Lahan Laoli Bukan Perampasan! Bupati Luwu Timur Tegaskan Tanah Proyek PSN Sah Milik Pemkab
Jum'at, 07 Agu 2026 13:53
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saat memberikan konferensi pers di Makassar pada Jumat (07/08/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim) menjelaskan dasar hukum kepemilikan lahan yang menjadi lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri PT Indonesia Huadi Industry Park (IHIP) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam meluruskan informasi terkait narasi yang beredar bahwa upaya penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu, bukanlah perampasan lahan. Tanah tersebut sah secara hukum milik Pemkab Lutim.
"Pada tanggal 30 (Juli), kami Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melakukan penertiban atas asset yang kami memiliki yang bersertifikat," kata Bupati Irwan dalam sesi konferensi pers di Makassar pada Jumat (07/08/2026).
Kabag Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Andi Muhammad Reza menambahkan dasar hukum kepemilikan lahan yang menjadi lokasi proyek.
Dijelaskan, riwayat lahan bermula dari pencabutan izin lokasi PT Nusdeco pada 1998, sehingga lahan kembali menjadi kewenangan pemerintah. Selanjutnya, pada 2007, PT International Nickel Indonesia Tbk (kini PT Vale Indonesia Tbk) memperoleh hak pakai seluas 395,81 hektare sebagai lahan kompensasi pembangunan PLTA Karebbe.
"Lahan tersebut kemudian menjadi bagian dari kewajiban rehabilitasi kawasan hutan. Setelah aturan berubah pada 2008, PT Vale memilih memenuhi kewajiban melalui pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), meski kegiatan reboisasi telah dilakukan sebelumnya," ujarnya.
Reza mengungkapkan bahwa pada 2016 PT Vale pernah melaporkan dugaan perusakan kawasan reboisasi kepada kepolisian. Perkara tersebut kemudian diproses hingga pengadilan dan berujung pada putusan berkekuatan hukum terhadap sejumlah pelaku.
Selanjutnya, pada 2022 PT Vale menghibahkan lahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan akta hibah yang dibuat oleh PPAT. Proses hibah tersebut juga memperoleh pendapat hukum dari Kejaksaan Negeri Luwu Timur yang menyatakan peralihan hak tersebut sah menurut ketentuan hukum.
Pemkab menambahkan, Kementerian ATR/BPN kemudian menerbitkan Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur seluas 3.945.000 meter persegi berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 44/HPL/KEM-ATR/BPN/VIII/2024.
"Dengan terbitnya HPL tersebut, pemerintah daerah menyatakan memiliki dasar hukum untuk mengelola, memanfaatkan, dan mengamankan aset daerah dimaksud," tandasnya.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam meluruskan informasi terkait narasi yang beredar bahwa upaya penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu, bukanlah perampasan lahan. Tanah tersebut sah secara hukum milik Pemkab Lutim.
"Pada tanggal 30 (Juli), kami Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melakukan penertiban atas asset yang kami memiliki yang bersertifikat," kata Bupati Irwan dalam sesi konferensi pers di Makassar pada Jumat (07/08/2026).
Kabag Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Andi Muhammad Reza menambahkan dasar hukum kepemilikan lahan yang menjadi lokasi proyek.
Dijelaskan, riwayat lahan bermula dari pencabutan izin lokasi PT Nusdeco pada 1998, sehingga lahan kembali menjadi kewenangan pemerintah. Selanjutnya, pada 2007, PT International Nickel Indonesia Tbk (kini PT Vale Indonesia Tbk) memperoleh hak pakai seluas 395,81 hektare sebagai lahan kompensasi pembangunan PLTA Karebbe.
"Lahan tersebut kemudian menjadi bagian dari kewajiban rehabilitasi kawasan hutan. Setelah aturan berubah pada 2008, PT Vale memilih memenuhi kewajiban melalui pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), meski kegiatan reboisasi telah dilakukan sebelumnya," ujarnya.
Reza mengungkapkan bahwa pada 2016 PT Vale pernah melaporkan dugaan perusakan kawasan reboisasi kepada kepolisian. Perkara tersebut kemudian diproses hingga pengadilan dan berujung pada putusan berkekuatan hukum terhadap sejumlah pelaku.
Selanjutnya, pada 2022 PT Vale menghibahkan lahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan akta hibah yang dibuat oleh PPAT. Proses hibah tersebut juga memperoleh pendapat hukum dari Kejaksaan Negeri Luwu Timur yang menyatakan peralihan hak tersebut sah menurut ketentuan hukum.
Pemkab menambahkan, Kementerian ATR/BPN kemudian menerbitkan Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur seluas 3.945.000 meter persegi berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 44/HPL/KEM-ATR/BPN/VIII/2024.
"Dengan terbitnya HPL tersebut, pemerintah daerah menyatakan memiliki dasar hukum untuk mengelola, memanfaatkan, dan mengamankan aset daerah dimaksud," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menetapkan donor darah aparatur sipil negara (ASN) sebagai agenda rutin bulanan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan mendapat giliran secara bergilir.
Senin, 21 Sep 2026 16:35
Sulsel
Rehabilitasi 364 Hektare Lada Luwu Timur Jalan, Persoalan Pascapanen Belum Tuntas
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjalankan program rehabilitasi tanaman lada seluas 364 hektare pada 2026 di tiga kecamatan sentra produksi, yakni Towuti, Wasuponda, dan Nuha.
Jum'at, 18 Sep 2026 15:45
News
Genjot Proyek Strategis Nasional, PLN Sosialisasi Kompensasi Lahan SUTT di Morowali
PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mempercepat tahapan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PT ACN–Bungku melalui pendekatan humanis.
Kamis, 17 Sep 2026 20:09
Sulsel
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar
Keluhan soal gaji kecil dari para operator SPBU di Luwu Timur akhirnya sampai ke telinga Bupati Irwan Bachri Syam.
Rabu, 16 Sep 2026 20:01
Sulsel
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
Keputusan kontroversial kembali menyeret lingkaran kekuasaan lama di Bumi Batara Guru. Mantan Bupati Luwu Timur, Budiman, resmi diadukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Progres pada Rabu (16/9/2026).
Rabu, 16 Sep 2026 19:30
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
4
Mengabdi 12 Tahun Lebih, 1.200 Karyawan JNE Diberangkatkan Umrah
5
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
4
Mengabdi 12 Tahun Lebih, 1.200 Karyawan JNE Diberangkatkan Umrah
5
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda