Workshop Bela Negara di Gowa Soroti Tantangan Nasionalisme di Era Digital

Kamis, 27 Agu 2026 20:11
Workshop Bela Negara di Gowa Soroti Tantangan Nasionalisme di Era Digital
Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Kabupaten Gowa yang berlangsung di Gedung Serbaguna LL. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Comment
Share
GOWA - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa bela negara bukan semata-mata berkaitan dengan peperangan atau tugas TNI dan Polri. Menurutnya, bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara yang dapat diwujudkan dengan menjaga keamanan, kerukunan, persatuan, serta mendorong kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Kabupaten Gowa, Gedung Serbaguna LL, pagi tadi.

Darmawangsyah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut di Gowa. Ia berharap program pembinaan kesadaran bela negara tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota, bahkan hingga tingkat kecamatan.

"Kami di Kabupaten Gowa bergembira dan merasa tersanjung kegiatan ini dilaksanakan di Gowa. Kami berharap program seperti ini ke depan bisa dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota, bahkan sampai di kecamatan," kata Darmawangsyah.

Menurutnya, pembinaan kesadaran bela negara sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat nasionalisme dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menekankan, bela negara harus dimaknai secara lebih luas. Bela negara, kata dia, bukan hanya dilakukan ketika seseorang berada di medan perang, tetapi juga melalui peran setiap warga dalam menjaga bangsa agar tetap aman, damai, rukun, dan terus berkembang.

"Bela negara bukan hanya perang. Hakikatnya bagi kami adalah bagaimana melihat bangsa ini maju dan berkembang, menjaga kelestarian kehidupan berbangsa serta menjaga kerukunan antardaerah," ujarnya.

Darmawangsyah juga mengapresiasi peran pemerintah desa dan kelurahan dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat di Kabupaten Gowa. Ia menilai kondisi keamanan yang relatif kondusif tidak terlepas dari kerja sama pemerintah daerah dengan TNI dan Polri hingga ke tingkat wilayah.

"Kami sangat mengapresiasi keamanan di Gowa. Pemerintah desa dan kelurahan mampu menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Kerja sama TNI, Polri dan pemerintah terus terjalin sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Gowa akan mendukung pelaksanaan program pembinaan bela negara. Pemkab Gowa juga membuka peluang agar kegiatan tersebut dapat dikembangkan dan dianggarkan untuk pelaksanaan pada tahun berikutnya.

"Insyaallah, di Kabupaten Gowa, apapun kegiatannya kami akan support. Ini merupakan pilot project dan kami berharap bisa dilaksanakan kembali pada tahun selanjutnya," tutur Darmawangsyah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa pembinaan kesadaran bela negara perlu diteruskan hingga tingkat masyarakat. Menurutnya, berbagai program yang telah dilakukan Kementerian Pertahanan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan, TNI, maupun Polri. Seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, memiliki peran dalam membangun kesadaran bela negara.

"Bela negara bukan tanggung jawab Kementerian Pertahanan, TNI atau Polri. Ini merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah kabupaten dan seluruh masyarakat," kata Parluhutan.

Menurutnya, seluruh sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara.

Parluhutan mengatakan kesadaran bela negara pada dasarnya merupakan panggilan hati dan jiwa karena setiap warga negara memiliki rasa memiliki terhadap daerah dan negaranya.

"Bela negara adalah panggilan hati dan panggilan jiwa. Kita hidup di negara ini, kita memiliki rasa memiliki. Gowa ini milik kita dan berharga. Bagaimana kita menjaga Gowa tetap aman dan tenteram," ujarnya.

Ia menjelaskan, workshop tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sikap mental dan karakter masyarakat. Penguatan karakter dinilai semakin penting di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat.

Menurut Parluhutan, tantangan dalam membangun karakter generasi saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Generasi muda kini tumbuh dalam lingkungan digital dengan akses informasi yang luas melalui media sosial.

"Era sekarang sudah berbeda. Generasi kita sudah masuk dalam pembelajaran media digital yang hampir tidak terkontrol dan tidak terkendalikan, baik oleh guru maupun orang tua. Karena itu, membangun karakter pada era kekinian sangat sulit dibandingkan zaman dulu," katanya.

Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara saat ini tidak hanya berupa ancaman militer atau fisik. Ancaman nonmiliter juga dapat muncul melalui bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga ruang siber.

Penyebaran informasi palsu, misinformasi, serta konten yang dapat memecah persatuan masyarakat menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.

Karena itu, Parluhutan mendorong masyarakat meningkatkan literasi digital, khususnya dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Ia mengajak masyarakat tidak terburu-buru mempercayai atau membagikan setiap informasi yang diterima. Informasi perlu diperiksa terlebih dahulu, baik dari sisi kebenaran, sumber, maupun manfaatnya.

"Apakah kita mampu mengecek kembali narasi atau informasi yang kita terima, benar atau tidak, bahkan bermanfaat atau tidak. Kita harus berhati-hati dalam membagikan berita. Literasi digital perlu kita tingkatkan," tegasnya.

Selain literasi digital, Parluhutan juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diperkirakan semakin memengaruhi kehidupan masyarakat dalam dua dekade mendatang.

Menurutnya, penguasaan AI menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi.

Ia menilai masyarakat, khususnya generasi muda, perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan memanfaatkannya secara produktif.

"Penguasaan kecerdasan buatan menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mengubah bonus demografi menjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata," ujarnya.

Parluhutan berharap para peserta workshop dapat membawa nilai-nilai bela negara ke lingkungan masing-masing dan menjadi penggerak kesadaran bela negara di tengah masyarakat.

"Kesadaran bernegara yang kuat adalah harga mati bagi kita semua. Menghadapi berbagai ancaman tersebut, kita melaksanakan workshop bela negara. Semoga seluruh peserta dapat menjadi duta bela negara," katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Muh. Saifuddin Kholiruzzamani, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan Bustanul Arifin, serta unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa.
(MAN)
Berita Terkait
Bantuan Pangan Disalurkan, 73.780 PBP di Gowa akan Terima 30 Kg Beras
Sulsel
Bantuan Pangan Disalurkan, 73.780 PBP di Gowa akan Terima 30 Kg Beras
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Perum Bulog Cabang Makassar melaunching penyaluran Bantuan Pangan Program Pemerintah Pusat alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kamis (20/8).
Kamis, 20 Agu 2026 16:11
Dihadiri Jamaah dari 13 Provinsi, Wabup Gowa Berbaur di Ijtima Tahunan Umat Islam
Sulsel
Dihadiri Jamaah dari 13 Provinsi, Wabup Gowa Berbaur di Ijtima Tahunan Umat Islam
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menghadiri Ijtima Tahunan Umat Islam Kawasan Indonesia Timur yang digelar Yayasan Jami’ Al Hidayah Berkah di Masjid Jami’ Al Hidayah, Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara, Kelurahan Pacinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (17/8/2026).
Selasa, 18 Agu 2026 11:06
Peringatan HUT RI ke-81, Bupati Gowa Ingatkan Jaga Persatuan
Sulsel
Peringatan HUT RI ke-81, Bupati Gowa Ingatkan Jaga Persatuan
Pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2026 berlangsung sukses dan lancar di Taman Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Senin (17/8).
Senin, 17 Agu 2026 13:08
Bupati Gowa Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka untuk HUT RI ke-81
Sulsel
Bupati Gowa Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka untuk HUT RI ke-81
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengukuhkan 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Sabtu (15/8/2026) malam.
Minggu, 16 Agu 2026 12:07
Wabup Gowa dan Andi Tenri Indah Terima Penghargaan Kwarnas di Jamnas
News
Wabup Gowa dan Andi Tenri Indah Terima Penghargaan Kwarnas di Jamnas
Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Gowa, Darmawangsyah Muin, dan Bendahara Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, menerima penghargaan dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Jum'at, 14 Agu 2026 19:21
Berita Terbaru