapat penolakan masyarakat terhadap rencana pemanfaatan fasilitas publik atau lapangan sebagai lokasi pembangunan gedung koperasi.

“Di beberapa tempat memang ada dinamika terkait lahan. Ada masyarakat yang tidak ingin fasilitas publik atau lapangan yang ada dialihfungsikan untuk pembangunan koperasi,” ujarnya.

Meski demikian, dari sisi kelembagaan, seluruh 128 calon Koperasi Merah Putih telah memiliki pengurus dan legalitas badan hukum.

Artinya, persoalan utama kini berada pada percepatan pembangunan fisik serta kesiapan operasional.

Senfry menjelaskan, koperasi yang bangunannya telah rampung belum otomatis langsung beroperasi menggunakan gedung baru. Masih ada tahapan verifikasi dan validasi, penerbitan Berita Acara Pemeriksaan, hingga Berita Acara Serah Terima.

Setelah seluruh proses tersebut rampung, vendor akan melengkapi koperasi dengan berbagai sarana pendukung, termasuk perlengkapan penjualan serta kendaraan operasional berupa mobil dan sepeda motor.

“Yang sudah selesai secara fisik kita dorong agar segera masuk ke tahap operasional. Kita targetkan tahun ini koperasi sudah mulai aktif melayani masyarakat,” tegasnya.

Untuk sementara, sebagian koperasi yang bangunannya telah selesai masih menjalankan aktivitas melalui gerai atau ruang yang tersedia di kantor desa.

Pemkab Luwu Timur pun kini berpacu dengan waktu. Sebab, target 128 koperasi bukan hanya soal mengejar jumlah bangunan yang berdiri, tetapi memastikan seluruhnya benar-benar hidup, beroperasi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
(UMI)
Berita Terkait
Wabup Luwu Timur Puspawati: Pendidikan Karakter Kunci Bentuk Generasi Islami
Sulsel
Wabup Luwu Timur Puspawati: Pendidikan Karakter Kunci Bentuk Generasi Islami
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler menegaskan pendidikan tidak cukup berhenti pada aspek kecerdasan, tetapi harus dibarengi pembentukan karakter, keimanan, dan akhlak peserta didik.
Jum'at, 25 Sep 2026 21:00
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Sulsel
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan kesiapan menjelang verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026 yang akan dilakukan Tim Kementerian Kesehatan RI.
Kamis, 24 Sep 2026 19:52
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Sulsel
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tercatat 2,34 persen per Agustus 2026, sementara secara bulanan (month to month) daerah ini justru mengalami deflasi 0,43 persen.
Rabu, 23 Sep 2026 09:08
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
Sulsel
Sengketa HPL Malili, Pemkab Lutim Siap Jadi Pihak Intervensi di PTUN Makassar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menyatakan kesiapannya menjadi pihak intervensi dalam perkara sengketa Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili
Rabu, 23 Sep 2026 00:19
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
Sulsel
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menetapkan donor darah aparatur sipil negara (ASN) sebagai agenda rutin bulanan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan mendapat giliran secara bergilir.
Senin, 21 Sep 2026 16:35
Berita Terbaru